Analisa Profesor Oxford dan Dokter di Surabaya, Covid 19 Cuma Flu Biasa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi karikatur
Ilustrasi karikatur

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Lebih dari 1,5 tahun, virus Covid-19 menginvasi Indonesia. Bahkan di negara lain seperti Cina, Inggris dan Amerika, tersisa beberapa bulan saja untuk perayaan 2 tahun covid-19.

Alih-alih berupaya menghilangkan virus dengan vaksinasi, Profesor kedokteran Universitas Oxford, Sir John Bell justru sebaliknya. Dalam wawancaranya di Times Radio Inggris, Jhon Bell menyampaikan, covid-19 pada akhirnya akan menjadi seperti flu biasa. Prediksi, perubahan tersebut akan terjadi pada musim semi tahun depan atau sekitar bulan Maret hingga Mei 2022.

Bukan tanpa sebab, Bell yakin covid-19 akan menjadi flu biasa karena saat ini jutaan orang telah memiliki kekebalan terhadap virus. Kekebalan tersebut terjadi baik karena vaksinasi ataupun akibat terpapar virus covid-19.

Pernyataan Bell pun mendapat perhatian dari Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP) Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) dr. Christrijogo Soemartono Waloejo dr., Sp.An., KAR. Menurut dr. Christri, perubahan menjadi flu biasa telah menjadi perbincangan di berbagai negara. Bahkan, kementrian kesehatan Singapura pun telah yakin bahwa pada akhirnya covid-19 akan menjadi flu biasa.

"Ya iya kan seperti yang dikatakan PM Singapore, mas. Bahwa covid akan jadi endimic seperti flu biasa," kata dr. Christri kepada Surabaya Pagi, Jumat (24/09/2021).

Celakanya dalam pandangan dr. Christri, bila virus covid-19 tidak hilangkan atau dikendalikan dengan baik, akan sangat berbahaya. Mengingat, virus covid-19 terus bermutasi dan vaksin yang tersedia lambat laun tidak mampu menahan serangan varian baru covid-19.

"Kalau tidak hilang justru berbahaya, bisa menjadi senjata biologis mas," katanya.

"Karena itu mas para pakar, ilmuwan virus dan kuman bahteri harus dikendalikan negara atau pemerintah sebagai badan strategies "biotech" yang saat ini sangat ditakuti oleh negara-negara besar seperti Amerika," tambahnya.

Bila ahli dan pakar virus tidak dikendalikan oleh pemerintah dengan membentuk badan stategies biotechnology, maka yang dikhawatirkan dr. Cristri adalah para ahli akan menjual kuman-kuman ke negara-negara maju. Dan yang fatal adalah virus tersebut dijadikan senjata biologis untuk memusnahkan manusia.

"Ini mungkin kekhawatiran yang kecil kemungkinan untuk terjadi. Tapi kita juga perlu waspada," ucapnya

Terlepas dari hal tersebut, ia menjelaskan, saat ini untuk menghilangkan virus covid-19 sangat sulit. Sehingga yang perlu dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah mempersiapkan ketangguhan masyarakat. Tangguh artinya masyarakat sadar secara individual maupun kelompok (komunitas), selalu menjaga dan peduli akan dirinya secara individual ataupun teman-temannya secara komunitas. Tujuannya agar tetap saling mengingatkan untuk taat pada protokol kesehatan sekaligus membantu manakala ada yang terpapar.

"Ketangguhan masyarakat artinya resilence, masyarakat harus sehat dan sadar akan tubuhnya sendiri untuk mengerti apa itu sakit (keseimbangan sehat-sakit). Dan ini termasuk upaya promosi, preventif ,sebelum terjadinya sakit, jadi bukan kuratip dan rehabilitation karena biayanya mahal," ucapnya.

Senada, Profesor Dame Sarah Gilbert, peneliti yang mengembangkan AstraZeneca, mengatakan kepada webinar Royal Society of Medicine bahwa virus akan melemah seiring waktu dan "akhirnya" menjadi seperti yang lain.

“Kita sudah hidup dengan empat virus corona manusia yang berbeda yang tidak pernah kita pikirkan terlalu banyak dan akhirnya Sars-CoV-2 akan menjadi salah satunya,” katanya.

"Ini hanya pertanyaan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana dan langkah-langkah apa yang harus kita ambil untuk mengelolanya sementara itu."

Sarah juga mengungkapkan bahwa dia sedang berjuang untuk mendapatkan dana untuk membantu mencegah pandemi di masa depan.

Dia mengatakan kepada hadirin pada hari Rabu bahwa dia "menunggu" dana untuk mencari vaksin untuk penyakit menular lainnya.

Penelitian itu harus dilakukan untuk mempersiapkan pandemi di masa depan. Dia memperingatkan, dengan menambahkan sejumlah kecil investasi sekarang berpotensi menghemat miliaran pound dalam jangka panjang. sem/rl/un

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…