Siloam Hospitals Edukasi Cegah Virus Corona Omicron. Suntik Vaksin Saja Tidak Cukup!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Antisipasi varian baru virus corona, yakni varian B.1.1. 529 atau varian Omicron Siloam Hospitals sebagai perusahaan industri layanan kesehatan turut berupaya melalui upaya pencegahan dan kerjasama penelitian akan varian baru virus Corona Omicron. 

Upaya edukasi secara menyeluruh disiarkan sekaligus secara bersamaan melalui tiga akun live Instagram, yaitu Siloam Hospitals, Siloam Hospitals Lippo Village dan Siloam Hospitals Surabaya. Edukasi bincang kesehatan bertajuk. 

"Sudah Vaksin, Masih Bisa Kena Omicron? Melalui dua narasumber, Dr.dr Allen Widysanto Sp.P-FAPSR  dokter Spesialis Paru dari Siloam Hospital Lippo Village dan dr Diane Lukito Setiawan Sp.PK., dokter Spesialis Patologi Klinik dari Siloam Hospital Surabaya, Senin, (6/12/2021). 

Dokter spesialis Patologi Klinik dari Siloam Hospital Surabaya, dr. Diane Lukito Setiawan Sp.PK., secara umum menyampaikan, virus memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya melalui sistem mutasi, yaitu dengan meloloskan diri dari sistem imun yang ada pada tubuh manusia ataupun antibodi yang di dapat melalui vaksinasi. Akan kemampuan virus SARS-CoV2 varian Omicron ini, dikatakan Diane Lukito, dunia kedokteran dan Patologi Klinik masih mempelajari  "Sifatnya yang cenderung me- Reinfeksi Cepat pada pasien pasien survivor atau yang pernah terkena paparan Covid-19," terangnya Diane Lukito. 

Diane Lukito  melanjutkan, hingga saat ini, upaya pencegahan yang paling optimal melalui target vaksinasi dengan dosis penuh tercapai di masyarakat  diiringi pelaksanaan Protokol Kesehatan secara berkelanjutan. 

"Adapun tes PCR masih merupakan 'golden standard' dalam mendeteksi virus SarsCov-2 dan beberapa virus lainnya seperti HIV dan Hepatitis, namun untuk mendeteksi sejumlah varian- Covid-19 yang ada, perlu tindakan lanjutan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan pada spesimen dengan hasil PCR positif," tutur dokter Diane Lukito. 

Dari edukasinya, Diane Lukito mengingatkan akan variasi respon terhadap vaksin, antibodi bahkan paparan virus Omicron pada setiap manusia memang cenderung berbeda. "Namun, mekanisme immune escape pada virus (Omicron) ini yang terus diteliti ahli. Untuk sementara, vaksin booster bagi banyak 'kalangan' seperti kalangan medis dan kalangan yang rentan dirasa perlu bahkan penting" tegasnya. 

Pada akhir edukasi, dokter spesialis Patologi Klinik dari Siloam Hospital Surabaya, dr. Diane Lukito Setiawan Sp.PK. mengingatkan pencegahan maupun pengobatan atas paparan Corona Omicron ini kembali ke setiap individu. 

"Sangat tergantung dari setiap individu di periode Pandemi Covid-19 ini dalam menjalani periode pandemi. Kuncinya agar tetap bisa aktivitas adalah disiplin protokol kesehatan lalu perkuat sistem imun dengan vaksinasi, makan makanan bergizi, tidur yang cukup dan olahraga teratur, dan segera melakukan pemeriksaan bila didapatkan gejala" pungkas Diane Lukito kepada lebih dari 200 viewer yang antusias mengikuti edukasi hingga sesi tanya jawab berlangsung. 

Di kesempatan selanjutnya, Dr.dr Allen Widysanto Sp.P-FAPSR.,  dokter Spesialis Paru dari Siloam Hospital Lippo Village menilai akan varian Omicron 'disinyalir' transmisinya beberapa kali lipat lebih cepat dari varian lainnya, dengan kecenderungan yang dirasakan adalah Gejala Sistemik seperti: pusing dan sakit kepala dibanding gejala Respirasi seperti : batuk, pilek hingga hilang penciuman. 

