64 Bangli di Atas Saluran Air Resahkan Warga Gebang Putih, Laila Mufidah Minta Semua Pihak Harus Duduk Bersama

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Terkait puluhan bangunan liar (Bangli) berdiri di atas saluran air di jalan raya Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Keberadaan Bangli yang kini sudah mencapai 64 bangunan permanen dan semi permanen itu meresahkan warga, Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah meminta agar semua pihak bergerak menyikapi persoalan pelik warga Gebang Putih. 

Pemkot Surabaya bersama Dinas terkait, Satpol PP, Kecamatan, dan Kelurahan harus menyadari tugas mereka masing-masing. Kalau dibiarkan, masalah ini akan makin besar dan menjalar. Tidak hanya menjadi problem Gebang Putih tapi juga problem kota.

Laila selaku wakil rakyat di DPRD Surabaya tidak bisa membiarkan warga Gebang Putih menghadapi problem kampungnya sendirian. Apalagi saat ini sudah melibatkan banyak warga luar Gebang Putih. Bangli sudah disewakan. 

"Soal Bangli adalah masalah klasik. Warga penyewa mari dilakukan penyadaran. Begitu juga pihak yang memanfaatkan, memfasilitasi sewa-menyewa harus disadarkan. Jangan sampai terjadi gesekan sosial," katanya.

 

Laila segera berkoordinasi dengan anggota Komisi C DPRD dan  Pemkot Surabaya. Semua pihak harus duduk bersama. Tidak hanya Pemkot, DPRD, tapi juga pengembang, pihak yang memfasilitasi sewa, warga penyewa, dan warga asli Gebang Putih.

Lurah Gebang Putih Indriani Setiyawati menandaskan bahwa pihaknya segera melakukan musyawarah dan mendata para pedagang yang sudah menempati atau menyewa bangli tersebut. 

"Jika para pedagang ini berstatus warga domisili Surabaya dan jika tidak memiliki tempat tinggal akan kita taruh di rusunawa. Sebaliknya bagi warga bukan KTP Surabaya jika tidak punya tempat tinggal akan kita pulangkan ke daerahnya masing-masing," kata Indriyani. 

Ada pihak yang memanfaatkan fasum tersebut untuk kepentingan pribadinya. "Ada yang menjamin sehingga saat ini berlaku sewa-menyewa di atas lahan fasum itu. Kalau terus dibiarkan warga akan makin resah," kata Sueb, salah satu tokoh masyarakat Gebang Putih, Minggu (20/2).

Mantan Ketua LPMK Gebang Putih ini menjadi saksi saat jalan sepanjang sekitar 500 meter itu marak Bangli. Semula adalah lahan gogol atau lahan garapan warga yang kemudian dibeli salah satu pengembang. Lahan itu semula berpagar. 

Keberadaannya berada di sisi  perumahan. Terpisah oleh tembok perumahan. Semula keberadaannya berpagar. Sejak 2020 ada upaya sejumlah warga yang memanfaatkan tanah itu untuk Bangli. Semula satu dua bangunan. Kemudian bertambah dan kini makin menjamur. 

Warga Kampung Asem Putih sudah berusaha menyampaikan ke pihak kelurahan hingga ke Pemkot Surabaya. Namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut. Begitu Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah menggelar reses atau melakukan jaring aspirasi masyarakat di Keputih, warga makin semangat melapor. Alq

Berita Terbaru

Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total di Tengah Desakan Penghentian Sementara dan Fokus Wilayah 3T

Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total di Tengah Desakan Penghentian Sementara dan Fokus Wilayah 3T

Jumat, 26 Jun 2026 20:22 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Lembaga pengawas program makan siang pemerintah, MBG Watch, mendesak pemerintah untuk segera memberlakukan moratorium atau p…

Saksi Sumarno Sebut Maidi Minta OPD Siapkan Satu Domba untuk Mini Zoo 

Saksi Sumarno Sebut Maidi Minta OPD Siapkan Satu Domba untuk Mini Zoo 

Jumat, 26 Jun 2026 20:20 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 20:20 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –‎Selain dugaan pemerasan terhadap pengusaha dan pengembang dalam persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi berkedok CSR dan grati…

Kepergian Kiai Politisi dan Politisi Kiai, dengan Segudang Pengabdian

Kepergian Kiai Politisi dan Politisi Kiai, dengan Segudang Pengabdian

Jumat, 26 Jun 2026 19:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 19:19 WIB

Obituari Oleh Muhajirin  Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dunia keulamaan dan masyarakat Kabupaten Lamongan kembali kehilangan salah satu putra t…

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Fakta Sidang Ungkap Sikap Arogan Maidi, Bawahan Diancam Nonjob dan Dipecat jika Tak Patuh

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:26 WIB

SURABAYPAGI.COM, Madiun - Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi berkedok corporate social responsibility (CSR) dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor…

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Diduga Pakai Mahar, Belasan Tenaga Magang RSUD dr. Harjono Ponorogo Tuntut Kejelasan 

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Belasan tenaga magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo, Jawa Timur, menuntut kejelasan nasib ke pihak m…

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Kebutuhan Dana Tunai Naik, Gadai Emas Jadi Solusi Likuiditas Jangka Pendek bagi Masyarakat

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan likuiditas rumah tangga menjelang tahun ajaran baru mendorong peningkatan signifikan pada pembiayaan gadai emas di PT Bank S…