Tumbuhkan Motivasi Belajar Siswa dengan Model Pembelajaran Diferensiasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepalah sekolah SMP YPPI 1 Surabaya Titris Hariyanti Utami, pelopor metode pembelajaran berdiferensiasi. SP/SEMMY MANTOLAS.
Kepalah sekolah SMP YPPI 1 Surabaya Titris Hariyanti Utami, pelopor metode pembelajaran berdiferensiasi. SP/SEMMY MANTOLAS.

i

SURABAYAPAGI,Surabaya -  Pasca pandemi covid-19 melanda Indonesia pada akhir Februari 2020 lalu, sistem tata kelola di berbagai instansi ikut berubah. Termasuk dunia pendidikan.

Model pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau acap kali disebut sekolah jadi rumah jadi alternatif solusi pembelajaran. Celakanya, PJJ justru berakibat pada turunnya minat dan motivasi belajar siswa.

Laporan dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pada tahun 2020 menunjukan, keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran hanya berada di angka 40% hingga 60%.

Turunnya minat belajar siswa ini, selain karena faktor teknologi komunikasi, metode pembelajaran yang digunakan pun menjadi penentu. Bahkan pada beberapa kasus, metode pembelajaran juga jadi penentu keberhasilan siswa dalam menerima materi yang disampaikan guru.

Belajar dari pengalaman tersebut, Kepala Sekolah SMP Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) 1 Surabaya Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si menawarkan alternatif solusi dalam menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa.

"Model pembelajaran yang cocok adalah pembelajaran berdiferensiasi," kata Titris kepada Surabaya Pagi, Minggu (31/10/2021).

Sebagai informasi, model pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dengan menggunakan berbagai macam metode.

Selama ini, metode yang lazim digunakan guru dalam menyampaikan materi adalah metode ceramah. Hal ini kata Titris, tentu akan membuat sebagian anak merasa bosan.

"Karena peserta didik itu memiliki latar belakang yang berbeda, minat yang berbeda, kesiapan belajar berbeda, gaya belajar atau karakteristik yang berbeda. Nah mereka yang berbeda ini kurang terakomodir," katanya.

Anak dengan kecerdasan kinestetik atau yang memiliki kemampuan memproses informasi secara fisik, melalui gerakan tangan atau menyentuh sesuatu benda, akan kesulitan menerima materi pembelajaran dalam bentuk ceramah.

Begitu pula mereka yang memiliki kecerdasan visual spasial akan kesulitan bila metode penyampaian materinya dalam bentuk ceramah.

"Jadi gak harus semuanya disamakan. Bisa dengan menyanyi, presentasi dalam bentuk slide, menggunakan alat peraga atau diskusi menggunakan mentimeter. Jadi ada banyak cara," katanya

"Istilahnya kalau anak minat musik, diberi contoh ya jangan olahraga," tambahnya.

Metode pembelajaran berdiferensiasi kata Titris telah diujicobakan di dua sekolah pada pertengahan September hingga Oktober 2021 kemarin. Kedua sekolah tersebut adalah SMP YPPI 1 Surabaya dan SMP Muhammadiyah Surabaya.

Dari hasil evaluasi dan refleksi, metode pembelajaran berdiferensiasi tersebut nyatanya terbukti efektif. Sekitar 75% siswa mendapatkan hasil evaluasi positif khususnya dalam peningkatan capaian belajar.

Bahkan 15 dari 20 siswa mengalami peningkatan poin capaian pembelajaran dengan tambahan poin 3 hingga 6, pasca diterapkannya metode berdiferensiasi.

Tak hanya siswa, guru yang menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi pun menunjukan keefektifan dalam menyampaikan materi. Kurang lebih 57,1% mendapatkan nilai baik dan 23,8% mendapatkan nilai sangat baik. Adapun jumlah guru sebanyak 21 orang.

Terkait pemilihan metode pembelajaran berdiferensiasi, Titris tegaskan, tugas utama sekolah khususnya guru BP adalah memberikan pemetaan karakteristik dan minat belajar siswa di awal pembelajaran.

"Ketika pemetaan sudah dilakukan, guru akan dengan mudah mencari metode mana yang cocok untuk siswa. Metode ini juga sesuai dengan core dari merdeka belajar," pungkasnya.sem

Berita Terbaru

Bidik Pasar Baking Ramadan, MITO Angkat King Nassar sebagai Brand Ambassador

Bidik Pasar Baking Ramadan, MITO Angkat King Nassar sebagai Brand Ambassador

Rabu, 18 Mar 2026 12:31 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 12:31 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – MITO Electronics resmi menunjuk penyanyi sekaligus entertainer, Nassar Fahad Ahmad Sungkar atau yang dikenal sebagai King Nassar, s…

KAI Daop 7 Madiun Amankan 28 Barang Penumpang yang Tertinggal 

KAI Daop 7 Madiun Amankan 28 Barang Penumpang yang Tertinggal 

Rabu, 18 Mar 2026 12:16 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 12:16 WIB

SURABAYA PAGI, Blitar- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang, sekaligus untuk…

Polres Blitar Kota Tangkap Puluhan Tersangka Peredaran Sabu dan Obat Terlarang

Polres Blitar Kota Tangkap Puluhan Tersangka Peredaran Sabu dan Obat Terlarang

Rabu, 18 Mar 2026 12:13 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 12:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Dalam rangka  Oprasi Pekat Semeru 2026, Polres Blitar ungkap dan tangkap pelaku tindak kriminal termasuk edar sabu dan Pil Doble …

Fenomena Mudik dan Reuni: Mencari Qalbun Salim di Tengah Validasi Sosial

Fenomena Mudik dan Reuni: Mencari Qalbun Salim di Tengah Validasi Sosial

Rabu, 18 Mar 2026 04:25 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 04:25 WIB

               Oleh: DR. (HC). SYAHRUL MUNIR, M.Pd. Menurut informasi dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, puncak arus mudik terjadi pada tanggal 18 - 19 Mare…

Gus Muhaimin Bagikan Ribuan Bingkisan Lebaran ke Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Pantura

Gus Muhaimin Bagikan Ribuan Bingkisan Lebaran ke Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Pantura

Rabu, 18 Mar 2026 04:19 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 04:19 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai rasa empati dan membangun soliditas antar sesama, Gus Muhaimin ketum PKB pada Selasa, (17/3/2026), membagikan ribuan…

PLN UID Jatim Berangkatkan 640 Pemudik Gratis Naik KA Jayakarta dari Surabaya

PLN UID Jatim Berangkatkan 640 Pemudik Gratis Naik KA Jayakarta dari Surabaya

Selasa, 17 Mar 2026 20:50 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 20:50 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Warga antusias mengikuti program mudik gratis yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Sebanyak 640 p…