"Pada prinsipnya tatalaksana pasien terpapar covid-19 varian Omicron sama dengan sejumlah varian  yang telah muncul sebelumnya. Akan hal tersebut, penelitian dan observasi masih terus berlanjut pada dunia kedokteran khusus nya tentang varian Omicron ini. Salah satu contoh di benua Afrika, paparan virus yang terus meningkat dengan presentasi paparan pada anak usia 9-12 tahun yang cukup tinggi, " ungkap Allen Widyasanto. 

Terkait upaya dan hasil penelitian serta efektivitas vaksin, disampaikan Doktor Allen Siloam Hospitals Group terus melakukan studi dengan para ahli spesialis yang melibatkan para perawat dan pihak terkait tentang titer antibodi yang didapat setelah mendapatkan vaksin. 

Efektivitas vaksin masih dinilai efektif walaupun kesembuhan seorang pasien Covid-19 adalah 'multi factoral'. "Di kesempatan ini saya ikut mengingatkan bahwa vaksin adalah salah satu integral pentingnya," pungkas doktor Allen. 

Dilansir dari laman resmi WHO, langkah yang paling efektif yang dapat dilakukan individu untuk mengurangi infeksi dan mencegah Covid-19, termasuk varian Omicron adalah: 

Menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain.Memakai masker dengan benar. Membuka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.

Menghindari ruangan yang ramai dan berventilasi buruk.Mencuci tangan dengan sabun dan air. Menerapkan etika bersin dan batuk.Mendapatkan vaksin Covid-19 hingga dosis penuh. Alq

Tag :

Berita Terbaru

Update Jumlah Penduduk Surabaya, Komisi A Akan Panggil Dispendukcapil

Update Jumlah Penduduk Surabaya, Komisi A Akan Panggil Dispendukcapil

Rabu, 16 Sep 2026 16:12 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jumlah penduduk Surabaya dalam pembaruan terbaru berada di kisaran 3 juta jiwa. Guna memastikan kestabilan data tersebut sebagai…

Panen Tembakau Masih Berlangsung, Harga Jual Tembus 50 Ribu

Panen Tembakau Masih Berlangsung, Harga Jual Tembus 50 Ribu

Rabu, 16 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Petani tembakau di Lamongan bisa tersenyum lebar. Saat panen raya kali ini harga jual tembakau cukup tinggi mencapai Rp 50 ribu…

Berkat Inovasi ‘Besti Pren’, Angka Prevalensi Stunting di Ponorogo Alami Penurunan

Berkat Inovasi ‘Besti Pren’, Angka Prevalensi Stunting di Ponorogo Alami Penurunan

Rabu, 16 Sep 2026 14:42 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo mencatat tren positif berkat inovasi ‘Besti Pren’, angka prevalensi stunting di Kab…

Hadapi Cuaca Kering Berdebu, Dinkes Madiun Imbau warga Waspadai ISPA

Hadapi Cuaca Kering Berdebu, Dinkes Madiun Imbau warga Waspadai ISPA

Rabu, 16 Sep 2026 14:35 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki puncak musim kemarau berlangsung kering dan berdebu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

Perkuat Identitas Khas Daerah, Pemkot Dorong Perajin Batik Kreasikan Berbagai Ikon Daerah Khas Madiun

Perkuat Identitas Khas Daerah, Pemkot Dorong Perajin Batik Kreasikan Berbagai Ikon Daerah Khas Madiun

Rabu, 16 Sep 2026 14:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui Pelatihan Peningkatan Daya Saing Motif Khas Daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah…

Lewat Layanan Pesankeling, DKPP Kota Madiun Peduli Kesejahteraan Hewan di Tingkat Kelurahan

Lewat Layanan Pesankeling, DKPP Kota Madiun Peduli Kesejahteraan Hewan di Tingkat Kelurahan

Rabu, 16 Sep 2026 14:07 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan hewan sehat dan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan, Dinas Ketahanan…