PNS yang Eksis Geluti Bisnis Keripik Tempe

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Adi Santosa dengan hasil budidaya sayuran hidroponiknya. SP/ NGK
Adi Santosa dengan hasil budidaya sayuran hidroponiknya. SP/ NGK

i

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Adi Santosa yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) juga eksis memproduksi jajanan khas Trenggalek. Dan, omzetnya menembus Rp 70 juta per bulan. Beberapa kali gagal dan sempat gulung tikar. Namun, sejatinya pedagang memiliki jiwa yang ulet, sehingga mencoba terus bangkit di tengah keterpurukannya. 

Keterpurukan Adi itu terjadi sebelum memasuki 2017 lalu. Dia ingat, sudah empat kali gagal mengembangkan usaha. Dimulai dari ternak sampai jualan keripik tempe kotak. Melalui kegagalan itu Adi bisa mengoreksi langkah-langkah yang seharusnya diambil sebagai pengusaha.

Utamanya, mencari kualitas dan mencari pasar. Adi mengaku, era kini dimudahkan dengan teknologi, sehingga orang bisa mempelajari sesuatu secara otodidak.  

Cara itu Adi terapkan saat membuat jajanan khas keripik tempe sagu, kue matahari, keripik ceker, dan keripik usus. Bermodal nonton YouTube, Adi belajar cara meracik bumbu-bumbu agar menciptakan rasa yang pas.

Butuh dua bulan lamanya sampai berhasil menemukan rasa yang layak jual. "Untuk keripik tempe sagu, rasanya original, rasa bawang. Tapi kadang juga tergantung permintaan konsumen," ujar ayah dua putra itu.

Untuk saat ini, Adi mengaku lebih banyak berfokus pada produksi. Jajanan yang ia buat dipasarkan lewat reseller atau distributor. Dari mereka, jajanan baru diedarkan ke beberapa daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.

“Selain reseller, kami mengirim juga ke pusat oleh-oleh yang ada di Kabupaten Trenggalek. Lainnya, kami juga mengirim ke grosiran di pasar,” sambung Adi.

Jajanan buatan Adi dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk tempe sagu dijual seharga Rp 18 ribu dalam kemasan 500 gram.

Sementara keripik usus dijual seharga Rp 15 ribu per kemasan ukuran 250 gram dan keripik ceker dijual Rp 18 ribu per kemasan 100 gram. Omzet perbulannya pun mencapai 65 - 70 juta per bulan.

Tak dimungkirinya, pandemi membuat produksinya turun. Otomatis, kebutuhan tenaga kerja juga berkurang. Adi pun berharap agar pandemi cepat usai, sehingga dapat menyerap tenaga kerja hingga 14 orang seperti saat sebelum pandemi. Dsy2

Berita Terbaru

Kejaksaan Ungkap 55 Orang Terkait Perkara TP DPRD Ponorogo 2023-2026, 34 Sudah Kembalikan Uang

Kejaksaan Ungkap 55 Orang Terkait Perkara TP DPRD Ponorogo 2023-2026, 34 Sudah Kembalikan Uang

Rabu, 19 Agu 2026 15:41 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:41 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Sebanyak 34 orang telah mengembalikan uang terkait dugaan kelebihan pembayaran tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten…

Lewat Posyandu ILP, Dinkes Madiun Komitmen Gencarkan Bulan Vitamin A

Lewat Posyandu ILP, Dinkes Madiun Komitmen Gencarkan Bulan Vitamin A

Rabu, 19 Agu 2026 15:35 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mengoptimalkan fungsi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana…

Atasi Irigasi Sawah saat Kemarau, Pemkab Magetan Optimalkan Fungsi 125 Sumur Pompa

Atasi Irigasi Sawah saat Kemarau, Pemkab Magetan Optimalkan Fungsi 125 Sumur Pompa

Rabu, 19 Agu 2026 15:19 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mengatasi masalah aliran irigasi sawah para petani selama musim kemarau berlangsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan…

Lewat Kontes Ternak, Pemkab Lumajang Cari Kambing Senduro dan Domba Unggulan

Lewat Kontes Ternak, Pemkab Lumajang Cari Kambing Senduro dan Domba Unggulan

Rabu, 19 Agu 2026 15:12 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui kontes ternak yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, pihaknya mulai gencar mencari Kambing Senduro dan…

Sumur Warga Mengering, 25 Desa di Trenggalek Alami Krisis Air Bersih

Sumur Warga Mengering, 25 Desa di Trenggalek Alami Krisis Air Bersih

Rabu, 19 Agu 2026 14:57 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Selama musim kemarau saat ini, BPBD Kabupaten Trenggalek mencatat terdapat 25 desa di 10 kecamatan yang mengalami kekurangan air…

Pastikan Layak Digunakan Masyarakat, Diperta Probolinggo Awasi Peredaran Obat Hewan

Pastikan Layak Digunakan Masyarakat, Diperta Probolinggo Awasi Peredaran Obat Hewan

Rabu, 19 Agu 2026 14:53 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Guna memastikan obat hewan yang beredar di masyarakat memenuhi ketentuan dan masih layak digunakan, Dinas Peternakan Provinsi…