SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Gresik terus meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan zero accident melalui penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat sekitar.
Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh karyawan dan Tenaga Alih Daya (TAD) PLN NP UP Gresik, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas instansi, belum lama ini.
Sejumlah instansi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Polsek Gresik Kota, Polsek KP3 Gresik, Kasat Binmas Polres Gresik, Danramil Gresik, Camat Gresik, Basarnas Surabaya, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik, serta BPBD Gresik.
Senior Manager PT PLN NP UP Gresik, Mochamad Fauzi Iskandar, menegaskan bahwa apel ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh insan PLN NP UP Gresik untuk terus mengedepankan penerapan K3 dalam setiap aktivitas kerja.
“Bulan K3 Nasional menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan kita semua bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh mengalami penurunan,” ujar Fauzi, Kamis (22/1/2026).
Setelah apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Bulan K3 Nasional bertema “Strengthening Occupational Safety Culture and Emergency Preparedness in the Workplace” yang digelar di PLN UPDL Surabaya Satelit Gresik.
Seminar ini diikuti lebih dari 140 peserta, baik secara luring maupun daring, sebagai upaya memperluas pemahaman tentang pentingnya budaya keselamatan kerja dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Tema tersebut dipilih untuk memperkuat kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur yang berperan dalam regulasi dan pembinaan K3, serta Basarnas Surabaya yang memiliki keahlian dalam bidang penyelamatan dan penanganan keadaan darurat.
Fauzi berharap seminar ini dapat memberikan wawasan yang lebih menyeluruh bagi seluruh peserta.
“Kami berharap seluruh insan PLN semakin sadar akan risiko kerja dan memiliki kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja,” ucapnya.
Materi pertama disampaikan oleh Eko Nurmardianto dari Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur yang membahas penguatan budaya keselamatan kerja serta upaya pencegahan kecelakaan.
Sementara materi kedua disampaikan oleh Johan Saptadi dari Basarnas Surabaya yang mengulas sistem tanggap darurat dan teknik dasar penyelamatan di lingkungan kerja.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. Salah satu peserta, Galih, karyawan PLN NP UP Gresik, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Ilmu yang kami dapat sangat aplikatif, tidak hanya untuk pekerjaan, tapi juga bisa digunakan di kehidupan sehari-hari ketika menghadapi kondisi darurat atau bencana,” ujarnya.
Melalui Bulan K3 Nasional ini, PLN NP UP Gresik menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, profesionalisme, dan kolaborasi demi terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. did
Editor : Redaksi