Produk Mebel Warga Binaan Lapas Tembus Pasar Ekspor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peninjauan industri furnitur di dalam Lapas I Surabaya (SP/Ant/kanwilkumham Jatim/IS)
Peninjauan industri furnitur di dalam Lapas I Surabaya (SP/Ant/kanwilkumham Jatim/IS)

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Mebel hasil kerajinan yang diproduksi oleh warga binaan Lapas I Surabaya di Sidoarjo, diminati masyarakat. Bahkan mampu menembus pasar ekspor, di antaranya Australia, Jepang, Korea, hingga Eropa.

Pembuatan mebel ini melibatkan tenaga kerja narapidana yang ada di dalam lapas tersebut. "Kami sudah beroperasi sejak 1992 dan saat ini sudah berskala ekspor ke berbagai negara tujuan," kata Direktur PT Bahari Mitra Surya (BMS) D Aruan dalam keterangan tertulis, dikuti Kamis (23/9).

Ia mengatakan dari pembuatan furnitur tersebut sudah menyumbang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ratusan juta rupiah.

Sejak awal produksi, Aruan ingat betul bahwa tujuan awal membangun industri furnitur adalah untuk mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

"Kalau dulu masih garap pengolahan rotan, namun karena permintaan pasar yang besar untuk perkayuan, akhirnya kami menyesuaikan," katanya.

Proses produksi disesuaikan dengan metode kerja yang ada di pabrik. Dia juga menjamin bahwa produk hasil karya warga binaan sudah berstandar internasional.

"Pasalnya, barang-barang berbagai macam meja maupun kursi telah diekspor ke berbagai negara," ujarnya.

Ada tantangan tersendiri dalam mengekspor barang tersebut karena ada beberapa negara yang sangat selektif, terutama dalam hal pemenuhan hak tenaga kerja khususnya warga binaan.

"Ada negara yang sampai melakukan inspeksi, memastikan bahwa kami menunaikan kewajiban dan memenuhi hak warga binaan," katanya.

Selama ini, ada sistem premi dan insentif yang disetorkan PT BMS ke negara. Pihak lapas lalu membagikan premi dan insentif itu kepada warga binaan sesuai dengan kinerja warga binaan.

Ada yang ditabung, ada yang dimanfaatkan untuk membeli makanan atau kebutuhan sehari-hari di dalam lapas.

"Banyak juga yang dikirim ke keluarga di rumahnya masing-masing," ujar Gun Gun Gunawan selaku Kepala Lapas I Surabaya.

Namun, Gun Gun menyatakan bahwa pihaknya sangat selektif menentukan tenaga kerja, karena saat ini sangat sulit mendapatkan orang yang disiplin.

"Salah satu masalahnya karena mayoritas warga binaan berasal dari kasus narkotika, yang karakter dan etos kerjanya kurang baik," tukasnya.

Akibatnya, saat ini kekurangan tenaga kerja, sementara pesanan dari luar negeri sedang tinggi-tingginya.

"Jika dikalkulasi, PNBP yang masuk dari awal berdirinya mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar," terangnya.

Meski begitu, pihak lapas tetap menerapkan seleksi ketat. "Kami mendahulukan kualitas, jadi ada proses assessment, karena ada risiko kerjanya," katanya.sb3/na

Berita Terbaru

Antisipasi Ancaman Banjir, Pemkab Sidoarjo Tambah Kapasitas Rumah Pompa Sidokare

Antisipasi Ancaman Banjir, Pemkab Sidoarjo Tambah Kapasitas Rumah Pompa Sidokare

Minggu, 04 Okt 2026 13:30 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna mengantisipasi ancaman banjir dan genangan air menghadapi datangnya musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo,…

Buka Musran PDIP Surabaya, Armuji Minta Kader Turun ke Rakyat dan dan Menangkan 2029

Buka Musran PDIP Surabaya, Armuji Minta Kader Turun ke Rakyat dan dan Menangkan 2029

Minggu, 04 Okt 2026 13:28 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Se Surabaya yang berlangsung Sabtu (3/10). Kegiatan ini m…

Perkuat Layanan, Petro Graha Medika Gandeng Rumah Sakit di Singapura

Perkuat Layanan, Petro Graha Medika Gandeng Rumah Sakit di Singapura

Minggu, 04 Okt 2026 13:16 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Petro Graha Medika (PGM) terus memperkuat kualitas layanan kesehatan sekaligus merespons perkembangan dunia medis yang semakin d…

Perkuat Pertanian saat El Nino, Pemkab Lumajang Gencarkan Komoditas Hortikultura Pisang

Perkuat Pertanian saat El Nino, Pemkab Lumajang Gencarkan Komoditas Hortikultura Pisang

Minggu, 04 Okt 2026 12:38 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui Project HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Ketahanan…

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas PUPR Magetan meminta penggunaan air tetap dikendalikan dan perlu dihemat, mengingat Ccadangan air Waduk Gonggang di Kecamatan…

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengusulkan kenaikan besaran santunan kematian bagi warga Kota Madiun dari sebelumnya Rp1 juta…