SURABAYAPAGI, SURABAYA - Perbaikan aliran listrik di Pulau Madura berdampak besar pada aktivitas dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Atas dasar itu, Wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mendesak pihak PLN untuk segera menghidupkan listrik di Madura. Pasalnya pemenuhan kebutuhan listrik merupakan salah satu hajat hidup manusia yang harus dipenuhi.
“Saya mendesak kepada PLN, harus segera diselesaikan masalah pemadaman listrik di Madura. PLN harus gerak cepat untuk mencari masalahnya jangan sampai berlarut-larut. Karena pemenuhan listrik ini sangat vital sekali,” jelas politisi asal Madura, Selasa (2/3/2022).
Jika tak kunjung menyala, kata politisi Demokrat ini, perekonomian masyarakat di Madura bisa terganggu. ”Kehidupan manusia tak lepas dari pemenuhan listrik. Sangat tergantung sekali, sehingga ini yang mendesak untuk dipenuhi jika tak ada listrik,” tegasnya.
Mantan birokrat ini mengatakan pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas gerak cepat Gubernur Khofifah yang turun langsung untuk mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk segera menyalakan listrik di pulau Madura.
“Kami apresiasi gerak cepat bu Gubernur yang memperhatikan pemenuhan pasokan listrik di Madura yang mengalami padam beberapa hari. Ini membuktikan bu gubernur sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat Madura,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat Madura bijak mengkonsumsi listrik guna mengurangi dampak pemadaman, utamanya di sektor rumah tangga dan dan industri. Caranya dengan menghemat penggunaan lampu ataupun alat elektronik yang tidak penting/urgent digunakan serta pemanfaatan genset bagi sektor industry.
Sekedar diketahui, Listrik sebagian wilayah Madura padam akibat adanya gangguan penghantar 150 kV Ujung – Bangkalan. Dampaknya, adanya pemadaman listrik secara bergilir yang sudah berjalan selama lima hari dipulau garam tersebut.
Tak hanya itu, akibat Gangguan tersebut menyebabkan kehilangan beban listrik sebesar 73,35 MW dan mengakibatkan sering padam di beberapa wilayah Pulau Madura.
Sembari menunggu perbaikan atau penormalan kabel/jaringan, PLN saat ini melakukan pembagian beban atau pemadaman bergilir di Pulau Madura. Namun, PLN telah memberikan support genset mobile untuk kegiatan pondok pesantren dan tempat ibadah di Madura dengan total 73 unit genset dengan kapasitas 4367,60 kVA dari Jakarta Raya, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah. rko
Editor :
Lordna Putri
Berita Terbaru
Selasa, 04 Agu 2026 21:24 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 21:24 WIB
SURABAYA PAGI, Ponorogo- Penyidikan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo…
Selasa, 04 Agu 2026 20:33 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 20:33 WIB
SURABAYAPAGI.com, Jember — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember memberikan tanggapan terkait implementasi program pelayanan Homecare bagi masyarakat. O…
Selasa, 04 Agu 2026 20:32 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 20:32 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta pemerintah pusat dan Pemprov Jatim memberikan layanan trauma healing sebagai bagian p…
Selasa, 04 Agu 2026 20:30 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 20:30 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Buntut dugaan aksi premanisme yang viral di media sosial terkait penyerobotan Ruko di Jalan Krukah Utara Ngagelrejo Kec. Wonokromo…
Selasa, 04 Agu 2026 19:57 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 19:57 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dinilai melanggar kode etik aparatur sipil negara (ASN), Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun mengadukan Kepala Bagian Hukum P…
Selasa, 04 Agu 2026 18:26 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 18:26 WIB
SURABAYA PAGI, Ponorogo-Pengusutan kasus dugaan korupsi penyimpangan tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tahun anggaran 2023–2026 t…