Usung Konsep Smart City Berbudaya, Stand Expo Kota Mojokerto Kebanjiran Tamu Kepala Daerah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke stand pameran milik Pemkot Mojokerto. SP/Dwi AS
Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke stand pameran milik Pemkot Mojokerto. SP/Dwi AS

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Konsep Smart City Berbudaya yang diusung Pemerintah Kota Mojokerto pada event Indo Smart City Forum dan Expo (ISCFE) 2021 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSi) di Ballroom Rich Hotel Jogjakarta menarik perhatian sejumlah Kepala Daerah.

Tercatat, ada enam Wali Kota yang mampir melihat stand pameran UMKM milik Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Rabu (13/10/2021) siang. Diantaranya Wali Kota Bogor, Wali Kota Cilegon, Wali Kota Kediri, Wali Kota Sibolga, Wali Kota Prabumulih dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Menariknya, pada expo hari pertama, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjadi terima tamu yang menyambut sendiri sejumlah tamu kehormatan. Bahkan petinggi Pemkot ni tampak luwes menawarkan sejumlah produk UMKM yang di display di stand pameran.

Produk tersebut antara lain, sepatu, sandal, kain batik, miniatur kapal pinisi dalam botol, handycraft, makanan minuman snack, kerajinan cor dan onde-onde goreng ditempat. Dari kesekian produk, kerajinan sepatu dan sandal jenis birken stock menjadi incaran para kepala daerah karena memamerkan kelihaian pengrajin dalam membuat sandal satu jam langsung jadi.

"Tadi Pak Wali Kota Cilegon dan Wali Kota Sibolga tertarik membeli produk sandal dan sepatu kita. Bahkan tadi mereka juga tertarik untuk memborong dalam partai besar untuk pengadaan sepatu bagi siswa SD dan SMP di daerahnya," ujar Wali Kota Ning Ita bangga.

Ia menyebut, apresiasi luar biasa dari para kepala daerah ini menjadi pertanda jika produk UMKM Kota Mojokerto khususnya alas kaki memiliki nilai poin lebih dibanding produk serupa dari daerah lain.

"Kalau tak bagus dan berkualitas tak mungkin mereka tertarik membeli. Karena saya yakin sejatinya produk alas kaki buatan pengrajin Kota Mojokerto ini tak bakal kalah saing, karena produk kita sudah diakui secara nasional maupun internasional terbukti dengan nilai ekspor alas kaki yang tak kecil nilainya," sebutnya.

Ditanya terkait konsep stand pameran Kota Mojokerto yang mengusung 'Spirit of Mojopahit', Ning Ita mengatakan sejak menjabat tiga tahun lalu, ia selalu membawa roh majapahit pada setiap sektor, termasuk dalam event Apeksi tahun ini.

"Meskipun event Apeksi tahun ini mengusung konsep smart city, tetapi ciri khas Majapahit harus tetap kita tampilkan. Karena ini adalah warisan seni budaya yang sangat luar biasa. Harapan kita dengan memadukan konsep smart city dan Budaya Majapahit, kita bisa menjadi juara lomba stand terbaik tahun ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya Sugiarto memberi apresiasi lebih kepada konsep stand pameran yang diusung Pemkot Mojokerto tahun ini. Karena bentuknya unik dan sangat khas dengan panji-panji kebesaran kerajaan Majapahit.

"Saat ini saya sedang mengamati bagaimana kita sekarang bisa menggali peninggalan masa lalu sehingga ini potensinya luar biasa untuk berkembang menjadi tidak hanya destinasi wisata tetapi juga pusat pembelajaran sejarah masa lalu. Lantaran majapahit adalah kerajaan besar ini adalah dan kita harus belajar banyak," ungkapnya.

Wali Kota Bogor ini mengatakan, kedepan akan ada rencana Apeksi di Kota Mojokerto. "Nanti Apeksi sama-sama akan kesana menggali budaya masa lalu dan mendukung apa yang sedang dikerjakan Ibu Wali Kota Mojokerto," tukasnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan Konsep Smart City Berbudaya ini di implementasikan dalam wujud stand pameran Kota Mojokerto.

"Ornamen kerajaan majapahit sengaja kita tonjolkan dalam stand kita mewakili unsur budayanya. Sedangkan unsur smart city, kita terapkan dalam bentuk transaksi cashless menggunakan QRISS, Diplay Katalog Produk UMKM Gesture dan belanja seluruh produk UMKM secara online melalui Web Griya UMKM," terangnya. Dwi

Berita Terbaru

Rugikan Negara Rp3,6 M, Tunjangan DPRD Ponorogo Sempat Jadi Temuan BPK Tahun 2022

Rugikan Negara Rp3,6 M, Tunjangan DPRD Ponorogo Sempat Jadi Temuan BPK Tahun 2022

Jumat, 07 Agu 2026 13:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 13:38 WIB

PONOROGO– Dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tahun 2023-2026, yang menyeret Mantan Ketua DPRD Sunarto dan Kabag K…

SMA Negeri 1 Porong Unggul Prestasi, Luhur Budi Pekerti Undang Wali Murid dalam Sosialisasi Program Sekolah

SMA Negeri 1 Porong Unggul Prestasi, Luhur Budi Pekerti Undang Wali Murid dalam Sosialisasi Program Sekolah

Jumat, 07 Agu 2026 11:17 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – SMA Negeri 1 Porong, Kabupaten Sidoarjo, mengundang seluruh para wali murid kelas X-1 sampai X-12 dalam acara Sosialisasi Program S…

Kuatkan Nilai Kebangsaan di Era Disrupsi, BHS Ajak Masyarakat Sebarkan Semangat Empat Pilar

Kuatkan Nilai Kebangsaan di Era Disrupsi, BHS Ajak Masyarakat Sebarkan Semangat Empat Pilar

Jumat, 07 Agu 2026 10:19 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 10:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Di tengah derasnya arus informasi digital yang mengalir tanpa batas, ruang-ruang diskusi tentang nilai kebangsaan menjadi semakin…

Kontrak Impor Minyak dari Rusia, Dilakukan Negara, Bukan Lagi Pertamina

Kontrak Impor Minyak dari Rusia, Dilakukan Negara, Bukan Lagi Pertamina

Jumat, 07 Agu 2026 09:32 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 09:32 WIB

  SURABAYAPAGI.com – Pemerintah Indonesia berencana membuat kontrak impor minyak jangka panjang dari Rusia. Saat ini proses impor tersebut sudah masuk tahap ke…

Mendagri, 79 Pemda Butuh Dana Alokasi Umum Rp 14 triliun

Mendagri, 79 Pemda Butuh Dana Alokasi Umum Rp 14 triliun

Jumat, 07 Agu 2026 09:30 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 09:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – 79 pemerintah daerah butuh tambahan dana alokasi umum dari pemerintah pusat. Jumlahnya mencapai Rp 14 triliun. Mendagri Tito juga bilang s…

UMKM Ajukan KUR Hingga Rp 100 juta tak Perlu Agunan Tambahan

UMKM Ajukan KUR Hingga Rp 100 juta tak Perlu Agunan Tambahan

Jumat, 07 Agu 2026 09:28 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 09:28 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon hingga R…