1 Penadah dan 2 Maling Motor Modus COD di Medsos Diamankan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AKBP Argowiyono menunjukkan barang bukti saat rilis. SP/Hadi Lestariono
AKBP Argowiyono menunjukkan barang bukti saat rilis. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Satreskrim Polres Blitar Kota yang dikomandani AKP Momon Suwito SH berhasil ungkap kasus penipuan sepeda motor dengan modus Cash Of Delivery (COD) dalam waktu singkat yang bekerjasama dengan pelaku curanmor. 

Seperti keterangan yang disampaikan Kapolres Blìtar Kota  AKBP Argowiyono SH S.IK.M.Si di depan awak media dalam releasenya Rabu (9/3) sore, setelah pihaknya menerima laporan dari Ivan Salman (29) warga Desa/Kecamatan Wonodadi Kab Blitar, menindaklanjuti laporan itu,  langsung Satreskrim melakukan patroli Cyber, hanya butuhkan waktu 24 Jam pelaku bisa ditangkap.

"Setelah pengembangan ternyata ada tiga pelaku, modus pelaku dengan cara COD,  polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus penipuan sepeda motor dengan modus COD, salah satu tersangkanya merupakan 480 KUHP (penadah) yang dua pelaku pencurian," ungkap AKBP Argowiyono.

 

Dari hasil penyelidikan guna proses lanjutan kasus itu polisi menyita barang bukti lima unit Honda PCX dari para tersangka. 

Adapun ke tiga tersangka, yakni Candra Satryo Wibowo (23), warga Mojokerto sebagai penadah (480 KUHP) sedang dua lainya  M Bisri Mustofa (44), warga Bekasi serta M Irsan Novaris (38), warga Sidoarjo yang merupakan pelaku pencurian. Kini Bisri dan Irsan yang merupakan pelaku utama, ke duanya   ditahan di Polres Klaten Polda Jateng dalam kasus yang serupa, di wilayah hukum Polres Klaten.

"Jadi korban warga Wonodadi ini melapor bahwa Honda PCX miliknya dibawa kabur seseorang saat hendak melakukan transaksi jual beli dengan sistem COD," tambah Mantan Kasubdit Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya ini.

Atas laporan korban, anggota AKBP Argowiyono ini langsung melakukan penyelidikan lewat patroli cyber dan mendapatkan sepeda motor korban dijual melalui Media Sosial (Facebook). 

"Setelah kita mengetahui modus pelaku, anggota berpura-pura menjadi pembeli dan mengajak pelaku bertransaksi, dan akhirnya kami menangkap Chandra. Ternyata Chandra ini sebagai penadah," terang Kapolres yang akrab dipanggil Argo ini.

Dari keterangan Chandra itulah akhirnya team Macan Kelud Satreskrim Polres Blitar Kota mendapatkan identitas kedua pelaku utama dalam kasus penipuan sepeda motor dan pencurian.

Masih keterangan Kapolres Blitar Kota dengan didampingi AKP Momon Suwito, menerangkan bahwa Chandra mengaku membeli sepeda motor dari Irsan warga Sidoarjo.

Dengan pengakuan tersangka pencurian tersebut, team Macan Kelud bergerak menuju Sidoarjo guna melakukan penggeledahan di rumah Irsan dan ternyata terbukti di rumah Irsan AKP Momon dan anggotanya mendapatkan barang bukti empat unit sepeda motor. 

"Dan untuk Irsan bersama bersama Bisri ditangkap Polres Klaten dalam kasus yang sama," terang AKBP Argowiyono

Dan akhirnya terungkap bahwa Irsan dan Bisri bekerjasama melakukan aksi penipuan sepeda motor dengan modus COD.

Dalam aksinya, pelaku berpura-pura menjadi pembeli sepeda motor yang ditawarkan lewat media sosial FB. Setelah deal soal harga, pelaku akan mentransfer sejumlah uang muka untuk meyakinkan korban. 

Selanjutnya, pelaku Irsan  mengajak korban bertransaksi secara COD di sebuah tempat yang ditentukan. Ketika calon korban sudah bertemu, pelaku berpura-pura mencoba sepeda motor yang akan dibeli dari tangan korban lalu motor dibawa kabur. 

"Untuk korban korbannya ada dari beberapa daerah, ada yang dari Rembang, Jawa Tengah dan dari Kediri," pungkas AKBP Argowiyono.

Untuk motor yang disita Kapolres Blitar Kota  langsung dikembalikan kepada korban. Untuk korban dari Rembang, Jawa Tengah dan Kediri diminta mengambil sepeda motornya di Polres Blitar Kota.

"Untuk korban asal Blitar, sepeda motornya kami antar ke rumahnya, kali ini saya serahkan secara simbolis kepada dua korban dari Kediri dan Blitar," kata Pamen Polri yang penuh keramahan ini menutup pers relasenya. Les

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…