Festival Majapahit 2021 Upaya Wali Kota Kenalkan Potensi Alam dan Budaya Kota Mojokerto

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 25 Agu 2021 19:58 WIB

Festival Majapahit 2021 Upaya Wali Kota Kenalkan Potensi Alam dan Budaya Kota Mojokerto

i

Wali Kota Ning Ita saat memberi sambutan virtual di Majapahit Festival 2021, Rabu (25/8/2021). SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Festival Majapahit 2021 resmi dihelat secara virtual. Festival ini merupakan salah satu event berkelanjutan untuk mengenalkan Kota Mojokerto sebagai pusat kejayaan Kerajaan Majapahit.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan Festival Majapahit 2021 ini memperkenalkan Kota Mojokerto dalam bingkai kejayaan Majapahit dulu, kini dan nanti. Pada abad ke-13 pusat kerajaan Majapahit bernama Kutaraja. Tempatnya tidak jauh dari pelabuhan besar wilayah Canggu.

Baca Juga: 2 Truk Adu Banteng di Mojokerto, 1 Orang Tewas

"Hingga saat ini Kota Mojokerto masih mewarisi kekayaan alam dan budaya yang sangat mendukung untuk meningkatkan potensi pariwisata sekaligus sarana bagi masyarakat untuk berkembang dan berkreasi demi mewujudkan perekonomian daerah yang mandiri," terang Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto dalam sambutan Majapahit Festival 2021, Rabu (25/8/2021).

Dijelaskan bahwa kerajaan Majapahit dulu berjaya dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya yang berkembang. Kota Mojokerto sendiri dialiri oleh 7 aliran sungai. Aliran sungai Brantas, sungai Brangkal, sungai Sadar, sungai Cemporat, sungai Ngrayung, sungai Watudakon, dan sungai Ngotok.

Berdasarkan potensi alam melimpah ini, Pemerintah Kota Mojokerto merencanakan untuk membuat kawasan Wisata Bahari Majapahit.

"Kami pemerintah Kota Mojokerto mewujudkannya dalam bentuk destinasi wisata bahari Majapahit, yang didukung pembangunan infrastruktur daerah yang berciri khas Majapahit," jelas Ning Ita.

Wisata Bahari Majapahit merupakan konsep pembangunan pariwisata yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto tahun 2018-2023.

"Wisata bahari Majapahit adalah suatu konsep pariwisata yang memanfaatkan aliran sungai sebagai potensi kejayaan Majapahit," tegas Ning Ita.

Pada tahap tatanannya, Ning Ita menjelaskan bagaimana gambaran umum tentang konsep Wisata Bahari Majapahit di Kota Mojokerto ini.

"Pembangunan museum Majapahit. Perahu Majapahit sepanjang 28 meter sebagai food court di bantaran sungai, camping ground dan fasilitas outdoor, walking space, taman ekspresi dan playground, anteater, wisata petik buah jeruk, dan wisata susur sungai ngotok," terangnya.

Nuansa kerajaan era Majapahit berangsur-angsur menjadi ciri khas pembangunan di Kota Mojokerto. Gapura Majapahitan di setiap gedung pemerintahan, jembatan, taman budaya Majapahit, Skywalk Majapahit, dan pembangunan lainnya yang akan menambah ciri khas Majapahitan di Kota onde-onde ini.

"Diantaranya pembangunan menara Tribuana Tunggadewi pada kompleks pemandian Sekarsari," jelasnya.

Selain itu pula, nantinya Kota Mojokerto akan memiliki kompleks peribadatan yang erat kaitannya dengan nuansa Majapahitan.

Baca Juga: Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Raih Penghargaan Pembina Koperasi Andalan

"Adapula kompleks tempat peribadatan yang terlokalisir dalam satu kompleks dan kesatuan areal wisata yang bercorak Majapahit," ujar Ning Ita.

Pemerintah Kota Mojokerto juga telah membentuk pokok pikiran kebudayaan daerah salah satunya adalah Dewan Kebudayaan Daerah. Penyusunan pokok pikiran kebudayaan daerah ini berdasarkan Perpres 45 tahun 2018 dan Permendikbud nomor 46 tahun 2018.

Hal tersebut berbuah pada peraturan daerah baik dalam bentuk Surat Keputusan (SK), Peraturan Daerah (Perda), dan produk hukum lainnya.

"Wujud implementasi prioritas pembangunan pariwisata kami, yang berbasis sejarah dan budaya. Sebagaimana RPJMD 2018-2023," ungkap Ning Ita.

Pemerintah Kota Mojokerto selain membangun sektor pariwisata melalui kebudayaan Majapahit juga membangun kualitas sumberdaya manusianya. Salah satu upayanya adalah memfasilitasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Mojokerto.

"Upaya memberdayakan para pelaku UMKM untuk mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri dan bersaing," cetusnya.

Beberapa program telah diselenggarakan yakni sebanyak 61 program pelatihan dan inkubasi wirausaha Kota Mojokerto. Program ini telah menghabiskan Rp 52,6 Milyar dari APBD Kota Mojokerto.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Pengrajin Tas Meringis, Omzet Penjualan Turun 40 Persen

Pada perkembangannya Pemerintah Kota Mojokerto akan terus berupaya memberikan fasilitas untuk pada pelaku UMKM. Hal ini terwujud dalam beberapa pasar yang telah ada.

"Pasar benpas, rest area gunung Gedangan. Pasar tematik yang menjual barang antik dan loak, Rp 1,2 M per bulan (omset)," urainya.

Akhir sambutannya, Ning Ita menyampaikan bahwa tujuan utama pembangunan daerah dan pembangunan sumberdaya manusia ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai luhur Budaya.

"Menanamkan nilai-nilai luhur Budaya yang akan melekat dalam diri Masyarakat, sehingga mereka tertarik untuk datang lagi dan memiliki motivasi yang kuat untuk menjalin kembali tali-tali sejarah dan budaya," kata Ning Ita.

 

Hadir dalam Festival Majapahit 2021 ini yakni Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Anggota DPR RI Komisi 11, Indah Kurnia, Deputi bidang produk wisata dan penyelenggara kegiatan, Menparekraf RI, Rizky Handayani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budi Hanoto, Budayawan, Sujiwo Tejo, Sejarawan, Prof. Agus Aris M, Penata Tari, Eko Supriyanto, Fashion Desainer, Dianita Putri, Sejarawan, Adrian P. S.Hum, M.A, dan jajaran Bank Indonesia yang lain. Dwy

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU