Angka Stunting Kota Mojokerto Paling Rendah se Jawa Timur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rilis data problem stunting di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021. SP/Dwi AS
Rilis data problem stunting di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021. SP/Dwi AS

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Upaya Pemerintah Kota Mojokerto untuk menekan tingkat stunting (gizi buruk) pada balita patut diacungi jempol. Pasalnya, angka stunting Kota Mojokerto tercatat paling rendah se Provinsi Jawa Timur.

Berdasar rilis data problem stunting di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021, angka stunting Kota Mojokerto hanya mencapai 6,9 persen. Disusul  Kota Madiun 12,4 persen dan ketiga terendah adalah Kota Blitar dengan 12,9 persen.

Selain itu, dalam data yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga disebutkan bahwa problem stunting di Jatim mencapai 23,5 persen. 

Menanggapi ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr Farida Mariana menyampaikan survey tersebut berasal dari status gizi Indonesia. Dan itu dilaksanakan dari Balitbang Kemenkes.

"Jadi mereka pakai sampling. Dan kebetulan Kota Mojokerto disampling cukup banyak, jadi validitas angka itu cukup tinggi dan itu survey resmi tahun 2021 kemarin," ujarnya, Minggu (9/1).

Menurut dia stunting itu dari hasil pemeriksaan perawakan tinggi badan yang tidak sesuai. "Kalau dari hasil kami sekitar 515 anak. Cuma kan itu nanti yang ketemu kami konsultasikan ke dokter spesialis anak yang ada di puskesmas," lanjutnya.

Stunting tersebut nanti perlu dilihat penyebab perawakan pendeknya karena apa jelas dia? "Kalau misal karena orang tua pendek tak masalah. Karena dari turunan dan genetik," tegasnya.

Namun kata dia jika itu dari pola asuh yang kurang, atau karena penyakit maka itu harus diintervensi. Sebab itu adalah stunting sebenarnya.

 

Terpisah Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menambahkan pihaknya dari pemkot dalam persoalan stunting ini ditangani mulai dari hulu ke hilir secara preventif. Yakni, mulai dari calon pengantin dan pada saat hamil serta lahir bayi. Jangan sampai anak kurang gizi atau salah pola asuh.

"Pas balita udah kadung stunting kami kawal dari sisi gizi, tapi itu pun tak bisa Dinkes saja yang gerak. Ini proses keroyokan stunting, jadi lintas OPD bergerak harapannya bisa diturunkan," ujarnya.

Rendahnya angka stunting ini imbuh dia juga bisa diartikan adanya kesejahteraan di masyarakat Kota Mojokerto. "Jadi sudah banyak kegiatan dari berbagai OPD misal dari Diskoperindag bagaimana inkubasi wirausaha. Seperti itu mengerek pendapatan warga miskin yang akhirnya balita kita juga yang tadinya kurang gizi jadi terangkat," imbuh perempuan yang biasa disapa Ning Ita ini. Dwi

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…

BNN Tegaskan Vape Bukan Alat Bantu Berhenti Merokok

BNN Tegaskan Vape Bukan Alat Bantu Berhenti Merokok

Rabu, 18 Feb 2026 18:34 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan, bahwa rokok elektronik atau biasa disebut vape, tidak serta merta sebagai alat b…