Sat Reskrim Polres Blitar Kota Berhasil Bongkar Kasus TPPO Manfaatkan Anak di Bawah Umur

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Blitar Kota sampaikan keterangan dalam relisnya. SP/ Lestariono
Kapolres Blitar Kota sampaikan keterangan dalam relisnya. SP/ Lestariono

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Dalam waktu singkat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota berhasil membongkar kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang memanfaatkan anak di bawah umur sebagai korban, setelah menerima laporan dari orangtua salah satu korban TPPO, sedang peristiwa yang sempat hebohkan warga sekitar TKP TPPO terjadi antara April sampai awal Mei 2026.

Atas terungkapnya kasus itu, Sat. Reskrim yang di Komandani AKP Rudi Kuswoyo berhasil tangkap lima orang tersangka yang di duga pelaku utama kasus tersebut, sementara untuk korban TPPO ada 3 remaja putri berusia 14 tahun dan dua lainya berusia 16 tahun.

Dalam penyelidikan kasus itu terungkap bahwa ke tiga remaja putri di bawah umur itu di eksploitasi sebagai pekerja seks komersial (PSK) di sebuah rumah kos kosan di Kel./ Kec. Sananwetan, Kota Blitar.

Dalam relisnya Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo S.I.K., M.I.K pada Rabu (20/6-'26) siang di Gedung Patriatama, menyampaikan bahwa praktik kejahatan ini berlangsung sejak April hingga Mei 2026.

“Dalam kasus TPPO ini kita berhasil mengamankan lima tersangka, terdiri dari dua perempuan dan tiga pria, yang kesemuanya menempati kos yang sama. Mereka memanfaatkan ketidak tahuan korban atas praktek praktek kejahatan tersebut, sedang keuntungan hasil tindak TPPO untuk pribadi para tersangka. Ungkap AKBP Kalfaris Lalo

Lebih jauh Pamen Polri dngn Dua Melati Kuning di pundaknya ini menyampaikan modus operandi para tersangka dengan menyasar calon calon korban melalui media sosial Facebook, dengan menggunakan modus penawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar namun ternyata itu merupakan pancingan saja korban.

“Setelah korban tertarik yang berujung terjebak, para plaku memaksa korban menjadi wanita panggilan." Terang Kapolres Blitar Kota yang di dampingi Waka Polres Kompol Subiantana SH MH, AKP Rudi Kuswoyo dan dari dua petugas Dinsos Pemkota Blitar.

Sedang modus operandnya pelaku, tawarkan layanan seksual kepada pelanggan melalui aplikasi Mechat, sedangkan tempat transaksi dilakukan di rumah kos yang berlokasi di Jalan Jawa, Kelurahan Sananwetan dngan harga variatif.

“Tugas para korban melayani hasrat seksual pria dewasa yang memesan layanan mereka, dngn imbalan uang minimal Rp.350.000,- ” tandas AKBP Kalfaris.

Sedang untuk harga yang di tawarkan pada lelaki hidung belang, untuk satu kali layanan berkisar antara Rp200.000 hingga Rp350.000. Atas peristiwa beban moral yang ditanggung korban pun sangat berat, di mana dalam sehari setiap korban terpaksa melayani 3 hingga 11 orang tamu.

“Sesuai hasil pemeriksaan pelaku, dalam sehari korban di paksa melayani 3 hingga 11 tamu." Tambah Kapolres Blitar Kota.

AKBP Kalfaris Lalo juga menyampaikan, sindikat ini menerapkan sistem bagi hasil yang sudah terstruktur. Di mana, seluruh pendapatan dibagi dua secara merata antara pihak pengelola dan mucikari fipti fipti atau 50% - 50%.

“Sindikat ini menerapkan sistem pembagian hasil yang terstruktur, di mana pendapatan dibagi dua secara merata antara pengelola dan mucikari,” ujarnya.

Untuk ketiga korban yang berhasil diselamatkan diketahui masih berstatus pelajar dengan rentang usia 14 hingga 16 tahun, yakni HAS 14 warga Karang Tengah-SananwetanMA 16 warga Desa Tlogo-Kanigoro, serta SA 16 warga Ngadipuro-Sanankulon, Kabupaten Blitar.

“Motif utama para tersangka murni ekonomi. Mereka menjual korban demi meraih keuntungan finansial tanpa mempertimbangkan masa depan anak-anak tersebut,” tegas Kalfaris.

Kelima tersangka yang diamankan bertempat tinggal di Kos Gereja, Jalan Jawa, Sananwetan. Antara lain SW.31 asal Lampung, DR. 21 asal Pacitan, MFR 26 asal Lampung, FL 19 warga Sanankulon, dan GMS 17 warga Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Dari lokasi penggerebekan, petugas turut menyita sejumlah barang bukti penting. Di antaranya 1 unit ponsel Redmi 13 warna hitam, 1 unit ponsel Oppo A3X warna ungu, serta uang tunai sebesar Rp300.000.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 419 ayat (1) juncto Pasal 421 juncto Pasal 455 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut mengatur tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Pasal-pasal ini mengatur tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara." Pungkas AKBP Kalfaris di akhiri tunjukan BB. Les

Berita Terbaru

Penuhi Tuntutan Demonstran, Pemkab Jember Resmi Balik Arus Lalu Lintas di Jalan Samanhudi

Penuhi Tuntutan Demonstran, Pemkab Jember Resmi Balik Arus Lalu Lintas di Jalan Samanhudi

Senin, 28 Sep 2026 20:09 WIB

Senin, 28 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember resmi mengubah arah arus lalu lintas di kawasan Jalan Samanhudi, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates,…

Bidik Swasti Saba Wistara 2027, Pemkab Ponorogo Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pertajam Data 

Bidik Swasti Saba Wistara 2027, Pemkab Ponorogo Perkuat Sinergi Lintas Sektor Pertajam Data 

Senin, 28 Sep 2026 19:28 WIB

Senin, 28 Sep 2026 19:28 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Setelah 7 tahun kehilangan predikat Wistara pada penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS). Pemerintah Kabupaten Ponorogo tampaknya mulai…

Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

Senin, 28 Sep 2026 18:04 WIB

Senin, 28 Sep 2026 18:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjadi salah satu pemerintah daerah yang turut bekerja keras mengawal, dan dianggap berjasa dalam memajukan ekonomi syariah di…

Pagar Mall dan SLF Disorot, DPRD Desak Audit Fisik Bangunan di Surabaya

Pagar Mall dan SLF Disorot, DPRD Desak Audit Fisik Bangunan di Surabaya

Senin, 28 Sep 2026 18:01 WIB

Senin, 28 Sep 2026 18:01 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Isu Sesar Surabaya dan Sesar Waru yang kembali menjadi perhatian publik mendapat respons dari DPRD Kota Surabaya. Di tengah…

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar Arimbi dan Lapak Mitra

Senin, 28 Sep 2026 17:59 WIB

Senin, 28 Sep 2026 17:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mengajak masyarakat lebih selektif dalam…

Genjot Pajak Daerah, 105 Tapping Box Dipasang di Hotel dan Restoran Kota Mojokerto

Genjot Pajak Daerah, 105 Tapping Box Dipasang di Hotel dan Restoran Kota Mojokerto

Senin, 28 Sep 2026 17:58 WIB

Senin, 28 Sep 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto memasang 105 unit alat tapping box di sejumlah hotel dan …