PTM Dimulai, Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah Tegaskan Semua Wajib Berdisiplin Prokes Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Simulasi Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). SP/Alqomar
Simulasi Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). SP/Alqomar

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Akan digelarnya Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di setiap sekolah jenjang SD dan SMP di Surabaya mulai Senin (6/9), Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Laila Mufidah meminta semua berdisiplin tinggi mematuhi protokoler kesehatan. 

Semaksimal mungkin potensi kerumunan harus dihindari. Apalagi kegiatan ini menyangkut aktivitas anak-anak. Begitu PTM serentak digelar, tidak mudah mengatur anak usia SD dan SMP.

"Semua wajib patuh Prokes. Semua pakai masker dobel kalau bisa. Pastikan fasilitas pendukung mulai layout tempat duduk kelas hingga tempat cuci tangan tersedia dan bisa digunakan," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah, Rabu (1/9).

Laila mendukung penuh langkah Pemkot Surabaya menyiapkan segala sarana dan prasarana serta aturan sebelum pelaksanaan PTM. Satgas Covid-19 Kota Surabaya harus melekat memonitor setiap aktivitas PTM tersebut. Selanjutnya harus dievaluasi. 

 

"Saya juga minta harus ada Satgas mandiri di setiap sekolah. Mereka diberi tugas khusus menyiapkan segalanya di sekolah agar aman dari penyebaran covid. Mereka juga mengawasi, menegur, dan memberi sanksi jika ada yang melanggar di sekolah," kata Laila. 

Untuk itu, Laila mengatakan dirinya mendukung jika dilakukan asesmen ulang untuk semua sekolah. Meski sebelumnya sudah banyak sekolah yang sudah di-asesmen Satgas Covid, tetap perlu dilakukan penilaian ulang agar siap digunakan kegiatan belajar tatap muka di sekolah. 

PTM Surabaya serentak akan dimulai pada hari Senin besok. Dindik Surabaya memastikan bahwa kegiatan belajar di sekolah tersebut adalah PTM terbatas. Tidak semua siswa masuk sekolah. Dibatasi 25 persen setiap sekolah. 

Pimpinan DPRD Surabaya ini juga mengingatkan bahwa banyak gedung sekolah di Surabaya juga dijadikan Rumah Sehat. Tempat isolasi mandiri terpusat di setiap wilayah. Saat hendak masuk PTM, sekolah-sekolah itu harus dipastikan steril dan aman. Tidak menjadi penyebar covid. 

Laila yakin dengan sterilisasi dan penyemprotan berkala, Rumah Sehat sekolah aman. Hanya, perlu Sosialisasi dan pemahaman bahwa ruangan itu aman. Namun tidak dipungkiri bahwa akan berdampak psikologis masyarakat.

Sementara itu, sejumlah ketentuan digelarnya PTM harus Diperhatikan diantaranya, zona wilayahnya. Kemudian terkait vaksinasi terutama untuk guru dan murid di atas 12 tahun (SMP). Persetujuan orang tua bisa memilih PTM atau tidak tanpa ada diskriminasi. 

Selain itu, maksimal 2 jam tatap muka dan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan. Namun Surabaya memastikan bahwa saat PTM terbatas besok hanya dibatasi 25 persen dari kapasitas ruangan.

Politisi perempuan ini mengingatkan jangan sampai ada pelaksanaan PTM menjadi klaster baru. Mengingat rentannya potensi penyebaran di sekolah. Apalagi saat ini belum semua siswa dan guru dan tenaga kependidikan divaksin. 

"Saya bisa memahami betapa kangennya anak-anak kita ingin sekolah. Kangen kelasnya, guru, dan teman. Hampir dua tahun tidak belajar di sekolah. Orang tua juga jadi ribet mendampingi anak. PTM tentu dinantikan. Tapi semua tidak ingin PTM jadi klaster baru," tandas Laila.

Sebagaimana data yang dilansir dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, masih ada sekitar 80.000 guru dari total guru sekitar 120.000 di Surabaya yang masih belum tervaksin Covid-19. Sedangkan bagi pelajar baik SD maupun SMP rata-rata yang belum mendapat vaksin masih di atas 50.000 anak.

Pengamat Pendidikan, Martadi menyebut Surabaya bisa menggelar PTM namun yang harus diperhatikan adalah kesiapan sekolah. Meskipun Surabaya kota yang paling siap menggelar PTM. Simulasi PTM juga beberapa kali digelar dengan asesmen satgas Covid.

Harus memastikan SOP prokes di  sekolah. Agar anak (siswa) maupun guru disiplin dalam penerapan prokes. Selain itu harus ada rekomendasi dari satgas Covid. Juga persetujuan orang tua wali murid. 

"Yang tidak boleh luput dari perhatian justru kegiatan Siswa. Terutama saat berangkat dan kepulangan mereka dengan siapa dan naik apa. Sekolah harus memastikannya," kata Martadi. Alq

Berita Terbaru

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraih apresiasi Mandaya Awards 2026, atas kiprahnya dalam…

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…