Independensi Media Diuji dalam Tahun Politik dan Pesta Demokrasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah praktisi media saat melakukan peliputan/ Foto: Flickr, Laksamana Rayhan Ican.SP/SAMMY MANTOLAS
Sejumlah praktisi media saat melakukan peliputan/ Foto: Flickr, Laksamana Rayhan Ican.SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Setiap tanggal 9 Februari, pers di Indonesia merayakan hari besarnya yang kemudian disebut dengan Hari Pers Nasional (HPN).

 Tahun ini, perayaan HPN dilakukan di Kendari, Sulawesi Tenggara dengan tema Sultra Jaya Indonesia Maju. Peringatan tahunan yang dilaksanakan rutin di Indonesia sejak 1985 ini, memiliki tema yang terus berganti. Kendati begitu, esensi dari tema tersebut adalah untuk memajukan Indonesia.

 Salah satu tugas terberat pers adalah menjaga marwah politik dan demokrasi di Indonesia. Tahun 2022 hingga 2024, merupakan tahun dimana tugas dari pers tersebut diuji. 

 Karena tahun 2022, ada momen politik yang menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Dan puncaknya adalah tahun 2024 yang ditandai dengan pemilu presiden.

 Tepatnya 1 Agustus 2022, akan ada sejumlah partai politik yang akan mendaftarkan diri ke KPU. Dan pada tanggal 14 Desember 2022 KPU akan menetapkan parpol peserta Pemilu 2024.

 Menurut Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura sekaligus peneliti Survey Center (SSC) Surabaya Surokim Abdussalam, ujian terbesar pers saat ini adalah menjaga independensi selama tahun politik berlangsung. 

"Peran pers dalam politik amat strategis sebagai penjaga daulat dan ruang publik. Pers harus bisa memainkan peran sebagai pencerah, pemasok, dan penjaga ruang publik agar selalu sehat dan pro publik. Bisa menjaga independensi, non partisan, dan juga bisa menguatkan semangat masyarakat menuju public share yang lebih baik dan kondusif," kata Surokim kepada Surabaya Pagi, Rabu (09/02/2021) 

Hal tersebut dinilainya sangat penting, mengingat pada Pilpres sebelumnya terjadi polarisasi media yang kuat. Hal ini dapat dilihat pada Pilpres 2014, dimana Tv One dan Metro Tv secara terang-terangan memihak pasangan calon presiden pada saat itu.

Alhasil, publik akhirnya terpecah menjadi dua kubu. Kubu Pro Jokowi dan kubu pro Prabowo atau sebaliknya kubu kontra Jokowi dan kontra Prabowo. 

Begitu pula tahun 2019, kendati tidak separah pilpres 2014, masih ada juga media mainstream online yang tidak menunjukan ke-independenannya.

 Keberpihakan pers di tahun politik dinilai sebagai upaya merusak marwah dan cita-cita pers sebagai pilar ke-4 demokrasi.

 "Tentu memainkan peran itu (independensi) bukan perkara mudah karena kita semua tahu kuasa ekonomi politik media sudah sedemikian kuat di negeri ini," terangnya.

 "Namun pers sebagai mata hati publik seyogyanya bisa terus menguatkan perannya sebagai penjaga ruang publik yang sehat termasuk menjaga kualitas informasi publik agar sehat dan tidak sesak oleh fake news, hoaks dan disinformasi. Memainkan peran ini jelas butuh konsistensi dan juga keteguhan dan jelas itu bukan hal yang mudah," tambahnya. 

Meski begitu, ia meyakini selalu ada kebenaran intersubjektif yang ada di dalam media yang bisa selalu menyuarakan kebenaran publik. Intersubjektif ini kata Surokim, akan membuat pers hadir sebagai garda depan penjaga kualitas demokrasi dalam bidang informasi. Meneguhkan semangat menjaga daulat publik itu tugas abadi media dan pers 

"Pers memang akan selalu berada dan menghadapi dilema ekonomi politik yang selalu menggiurkan. Dan ternyata yang abadi adalah ketika pers bisa menjawab eksistensinya dengan istiqomah berada dalam barisan penguat peran publik. Jika ingin abadi maka memainkan peran kepublikan itu yang harus terus dimainkan oleh pers menyongsong 2024," ucapnya.sem

Tag :

Berita Terbaru

Pendatang Baru, Polytron Tembus Penjualan Mobil Listrik dan Lampaui Sejumlah Merek Global

Pendatang Baru, Polytron Tembus Penjualan Mobil Listrik dan Lampaui Sejumlah Merek Global

Kamis, 05 Mar 2026 22:12 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 22:12 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Produsen elektronik nasional, Polytron, mulai menunjukkan performa kompetitif di pasar kendaraan listrik Indonesia meski baru terjun di …

PDIP Jatim Gelar Nuzulul Quran, Said Abdullah: Wujud Hidupkan Kebinekaan

PDIP Jatim Gelar Nuzulul Quran, Said Abdullah: Wujud Hidupkan Kebinekaan

Kamis, 05 Mar 2026 21:38 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 21:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran sebagai bagian dari upaya m…

Kemlu Tunda Umrah, AMPHURI Bolehkan Travel Umrah

Kemlu Tunda Umrah, AMPHURI Bolehkan Travel Umrah

Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masalah keberangkatan umrah ramadan yang tinggal dua pekan, masih simpang siur. Ketua Umum DPP AMPHURI, Firman M Nur mengatakan…

Saat Konflik AS-Israel VS Iran, Umrah Mandiri Risiko Tanpa Perlindungan Hukum

Saat Konflik AS-Israel VS Iran, Umrah Mandiri Risiko Tanpa Perlindungan Hukum

Kamis, 05 Mar 2026 19:45 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kondisi saat ini banyak jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal…

Kemendagri Beri Tip Kepala Daerah tak Punya Latar Belakang Pemerintahan

Kemendagri Beri Tip Kepala Daerah tak Punya Latar Belakang Pemerintahan

Kamis, 05 Mar 2026 19:44 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan tanggung jawab tersebut harus dipahami sejak awal saat seseorang…

KPK Nyatakan Modus Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Rumit

KPK Nyatakan Modus Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Rumit

Kamis, 05 Mar 2026 19:42 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:42 WIB

Ditemukan Konflik Kepentingan Bupati, Suami dan Anak Dalam Proyek Senilai Rp 46 miliar   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) …