Jatim Tetap Jadi Andalan Penyumbang Ekspor Non Migas Nasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema  Isu-isu Baru Dalam Kerjasama ASEAN Dengan Mitra Strategis (EU, Canada, USA dan Russia) beberapa waktu lalu. SP/KOMINFO JATIM
Penyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema  Isu-isu Baru Dalam Kerjasama ASEAN Dengan Mitra Strategis (EU, Canada, USA dan Russia) beberapa waktu lalu. SP/KOMINFO JATIM

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Jawa Timur tetap menjadi andalan penyumbang ekspor non migas nasional. Jawa Timur terus didorong untuk memainkan peran strategis dalam ekspor komoditas non migas yang selama ini telah dilakukan, tercatat penyumbang devisa negara dari ekspor nasional kedua setelah Jawa Barat.

"Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu kontributor utama bagi ekspor non migas Indonesia dengan share sebesar hampir 13 persen atau USD 19,9 miliar dari total ekspor non migas Indonesia, khusus ekspor dari Jawa Timur ke EU, Canada, USA, dan Russia mencapai hampir 23 persen dari total ekspor yang berasal dari Provinsi Jawa Timur" terang Direktur Perundingan ASEAN Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Dina Kurnia Sari, Selasa (12/10).

Ditambahkan, oleh sebab itu pihaknya memilih Surabaya untuk tempat diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema  Isu-isu Baru Dalam Kerjasama ASEAN Dengan Mitra Strategis (EU, Canada, USA dan Russia) beberapa waktu lalu, dengan mengundang para pelaku usaha, perusahaan, eksportir, asosiasi, pemangku kepentingan, akademisi dan juga pelaku UKM di Jawa Timur.

Dalam FGD ini juga dihadirkan narasumber Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kementerian Koordinator Perekonomian, Kadin Jatim, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair Surabaya dan Ekspor Center Surabaya serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Tujuan FGD ini diharapkan untuk pemangku kepentingan serta masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai isu-isu baru yang diusulkan oleh Mitra Strategis ASEAN, serta dapat memetakan peluang ekspor yang nantinya dapat mendorong pemanfaatan hasil-hasil kerja sama tersebut. ASEAN merupakan perekonomian terbesar ke-3 di Asia dan ke-6 di Dunia.

Pada tahun 2020, tercatat nilai ekspor Indonesia ke ASEAN sebesar USD 29,4 miliar dan impor sebesar USD 21,2 miliar. Ini berarti, Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan negara ASEAN sebesar USD 8,2 miliar.

Selain menambah fasilitas perdagangan, Indonesia bersama negara anggota ASEAN lainnya juga aktif melakukan kerja sama maupun perundingan dengan negara-negara di kawasan Amerika, Eropa dan Afrika.

Saat ini beberapa negara seperti US, Canada, Uni Eropa, Rusia, Swiss dan UK merupakan mitra wicara ASEAN yang cukup aktif di dalam setiap pertemuan ASEAN, walaupun kita belum ada FTA dengan mitra strategis kita ini.

Berdasarkan ASEAN Statistical Yearbook 2020, United States of America (USA) dan European Union (EU) merupakan lima besar tujuan ekspor barang ASEAN pada tahun 2019, dengan export share untuk USA mencapai 12,9% (USD 184 miliar) dan untuk EU mencapai 10,8% (USD 154 miliar). Walaupun terdapat perbedaan tingkat pembangunan antara negara anggota ASEAN dengan Negara Mitra Strategis ASEAN, namun tidak membatasi ruang untuk negosiasi di masa mendatang.

Mitra Strategis ASEAN yang notabene adalah negara maju sering kali mengusulkan isu-isu baru untuk dicakup dalam lingkup kerja sama, seperti bidang energi, lingkungan, ketenagakerjaan, perdagangan inklusif, dan yang lainnya.

Bebebapa produk ekspor Provinsi Jawa Timur yang telah berhasil diekspor ke negara di wilayah Eropa dan USA diantaranya produk perikanan seperti udang beku, cumi-cumi, tuna beku dan rumput laut,  pintu kayu; alas kaki; makanan olahan, dan lain-lain.

"Harapannya seluruh pemangku kepentingan dapat berkontribusi dalam mengembangkan serta memanfaatkan secara maksimal kerja sama ASEAN dengan mitra baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah, serta bermanfaat bagi upaya pemulihan perekonomian nasional dan kawasan akibat dari Pandemi Covid-19 khususnya di Jawa Timur" pungkasnya.kom/na

Berita Terbaru

GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

GOTO Dikeluarkan dari Indeks MSCI

Selasa, 18 Agu 2026 08:05 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengakui pengumuman rebalancing atau penyesuaian ulang konstituen saham indeks MSCI menjadi kabar yang k…

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia

BI Terbitkan Kartu Kredit Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 08:02 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi menerbitkan salah satu opsi pembayaran dengan fasilitas kredit b…

PT Freeport Proyeksikan Kepada Negara Rp 100 triliun per tahun

PT Freeport Proyeksikan Kepada Negara Rp 100 triliun per tahun

Selasa, 18 Agu 2026 08:01 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:01 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi kepada negara bisa melebih Rp 100 triliun per tahun. Menurut Presiden Direktur PTFI T…

Rekayasa Kasus,Penjarakan Pemred Raditya, Lukai Wibawa Polri

Rekayasa Kasus,Penjarakan Pemred Raditya, Lukai Wibawa Polri

Selasa, 18 Agu 2026 07:46 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 07:46 WIB

"Peristiwa penjarakan Pemred Raditya adalah tamparan keras. Ini mencoreng wibawa Polri di mata rakyat dan di mata dunia.”…

Urusan Bencana, Menkeu Siapkan Rp 5 Triliun 

Urusan Bencana, Menkeu Siapkan Rp 5 Triliun 

Selasa, 18 Agu 2026 07:42 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dukungan pembiayaan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan…

Yusril Ajak Generasi Penerus Perkuat Kedaulatan Indonesia

Yusril Ajak Generasi Penerus Perkuat Kedaulatan Indonesia

Selasa, 18 Agu 2026 07:39 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 07:39 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak generasi penerus bangsa…