Risih Diintimidasi Suami Kades, Salah Satu Wartawan di Sampang Lapor Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Yasin menunjukkan bukti laporanya, Senin (13/9/2021).
Yasin menunjukkan bukti laporanya, Senin (13/9/2021).

i

SURABAYAPAGI, Sampang - Lagi lagi ancaman terjadi terhadap jurnalis Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terjadi. Kali ini menimpa Yasin, jurnalis Lacak Pos, dimana dalam menjalankan peliputan, merasa diancam oleh diduga suami kades Pekalongan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Senin ( 13/9/2021 ).

Padahal peran pers dalam pemerintahan sangat besar, baik dalam mewartakan agenda pemerintahan, ataupun memberikan kritik konstruktif kebijakan pemerintah.

Fenomena ini berbanding terbalik dengan apa yang dialami wartawan lacak Pos di lapangan pada Selasa (31/8/2021 ), saat melakukan peliputan kegiatan pembangunan ruang kelas SMPN 7 Sampang dengan nilai kurang lebih Rp. 777.127.000,00.

Berawal setelah wartawan Lacak Pos meminta izin dari salah satu tukang yang kemudian disarankan kepada kepala tukang (Muda'i).

Saat melakukan konfirmasi, datang satu orang yang diduga pelaksana lapangan (tidak mau menyebutkan namanya) dan langsung menghubungi seseorang diduga suami kepala desa Pekalongan.

"Dengan nada lantang dan mengancam, ngecek apa bos, jika ada yang kurang dari pekerjaan ini silahkan ditambah," ungkap Yasin.

Menurut Yasin, meski diberi penjelasan terkait kedatangannya untuk konfirmasi.

Malah kata Yasin, diduga pelaksana lapangan mengatakan, keng mon acem macem, engkok benni sekalian du kale alako riya pas bedhe reng acemmacem, benni keng angok ngoca’a madhure’en bei, wek dhuwe’en ngngguy arek apa ngangguy apa dhe'iye, mon keng ecem macemma, ngak kakeh gik bhuru tak kala ka reng asakola tanya jawab. (Jika macam - macam, saya bukan sekali dua kali bekerja seperti ini, pas ada orang macam-macam, sebaiknya cara Madura saja, berdua sama saya pakai clurit atau pakai apa begitu," terang Yasin.

Bahkan dirinya diminta menunjukkan KTP, meski sudah di tunjukkan ID Pers, mereka tetap meminta menunjukkan KTP sambil mengancam dan mengajak para tukang bangunan di lokasi sambil mengatakan : “Kakeh dhe’remma mas, engkok minta KTP na, dul anom, eh mon tak magi KTP na maren la anu.(kamu bagaimana mas, saya minta KTP mu, ya kalau tidak dikasih KTPnya, ntar lagi....ambil tindakan maksudnya)” diduga kata pelaksana lapangan ucap Yasin.

"Handphone milik saya dirampas sambil mencari video dan ngecek hasil foto lokasi rehabilitasi SMPN 7 Sampang,' pungkas Yasin. Sementara, Abdul Azis Agus Priyanto, SH selaku Kabiro Lacak Pos merespon dengan melakukan kajian dan analisis secara mendalam dan komprehensif.

"Patut diduga kuat perbuatan pidananya ada (predikat crime) didukung dengan alat bukti yang cukup dan telah penuhi unsur - unsurnya dan penuhi syarat formil, serta materiil sebagaimana diatur pada pasal 18 ayat 1 Undang - Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Tadi sudah saya laporkan ke Polres Sampang," terangnya. Menurut azis, ini akan menjadi preseden buruk ke depan, jika ada jurnalis di Sampang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai salah satu social control, dibiarkan tanpa ada penegakan hukum yang berkeadilan.

"Kalau tidak dilaporkan, ini akan terulang lagi, dan menjadi malapetaka bagi rekan - rekan wartawan yang ada di Kabupaten Sampang," tandas Aziz.

Sementara, Kasat reskrim Polres Sampang yang diwakili Kanit III Ipda Indarta, SH akan melakukan klarifikasi sebagai langkah awal sekaligus untuk menemukan bukti permulaan. "Kita akan klarifikasi dulu," kata Indarta singkat.gan

Berita Terbaru

Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan 19 PNS Tenaga Kesehatan

Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan 19 PNS Tenaga Kesehatan

Kamis, 13 Agu 2026 11:27 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna memperkuat pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menghadirkan 19 pegawai negeri sipil (PNS) tenaga…

Perkuat Layanan Pendidikan, Pemkab Sidoarjo Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Putus Sekolah Akibat Ekonomi

Perkuat Layanan Pendidikan, Pemkab Sidoarjo Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Putus Sekolah Akibat Ekonomi

Kamis, 13 Agu 2026 11:26 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan tak ada lagi…

Atasi Sampah Organik, Pemkot Madiun Kembangkan Budidaya Maggot

Atasi Sampah Organik, Pemkot Madiun Kembangkan Budidaya Maggot

Kamis, 13 Agu 2026 10:48 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 10:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mengatasi masalah sampah organik yang dihasilkan masyarakat serta mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah, Pemerintah…

Masuki Panen, Pemkab Bojonegoro Dorong Kenaikan Harga Jual Tembakau Rajangan Kering

Masuki Panen, Pemkab Bojonegoro Dorong Kenaikan Harga Jual Tembakau Rajangan Kering

Kamis, 13 Agu 2026 10:44 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 10:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Memasuki masa panen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya mendorong kenaikan harga jual tembakau rajangan…

2.056 Wisatawan Berbondong-bondong Ajukan ‘Refund Imbas Bromo Ditutup Total

2.056 Wisatawan Berbondong-bondong Ajukan ‘Refund Imbas Bromo Ditutup Total

Kamis, 13 Agu 2026 10:36 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 10:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti pasca insiden meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari…

Antisipasi Karhutla Bromo Tak Berulang, Pemkab Probolinggo Perkuat Mitigasi

Antisipasi Karhutla Bromo Tak Berulang, Pemkab Probolinggo Perkuat Mitigasi

Kamis, 13 Agu 2026 10:18 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 10:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo agar tak berulang karena penyebab kebakaran…