Penyeimbang Itu Bernama Pendidikan Non Formal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Esti Nalurani Bendahara Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ketua Departemen Pendidikan Kadin Surabaya
Esti Nalurani Bendahara Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ketua Departemen Pendidikan Kadin Surabaya

i

SurabayaPagi, Surabaya - Pendidikan adalah proses panjang dalam kehidupan manusia. Ada kalanya, pendidikan juga saling terkait dengan aneka masalah dalam kehidupan manusia. 
 
Tidak semua orang, misalnya, bisa menjalani masa pendidikan formal dengan lancar. Akibat masalah-masalah itu, tidak sedikit orang yang terpaksa putus sekolah.
 
Maka, di tengah masalah seperti itu, satuan pendidikan non-formal hadir untuk terus membersamai masyarakat yang sedang dan/atau pernah kehilangan kesempatan di bangku pendidikan formal.
 
Di tingkat pendidikan non-formal ini, sesungguhnya terdapat berbagai entitas pendidikan yang selama ini mungkin jarang diketahui masyarakat umum. Terdapat PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat), SKB (satuan kegiatan belajar), hingga LKP.
 
Kebanyakan orang, sepertinya, sampai saat ini masih menganggap satuan pendidikan non-formal semacam itu secara sebelah mata.
 
Pemegang ijazah kejar paket B atau C misalnya, masih dianggap berbeda kualitas dengan pemegang ijazah sekolah formal seperti SD atau SMP. Padahal, keduanya sama-sama diakui oleh pemerintah dan setara. 
 
Dan dalam hal ini, pendidikan non-formal sejatinya memegang peran sebagai penyeimbang bukan hanya sekedar pilihan terakhir.
 
Ketika tidak semua orang mampu mengakses pendidikan formal, satuan pendidikan non-formal dengan berbagai kegiatannya hadir di tengah-tengah masyarakat. Mereka menyiapkan tidak hanya ilmu pengetahuan akademis tetapi juga aneka keterampilan lain bagi murid – yang dalam dunia pendidikan non-formal disebut warga belajar.
 
Beberapa PKBM juga memfasilitasi warga untuk mengikuti ujian keseteraan demi bisa mengakses dan menciptakan kehidupan yang lebih baik lagi. Bahkan dengan fasilitas ini, para warga belajar lulusan Pendidikan non-formal juga memiliki kesempatan yang sama dalam menempuh Pendidikan di universitas baik negeri maupun swasta.
 
Di tingkat akar rumput, secara lebih jauh lagi, satuan pendidikan non-formal sejatinya juga memberikan warna lain dalam dunia pendidikan Indonesia. Bahwa, pendidikan tidak melulu soal anak SD belajar matematika atau anak SMA praktikum.
 
Kegiatan di PKBM, contohnya, memberikan pendidikan dengan aneka keterampilan untuk modal bertahan hidup. Keterampilan seperti kerajinan tangan, memasak, kewirausahaan praktis, hingga hal-hal lain turut diajarkan.
 
Berdasar data di atas angka, kegiatan pendidikan non-formal pun terdapat sangat banyak di Indonesia, hampir setiap daerah memilikinya dengan berbagai ceritanya sendiri. 
 
Berdasarkan data referensi Kemendikbud RI, jumlahnya bisa mencapai ratusan. Di DKI Jakarta dan Jawa Barat, jumlah PKBM bahkan menyentuh angka ribuan. Menariknya, juga terdapat 11 PKBM di luar negeri.
 
 
Secara kualitas, pendidikan non-formal juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemerintah secara rutin menganggarkan dana khusus untuk pengembangan kegiatan di PKBM. Terdapat akreditasi tahunan dan jumlahnya pun terus digenjot tiap tahunnya demi kualitas layanan yang kian membaik. 
 
Di tingkat pengajar PKBM, terdapat pula beberapa acara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kegiatan non-formal.
 
Pada akhirnya, satuan pendidikan non-formal bukanlah anak tiri dari pendidikan formal. Lebih jauh, lebih penting, sekaligus lebih mendasar, satuan ini adalah penyeimbang bagi dunia pendidikan di Indonesia.
 
Lewat keberadaan mereka, masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan dalam urusan pendidikan. Dengan adanya mereka, masyarakat punya kesempatan untuk mengikuti dan mendapatkan ijazah keseteraan.
 
Bukankah keseteraan adalah kata kunci dalam sistem pendidikan? Bahwa, setiap orang berhak mendapatkannya, dan itu tidak selalu lewat pendidikan formal di gedung sekolah? Dan untuk itulah pendidikan non-formal ada. By
Tag :

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…