Pengunjung Wisata di Banyuwangi Membludak, Pengelola Terapkan Sistem Buka Tutup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengunjung wisata di Banywuangi membludak pada libur tahun baru 2022.
Pengunjung wisata di Banywuangi membludak pada libur tahun baru 2022.

i

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Libur tahun baru 2022 dimanfaatkan sejumlah warga untuk menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat wisata. Pasalnya, seiring melandainya kasus covid-19, pemerintah mengizinkan beberapa tempat wisata untuk buka.

Pengelola obyek wisata di Banyuwangi terpaksa memberlakukan sistem buka tutup, karena membludaknya wisatawan. Wisatawan terpaksa antre, karena menunggu giliran untuk masuk ke areal wisata pantai di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

Hal ini terjadi di destinasi wisata, Grand Watudodol (GWD), Sabtu (1/1/2022). Tidak semua pengunjung wisata GWD yang datang langsung bisa memasuki area destinasi.

Hal tersebut karena ada aturan pembatasan jumlah pengunjung selama Libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Kapasitas destinasi hanya bisa menampung 75 persen dari kapasitas 100 persen.

"Kapasitas 750 orang dari kapasitas normal 1.000 pengunjung. Jika pengunjung di dalam dirasa telah memenuhi kuota 75 persen, maka pengunjung yang datang kita arahkan untuk menunggu," jelas Ketua Pokmas Pesona Bahari GWD Abdul Azis kepada wartawan.

Pengunjung yang antre baru bisa masuk dan membeli tiket setelah pengunjung lain keluar atau meninggalkan GWD.

"Wisatawan yang baru datang kita arahkan untuk menunggu di luar. Mereka bisa parkir di tepi jalan atau lokasi parkir yang kita tunjuk," tambah Abdul Azis yang juga Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi.

Kebijakan ini tentu tidak mengenakkan bagi pengunjung. Namun pengelola GWD harus menerapkan kebijakan Satgas COVID-19 yang menerapkan aturan seluruh obyek wisata di Banyuwangi hanya boleh menampung 75 persen dari kuota aslinya.

"Semua destinasi di Banyuwangi sama, menerapkan aturan kuota 75 persen. Karena bila lebih dari itu bisa kena semprit Satgas COVID-19," tukas Abdul Azis.

Di samping menerapkan sistem buka tutup, pengelola GWD juga mewajibkan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan. Utamanya menggunakan masker dan telah divaksin.

Terpisah Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengimbau kepada pengelola wisata untuk patuh dengan aturan protokol kesehatan. Mengajak tidak ada kerumunan dan tetap menggunakan masker bagi pengunjung.

"Tetap harus menjaga protokol kesehatan. Mohon maaf bagi wisatawan harus antre sesuai dengan kapasitasnya," pungkasnya. 

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…