Terjerat Tali Layang-layang Pemuda di Blitar Tewas di Jalan Raya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Hadi Lestariono
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kecelakaan yang menewaskan Muhammad Susanto 27 warga Dusun Pucungsari Rt.02/Rw.02 Desa Slorok Kec.Garum Kab.Blitar ini kecelakaan tunggal itu akibat leher korban terjerat tali layang layang, dan motor yang di kendarai korban oleng sehingga menabrak pohon besar di sisi jalan raya Desa Papungan Kec.Kanigoro Kab.Blitar.

Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Sabtu 21/8 pukul 17.00 itu dibenarkan Kasat Lantas Polres Blitar AKP I Putu Angga Feriyana SH S.IK MH, menurut AKP I Putu, saat pengendara motor jenis Honda GL.Pro dngan nomor Polisi AG 6441 KBT berjalan dari arah Barat ( dari Blitar) menuju arah Timur, sesampai di jalan desa Papungan tanpa diketahui korban adanya tali layang layang melintang di tengah jalan, dan menjerat sekitar dada atau leher korban, akibatnya motor yang di kendarai korban oleng ke arah kiri ( Utara) jalan dan menabrak pohon.

"Korban meninggal di Tkp, untuk pemilik layang layang belum diketahui, untuk tali layang layang besar jenis Gapangan terbuat dari semacam Plastik yang dimodifikasi seperti tali tambang, guna memberi pertolongan korban warga sekitar dan Polsek Kanigoro membawa korban ke RSUD.Mardi Waluyo Kota Blitar.." terang AKP I Putu tadi malam ( Sabtu 21/8).

Peristiwa kecelakaan itu menurut beberapa saksi di tkp, Senar atau Benang Tampar Layang-layang yang belum diketahui pemiliknya itu terputus dan melintang di jalan umum Desa Papungan Kec. Kanigoro Kab. Blitar, saat itu asa pengendara motor (korban) berjalan dari arah barat ke arah timur saat itulah tali layang layang langsung melilit leher korban, akibatnya laju motor berjalan oleng ke arah kiri ( utara ) dan menabrak Pohon yang berada di tepi jalan sebelah utara.

Atas kejadian itu Kasat Lantas Polres Blitar AKP I Putu Angga Feriyana berharap agar warga masyarakat saat bermain layang layang di harap jangan di tepi jalan raya, atau dekat dengan perumahan penduduk, apa lagi banyaknya tiang tiang lampu penerangan dari PLN, bila terjadi hal hal seperti peristiwa di jalan desa Papungan akan merugikan masyarakat lain, termasuk kerawanan aliran listrik dengan tegangan tinggi, bisa mengakibatkan fatal bagi dirinya sendiri maupun masyarakat sekitar.

Untuk diketahui saat musim Pancaroba disertai hembusan angin sedikit kencang warga masyarakat banyak yang menaikan layang layang jenis Gapangan dengan ukuran sayap layang layang lebar rata rata 3 meter bahkan lebih, tentunya dengan tali agak besar yang biasanya terbuat dari tampar Plastik.

"Setelah layang mumbul (di udara) biasanya pemiliknya pulang sedang tali layang layang hanya diikatkan pada pohon di sekitar dimana pemiliknya menaikan layang layang, akibatnya bila layang layang tidak mendapat hembusan angin, layang layang itu turun tanpa arah, yaa seperti kejadian di Papungan itu." Tutur Yulianto 41 warga sekitar Tkp.

Memang rata rata para pemain layang layang biasanya menaikan layang layangnya sekitar pukul 15.00, dan setelah layang layang mengudara di tinggal pemiliknya dan di panjer ( dibiarkan melayang) semalam suntuk dengan tali hanya diikat pada pohon sekitar di mana mereka naikan layang layang, sehingga tidak mengetahui kondisi arah angin yang mengakibatkan layang layangnya tidak tentu arah bahkan turun ke tanah, dan akibatnya tali layang layang bisa menyangkut kabel listrik atau nyangkut di atas atap rumah orang atau merendah di tengah jalan raya. Les

Berita Terbaru

Temui Putra Bung Tomo, Khofifah Dorong Pelestarian Sejarah dan Wisata Edukasi Terintegrasi

Temui Putra Bung Tomo, Khofifah Dorong Pelestarian Sejarah dan Wisata Edukasi Terintegrasi

Jumat, 05 Jun 2026 16:41 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Bambang Sulistomo, putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, di Gedung Negara Grahadi, S…

Hadir di Kampus, PLN Bekali Mahasiswa PNM Wawasan Proteksi Gardu Induk Tegangan Tinggi

Hadir di Kampus, PLN Bekali Mahasiswa PNM Wawasan Proteksi Gardu Induk Tegangan Tinggi

Jumat, 05 Jun 2026 16:33 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun terus m…

PLN Edukasi Masyarakat soal Komponen Tagihan Listrik, Konsumsi Energi Jadi Faktor Penentu

PLN Edukasi Masyarakat soal Komponen Tagihan Listrik, Konsumsi Energi Jadi Faktor Penentu

Jumat, 05 Jun 2026 16:30 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk memahami pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi pembayaran listrik,…

Pasar Halal Kian Menarik, Ekspansi F&B Premium Mulai Sasar Kota Regional

Pasar Halal Kian Menarik, Ekspansi F&B Premium Mulai Sasar Kota Regional

Jumat, 05 Jun 2026 16:27 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ekspansi bisnis kuliner premium berbasis halal terus menunjukkan tren pertumbuhan di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan p…

KPK: Sidang Perdana Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Pemkot Madiun Digelar 11 Juni  ‎

KPK: Sidang Perdana Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Pemkot Madiun Digelar 11 Juni ‎

Jumat, 05 Jun 2026 14:56 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 14:56 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, MADIUN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses hukum perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat tiga tersangka di lin…

Polres Blitar Kota Laksanakan Kegiatan Pengamanan Penyaluran Bansos

Polres Blitar Kota Laksanakan Kegiatan Pengamanan Penyaluran Bansos

Jumat, 05 Jun 2026 14:31 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna tertib dan amanya pelaksanaan Pembagian Bantuan Sosial dari Pemkab Blitar, pada hari ini Kamis, 4 Juni 2026 Jumat 5 Juni 08.00…