Capaian Vaksinasi Rangking 10 Nasional, Kota Mojokerto Berpotensi Besar Turun Level PPKM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Ahmad Rizal Z. SP/Dwy Agus Susanti
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Ahmad Rizal Z. SP/Dwy Agus Susanti

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Munculnya syarat tambahan berupa cakupan vaksinasi dalam penentuan level PPKM di Jawa dan Bali membawa angin segar bagi Pemerintah Kota Mojokerto. Pasalnya, kota kecil dengan tiga kecamatan ini berpotensi besar turun level PPKM menjadi dua ataupun satu.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan yang terjadi selama ini, meski cakupan vaksinasi Kota Mojokerto menjadi yang tertinggi di Jawa Timur, ternyata tak berdampak pada penurunan level PPKM. Terbukti, hingga hari ini, level PPKM Kota Mojokerto masih tiga.

"Di Inmendagri sebelum-sebelumnya, cakupan vaksinasi tidak menjadi indikator penentuan level PPKM daerah. Tapi di Inmendagri terbaru yang terbit tanggal 13 September kemarin, cakupan vaksinasi ditambahkan sebagai indikator penentuan level. Nah itu peluang kita untuk bisa turun level," ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Ning Ita menyebut, jika Inmendagri Nomor 42 tahun 2021 tentang PPKM level 4,3,2 Covid -19 di Jawa dan Bali benar-benar direalisasikan, maka Kota Mojokerto bisa turun level menjadi level dua atau satu.

"Disitu kan disebutkan, jika penurunan level daerah dari level 3 menjadi level 2, capaian total vaksinasi dosis pertama minimal 50 persen dan capaian vaksinasi dosis satu lansia diatas 60 tahun minimal 40 persen," ujarnya.

Padahal, lanjut Ning Ita, hingga hari ini capaian vaksinasi dosis pertama Kota Mojokerto sudah mencapai angka 119.07 persen dan capaian vaksinasi dosis kedua mencapai angka 69.39 persen.

"Jika berpedoman pada capaian tersebut, tak menutup kemungkinan, kita juga bisa loncat langsung ke level satu. Sebab syarat turun level dari dua ke satu hanya dibutuhkan capaian vaksinasi dosis pertama minimal sebesar 70 persen. Padahal saat ini capaian kita sudah diatas 100 persen," tukasnya.

Ia menambahkan, capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua Kota Mojokerto menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Bahkan, Kota Mojokerto menjadi satu di antara dua Kota di Jawa Timur yang mencapai herd immunity lebih awal.

"Kota Mojokerto selalu bersanding dengan Kota Surabaya terkait capaian vaksinasinya. Baik itu dosis pertama maupun kedua. Bahkan dua kota ini menjadi daerah yang mencapai herd immunity lebih dulu dibanding daerah-daerah lain di Jawa Timur," ungkapnya bangga.

Masih kata Ning Ita, dari data di situs resmi Kementerian Kesehatan per tanggal 14 September, capaian vaksinasi dosis kedua Kota Mojokerto masuk 10 besar tingkat nasional. Dan Kota Mojokerto menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang menduduki rangking tersebut.

"Pukul 12.00 siang tadi kita cek, posisi kita berada di urutan 10. Dengan capaian vaksinasi dosis kedua sebesar 69,36 persen atau sebesar 70.435 jiwa," terangnya.

Kota Mojokerto berada satu level di bawah Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah dengan capaian vaksinasi dosis kedua sebesar 70.43 persen. Dan berada diatas satu tingkat dengan Kabupaten Klungkung Provinsi Bali dengan capaian vaksinasi sebesar 65.14 persen.

"Ini patut kita syukuri, usaha keras kita untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi membuahkan hasil. Sehingga bisa mendongkrak capaian vaksin kita menjadi yang tertinggi," tukasnya.

Tak hanya itu, Ning Ita juga mengapresiasi tinggi kerja keras tim tenaga kesehatan Pemkot Mojokerto yang tak kenal lelah melayani masyarakat Kota Mojokerto untuk memenuhi permintaan vaksin. Ia juga berterima kasih kepada seluruh warga Kota Mojokerto atas partisipasinya dalam vaksinasi.

"Tak ada upaya yang sia-sia, kini kerja keras kita akan menuai hasil positif. Merujuk pada Inmendagri terbaru, kita akan bisa turun level PPKM," ungkapnya.

Namun demikian, Ning Ita tetap mengingatkan warga Kota Mojokerto untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Karena virus ini bisa dihindari jika tetap berpedoman pada prokes ketat.

"Meski sudah vaksin dan meski PPKM sudah diperlonggar, saya selalu ingatkan warga kota untuk tak lalai prokes. Karena itulah benteng terkuat kita dalam melawan Covid-19," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebuah mobil pickup berplat merah yang diduga milik Dinas Lingkungan Hidup terlibat kecelakaan lalulintas dengan sepeda motor Yam…

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polres Madiun Kota akhirnya buka suara terkait persoalan meter air di PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Kapolres Madiun Kota AKBP R…

RSUD Notopuro, Kebut Pembangunan Gedung Wujud Pelayanan Kelas III Rasa Kelas I untuk Masyarakat

RSUD Notopuro, Kebut Pembangunan Gedung Wujud Pelayanan Kelas III Rasa Kelas I untuk Masyarakat

Rabu, 09 Sep 2026 17:33 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus ditunjukkan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.Tahun ini banyak s…

Perkuat Stok Darah, PMI Kota Mojokerto Gencarkan Kolaborasi Donor Darah Bersama 

Perkuat Stok Darah, PMI Kota Mojokerto Gencarkan Kolaborasi Donor Darah Bersama 

Rabu, 09 Sep 2026 17:02 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:02 WIB

  SURABAYA PAGI. COM, Mojokerto - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto terus mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah …

Usai Rawat Inap, Pasien RSUD Dolopo Bisa Diantar Pulang Gratis

Usai Rawat Inap, Pasien RSUD Dolopo Bisa Diantar Pulang Gratis

Rabu, 09 Sep 2026 16:43 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 16:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Persoalan pasien tidak selalu selesai setelah menjalani perawatan dan dinyatakan tuntas. Bagi sebagian pasien, khususnya bagi mereka…

P-APBD Ponorogo 2026: Pendapatan Anjlok Rp115,9 Miliar, DPRD Soroti Ketimpangan Proyeksi dan Lonjakan BTT

P-APBD Ponorogo 2026: Pendapatan Anjlok Rp115,9 Miliar, DPRD Soroti Ketimpangan Proyeksi dan Lonjakan BTT

Rabu, 09 Sep 2026 15:37 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ponorogo 2026 diwarnai koreksi fiskal yang cukup tajam. Dewan P…