Penebangan Pohon di Kawasan Sumber Air Kerawak Montong, Disoroti Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jalan menuju area penebangan yang terlihat dari jalan raya.
Jalan menuju area penebangan yang terlihat dari jalan raya.

i

SURABAYA PAGI, Tuban- Penebangan pohon jati kawasan hutan di sekitar area sumber mata air kerawak, yang masuk teritori Kecamatan Montong menjadi sorotan masyarakat. Sorotan tersebut muncul karena di kawasan sekitar penebangan terdapat sumber mata air besar. Baik sumber utama maupun sumber air kecil dari tepi sungai, bahkan ada sumber yang dari tengah sungai kerawak.

"Agak kuatir sih, kan pohon- pohon yang ditebang itu dekat dengan sumber air. Takutnya jarak tebang terlalu dekat sehingga nanti ada imbas yang bisa berakibat rusaknya sumber," ungkap salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya.

Mengacu pada undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, bisa ditemukan adanya aturan tentang jarak yang dilarang melakukan aktivitas penebangan. Tepatnya dalam pasal 12 dan pasal 13. Dalam pasal 12 diatur tentag mekanisme, perizinan dan teknis penebangan.

Sedangkan dalam pasal 13 menjelaskan secara rinci mengenai maksud pasal 12 poin C yang memuat apa saja penyebab penebangan pohon dalam kawasan hutan dianggap tidak sah dimata undang- undang.

Di antaranya adalah melakukan aktivitas penebangan pohon di radius (jarak) kurang dari 200 meter dari tepi mata air dan kiri kanan sungai di daerah rawa.

Menebang pohon di radius kurang dari 100 meter dari kiri kanan tepi sungai. dan 50 meter dari kiri kanan tepi anak sungai. Hasil penelusuran Surabaya Pagi, terlihat jika disisi selatan lokasi tebang, ada sungai yang mengalir dari jalur sumber mata air Kerawak yang berjarak dengan jalan raya dan bidang tanah hutan, serta diduga area sungai itu juga terdapat sumber mata air.

Yangmana setiap harinya, keberadaan sungai tersebut, dimanfaatkan warga di wilayah Kecamatan Singgahan untuk memenuhi kebutuhan air. Sehingga, apabila sumber mata air terancam, dampak lanjutannya juga dapat mengancam kehidupan masyarakat.

Mengetahui adanya penebangan pohon di sekitar sumber air Kerawak yang kini di soroti masyarakat sekitar, Wakil Ketua DPRD Tuban, Imam Sutiono yang seringkali melewati kawasan sumber air saat akan ke gedung dewan pun memberikan respon.

Kepada Surabaya Pagi, ia mengatakan, akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait mengenai aktivitas penebangan pohon tersebut. Selain itu, ia juga akan turun ke lokasi untuk melihat secara detail tentang kondisi sebenarnya.

“Saya sudah menerima informasi dari masyarakat. Meski pihak terkait sudah punya dasar hukum dan pertimbangan sebelum melaksanakan penebangan. Namun tidak salah jika saya akan meninjau ke lapangan secara langsung guna memastikan semuannya,” katanya. Minggu, (26/12/21).

Menurut Imam, kekhawatiran masyarakat atas adanya penebangan pohon di sekitar area sumber air, merupakan bentuk reaksi yang wajar dan bisa dimaklumi. Sikap tersebut, bisa jadi adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap kelangsungan lingkungan. Terutama kepada sumber mata air Kerawak, yang tentu telah lama menjadi urat nadi kehidupan warga sekitar.

“Kabar yang saya pernah dengar, Penebangan dilakukan nanti di bulan Januari, belum sekarang. Yang sudah itu hanya beberapa saja. Tapi coba dalam waktu dekat saya akan cek lapangan dulu,” tandasnya.her

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…