ASN di Situbondo Diwajibkan Ajak Lansia Divaksin

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 02 Nov 2021 17:37 WIB

ASN di Situbondo Diwajibkan Ajak Lansia Divaksin

i

Bupati Situbondo Karna Suswandi

SURABAYAPAGI.COM, Situbondo - Bupati Situbondo Karna Suswandi mengeluarkan surat edaran agar ASN hingga tenaga honorer di lingkungan Pemkab Situbondo, yang diharuskan mengajak lansia untuk mendapatkan vaksin dosis pertama.

Hal tersebut dilakukan guna mempercepat vaksinasi terhadap lansia. Pasalnya, hingga kini capaian vaksinasi untuk lansia di Situbondo baru sekitar 30 persen.

Baca Juga: Banyak Koperasi Tidak Sehat, Pemkab Situbondo Tingkatkan Pembinaan

Tak pelak, Situbondo masih berada di PPKM level 3.

Baca Juga: Bupati Situbondo Minta Petani Kopi Gunakan Pupuk Organik

"Rendahnya capaian vaksinasi bagi lansia menjadi alasan diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Situbondo yang masih berada di level 3," kata Bung Karna, sapaan bupati, di Situbondo, Selasa (2/11).

Ia menjelaskan, untuk tenaga honorer diharapkan membawa dua orang lansia untuk mendapatkan suntikan vaksin, kasi/kasubag lima orang, pejabat eselon IIIB delapan orang, IIIA delapan orang, eselon IIB 10 orang.

"Daya tahan tubuh warga lansia sangat rapuh. Dengan adanya kewajiban ini, para ASN bersedekah untuk mengajak para lansia untuk divaksin," tuturnya.

Kata Bupati Karna Suswandi, peningkatan sasaran vaksinasi untuk lansia merupakan instruksi Pemprov Jatim. Ini setelah sebelumnya dilakukan rapat koordinasi di Malang yang dihadiri oleh Kapolda Jatim, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) dan Sekertaris Daerah Provinsi (Sekda prov).

Ia menambahkan, rendahnya capaian vaksinasi lansia karena mereka banyak tinggal di pelosok desa, dan juga adanya kekhawatiran bahkan ketakutan, karena informasi hoaks.

"Para lansia ini banyak yang tinggal di perdesaan. Banyak yang tidak terjangkau. Ditambah lagi, berita hoaks terkait bahaya vaksinasi," ucapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Arifin mengapresiasi langkah bupati yang mewajibkan tenaga honorer dan ASN membawa para lansia untuk divaksin.

"Strategi bupati ini tepat sekali, karena dengan instruksi berupa surat edaran itu, cakupan vaksinasi bagi lansia akan meningkat," tuturnya.

Kata Arifin, dengan meningkatkan capaian vaksinasi lansia khususnya diharapkan terbentuknya kekebalan kelompok. "Karena hanya dengan vaksinasi, bisa mencegah dan dan mengurnagi dampak dari infeksi COVID-19, dan mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Data diperoleh, capaian vaksinasi umum 55,1 persen, sedangkan untuk capaian vaksinasi lansia sekitar 30 persen.

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU