Dewan Endus Faktor Kelalaian Tragedi Maut Wisata Jolotundo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh saat melakukan peninjauan dan pengecekan ke lokasi kejadian.  SP/Dwy AS
Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh saat melakukan peninjauan dan pengecekan ke lokasi kejadian. SP/Dwy AS

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto temukan faktor kelalaian dalam tragedi maut wisata petirtaan jolotundo yang merengut tiga nyawa. Itu terungkap dari sidak yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuroh bersama sejumlah anggota dewan, Senin (15/11).

Politisi PKB ini menyebut, dari hasil cek lokasi, kondisi pohon yang tumbang dalam keadaan sehat dan posisi warung kopi berada dikemiringan sekitar 50 sampai 70 derajat.

"Kondisi pohonnya sehat sekali, tidak ada yang lapuk. Jadi ini perlu ada evaluasi, kalau pohonnya sehat tapi tanahnya tergerus air juga bahaya," ucap Ayni sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, meski kejadian naas ini diluar dugaan. Namun, pihaknya justru menemukan mitigasi yang disosialisasikan selama ini ternyata diberikan ke pihak yang ada di luar kawasan wisata.

Tak hanya itu, lanjut ia, harus ada pemantauan secara rutin terhadap pepohonan besar yang berdekatan dengan hunian warga maupun pedagang kaki lima (PKL) yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto, terutama kawasan wisata.

"Dan ini perlu pemahaman kewilayahan, ada yang wilayah Perhutani. Mestinya di dalam juga. Semua pihak, termasuk pedagang harus tersosialisasi. Sekaligus kondisi lingkungan, termasuk pepohonan ini harus rutin diperiksa," ujarnya.

Tak hanya itu, Ayni mendapati temuan lain di lokasi yang berada diketinggian ini. Yakni, warkop yang tertimpa pohon berada sangat dekat dengan tebing, tanpa plengsengan.

"Tentu bahaya, tidak ada plengsengan. Jadi kalau kena air hujan bisa tergerus terus," ucapnya.

Dirinya menegaskan, harus ada evaluasi dari semua instansi yang memiliki kewenangan. Tak terkecuali lokasi wisata lain yang berada di kawasan hutan lindung, seperti Pacet, Padusan, Trawas, Cangar.

"Itu kan semuanya ada di kawasan hutan lindung juga. Jadi kami minta evaluasi ini tidak untuk di sini saja. Kami minta Perhutani ikut serta juga, karena PAD-nya tidak cuma masuk ke kita, tapi mereka juga ikut menikmati juga. Kalau ada masalah, semua harus bertanggung jawab, kan gitu," ujarnya.

Ia meminta mitigasi tidak hanya dibebankan ke Pemkab Mojokerto. Melainkan pula harus dikoordinasikan dengan BPCB Jatim, Perhutani, Disparpora Kabupaten Mojokerto. Lantaran, rata-rata wilayah lokasi wisata Kabupaten Mojokerto berada di dalam wilayah Perhutani. Ditambah cuaca saat ini sedang ekstrem dikarenakan ada peringatan terjadinya La Nina. Sehingga sesegera mungkin ada upaya sosialisasi dan mitigasi untuk semua pihak yang terlibat, baik di dalam maupun di luar kawasan Pacet-Trawas.

"Karena ini tidak hanya pemkab. Rata-rata seluruh wilayah (kawasan wisata) kita ada di hutan lindung. Jadi ini perlu pengawasan dan penanganan ekstra, bukan cuma ada kejadian saja. Artinya ini ada warning yang harus kita evaluasi di wilayah pariwisata agar tidak terjadi seperti ini lagi," katanya.

Adanya peristiwa ini bisa membuat semua elemen memahami aturan yang sudah berlaku. Agar kesigapan dan upaya proteksi yang sudah dilakukan bisa berhasil.

"Saya kira semua sudah paham aturannya, sehingga saya berharap supaya tidak terjadi lagi seperti ini. Karena semua sudah diwarning saat itu, sudah ada kesiapsiagaan bencana di sana," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…