Khofifah Ingin Seluruh Desa di Jatim Punya PAUD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai mengukuhkan Bunda PAUD di gedung Negara Grahadi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai mengukuhkan Bunda PAUD di gedung Negara Grahadi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 35 Bunda PAUD Kabupaten Kota se Jawa Timur di gedung Negara Grahadi, Senin (20/9).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan pesannya agar pada Bunda PAUD turut menjalankan amanah Presiden RI dalam meningkatkan kualitas SDM bangsa. Dengan cara mencegah stunting, menurunkan angka kematian ibu, menurunkan angka kematian bayi, dan yang tak ketinggalan juga mencetak generasi unggul bangsa.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menekankan pesan bahwa setiap desa harus memiliki PAUD. Tidak boleh satu desa tidak ada PAUD. 

“Pertama saya berharap tidak ada desa yang nggak punya PAUD. Nanti mungkin kita akan menambah untuk pembinaan guru PAUD agar dikuatkan,” tegasnya.

Menurut Khofifah, saat ini ia mengaku belum bisa memastikan apakah setiap desa sudah memiliki PAUD atau belum. Untuk itu setiap Bunda PAUD harus menyisir ini. Agar bisa dipastikan bahwa tidak ada desa yang tidak memiliki PAUD.

“Juga sarprasnya agar dipenuhi. Karena ini penting dalam rangka pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” tegas Khofifah. 

Berbicara tentang pendekatan holistik integratif, Gubernur Khofifah mengakui, bahwa PR nasional adalah menurunkan strunting secara lebih signifikan. Antara lain salah satunya di saat anak anak mengikuti pendidikan PAUD, juga menjadi penting agar asupan gizinya semua termonitor dengan baik.

“Karena Pak Presiden itu melihat kualitas SDM kita, daya saingnya itu dari tiga item. Pertama adalah dari stunting, dua AKI, tiga AKB, angka kematian ibu angka kematian bayi. Tiga hal ini sudah melekat pada Ketua Tim Penggerak PKK yang juga sebagian besar ini adalah Bunda PAUD,” terangnya.

Jika hal-hal ini telah terpenuhi, Khofifah mengatakan, monitoring anak-anak akan bisa dimaksimalkan. Monitoring ini untuk mencegah terjadinya stunting hingga gizi butuk.

Untuk pembinaan guru PAUD, Khofifah mengakui, upaya itu membutuhkan waktu. Untuk itu, pihaknya akan menemui pembina dan pengelola PAUD.

”Memang butuh waktu lebih khusus. Tadi saya pikir yang dari Kemendikbud bisa berkenan lebih lama memberikan penguatan. Cuma kan ini ada direktur pembinaan guru TK dan PAUD kemudian ada direktur PAUD,” beber Khofifah.

Mereka akan dikumpulkan dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Selain membahas stunting, mereka juga akan membahas soal program peningkatan PAUD.

”Mengurus PAUD itu nggak gampang. Ada kaitannya dengan pembentukan perspektif pola pikir anak. Personifikasi guru itu berpengaruh,” tutur Khofifah.

Upaya untuk penurunan stunting secara lebih signifikan, lanjut Khofifah, bisa dicapai dengan beberapa hal. Salah satunya, pemenuhan gizi ketika anak-anak mengikuti pendidikan PAUD.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Pembinaan Guru TK dan PAUD dan Direktur PAUD dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ketua Tim Pembina PKK Jatim dan juga jajaran kepala OPD Pemprov Jawa Timur.

Berita Terbaru

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua mantan Direktur Perumda BPR Bank Daerah Kota Madiun, Sugeng Mukti Wibowo (SMW) dan Ahmadu Malik Dana Logistia (AD), mem…

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati …

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pameran kebutuhan ibu, bayi, dan anak, Willow Baby Expo (Wilbex) kembali digelar di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan 2026, Wilbex V…

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul…

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Majelis Pemberdayaan Indonesia resmi digaungkan sebagai langkah strategis memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mengatasi persoalan…

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan pesta minuman keras (miras) yang melibatkan sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Gresik menjadi alarm serius bagi dunia p…