Penipuan Dua Robot Trading Capai Rp 6,2 T

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti hasil penangkapan empat tersangka robot trading Fahrenheit di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/3/2022).
Jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti hasil penangkapan empat tersangka robot trading Fahrenheit di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/3/2022).

i

Bos-bos Perusahaan yang Berpusat di Surabaya dan Jakarta, Kini Sudah Ditahan di Bareskrim Polri

 

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Fenomena penipuan investasi menggunakan robot trading saat pandemi, alhamdulillah, kini para pelakunya sudah ditangkap di Bareskrim Polri. Ada dua perusahaan yang dihentikan operasionalnya oleh OJK dan Bappebti. Sedang owner dua perusahaan itu telah ditangkap dan ditahan di Ditterpidsus Bareskrim Polri. Mengapa robot trading saat pandemi 2019-2022 marak terjadi? Hal ini karena robot trading memiliki kelebihan untuk melakukan trading (transaksi jangka panjang) secara otomatis, sehingga tidak diperlukan adanya upaya monitor pergerakan uang dari trader. Itulah yang diterapkan oleh Viral Blast Global dalam kasus penipuannya. PT Royal Global Karya, menggunakan skema Ponzi yaitu berskema piramida.

Para korban robot trading Viral Blast membuat laporan atas tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan. Sudah ada lima pelaku yang dilaporkan. Empat di antaranya adalah Direktur Utama, Komisaris Utama, dan Komisaris PT Trust Global Karya atas nama Rizky Puguh, Ricky Meidya, Putra Wibowo, dan Zainal Hudha. Kerugian yang diakibatkan Viral Blast mencapai Rp 1,2 triliun. Sedangkan kerugian masyarakat dalam kasus robot trading aplikasi Fahrenheit mencapai Rp 5 triliun.

 

 

Robot trading aplikasi Fahrenheit 

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, mengakui telah menangkap bos perusahaan pengelola robot trading Fahrenheit, Hendry Susanto.

Dalam kasus ini, Hendry telah ditetapkan sebagai tersangka investasi bodong.

Menurut Brigjen Whisnu Hermawan, Hendry kini telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

"Iya sudah ditahan. Hendry ada di Rutan Bareskrim," ujar Whisnu saat dikonfirmasi, Rabu (23/2/2022).

Sedangkan pelaku robot trading aplikasi Fahrenheit lainnya yang sudah ditangkap lebih dulu yaitu berinisial D, IL, DB, dan MF, juga ditahan.

Brigjen Wishnu menjelaskan, tiga orang pelaku ditangkap di kawasan Taman Anggrek, Jakarta Barat, sedangkan satu pelaku lainnya diamankan di Alam Sutera, Tangerang.

"Jadi tiga ditangkap di Taman Anggrek, satu di Tangerang di kawasan Alam Sutera," ujarnya Selasa.

 

 

Penipuan Berkedok Aplikasi Robot

Kasus ini berawal dari sejumlah laporan soal penipuan berkedok aplikasi robot trading Fahrenheit yang diterima oleh Bareskrim Polri.

Sejumlah korban melaporkan, pencairan dana dan pembatalan pembelian tidak bisa dilakukan sejak (7/3/2022) lalu.

Dari sana, para pengguna aplikasi melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim, termasuk aktor Chris Ryan.

Mereka dengan sengaja selama satu jam me-margin-call-kan, me-loss-kan, semua investasi hilang dan itu diduga sampai Rp 5 triliun (dari keseluruhan korban)," ucap Chris Ryan, sebelum melapor resmi.

Chris Ryan sendiri telah mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan penipuan oleh platform Farenheit yang dialaminya sejak Selasa (15/3/2022).

Chris mengungkapkan, alasan dia bermain robot trading Fahrenheit untuk pemasukan tambahan di tengah pandemi Covid-19.

Chris Ryan dan korban lainnya kemudian menyewa kuasa hukum guna menangani kasus ini. Kuasa hukum Chris dan korban lainnya Sukma Bambang Susilo mengatakan, saat ini ada sekitar 80 korban yang ditanganinya.

"Untuk nilai kerugian yang saya tangani lebih kurang Rp 40 miliar," ujar dia Jumat lalu.

 

 

Dihentikan Sejak Desember 2021

Sebelumnya, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan, pihaknya telah menghentikan robot trading Fahrenheit sejak tahun lalu, tepatnya pada Desember 2021.

Ia menjelaskan, SWI menghentikan kegiatan robot trading tersebut lantaran melakukan kegiatan investasi ilegal.

Sedangkan, Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan telah memblokir platform aplikasi Fahrenheit bersama 1.222 situs web lainnya, pada (2/2/2022).

Pemblokiran massal tersebut dilakukan lantaran ribuan situs web tersebut melakukan perdagangan berjangka komoditi ilegal dan permainan judi berkedok trading.

 

 

12 Ribu Member

Kasus investasi bodong  Viral Blast Global,  yang berada di bawah naungan PT Global Karya yang sudah berdiri sejak 2020 dengan 12 ribu member.

Dilansir dari Sindonews, tercatat 30 korban investasi Viral Blast telah melapor ke Polda Metro Jaya (23/2/2022). Kerugian yang dialami korban berbeda-beda, namun total yang dipastikan mencapai Rp210 miliar.

Para korban membuat laporan atas tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan. Sudah ada lima pelaku yang dilaporkan. Empat di antaranya adalah Direktur Utama, Komisaris Utama, dan Komisaris PT Trust Global Karya atas nama Rizky Puguh, Ricky Meidya, Putra Wibowo, dan Zainal Hudha.

Sebelumnya, polisi juga telah menerima laporan pada Minggu sebelumnya (20/2/2022) dengan dugaan yang sama tentang penipuan robot trading Viral Blast Global. Di laporan yang pertama, korbannya berjumlah 15 orang dengan kerugian mencapai Rp 400 miliar.

 

 

Keuntungan sampai 80%

Menurut Brigjen Wishnu, para pelaku berperan sebagai admin, pengelola website, dan mencari member atau mengajak khalayak untuk berinvestasi di robot trading Fahrenheit.

Aplikasi Robot Trading Fareinheit Hendry Susanto Janjikan Keuntungan Mulai dari 50 Sampai 80 Persen

Kombes Auliansyah Lubis mengatakan para tersangka kasus investasi berkedok robot trading Fahrenheit menjanjikan keuntungan sebesar 50 hingga 80 persen kepada korbannya.

“Menempatkan US$500 maka keuntungan 50 persen, kalau menempatkan US$1.000 dengan perhitungan 60 persen keuntungan diberikan kepada member, kalau menempatkan US$10.000 itu 75 persen untuk member sisanya perusahaan, dan kalau US$50.000 keuntungan 80 persen,” katanya.

Menurut Brigjen Wishnu, Hendry Susanto dan para lainnya tersangka turut mewajibkan para korbannya untuk membeli robot seharga 10 persen dari total nilai investasi. Para tersangka juga menjelaskan kepada para korban bahwa dengan robot tersebut investasi akan aman dan terhindar dari kerugian besar.

 

 

Semula Pasarkan e-book

Brigjen Whisnu Hermawan membeberkan modus operandi penipuan robot trading Viral Blast Global para tersangka melalui PT Trust Global Karya mula-mula memasarkan e-book dengan nama Viral Blast kepada para member untuk melakukan trading di bursa komoditas.

"Yang ternyata fiktif," ujar jenderal Wishnu.

Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan empat direksi PT Trust Global Karya sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni RPW, MU, ZHP, dan PW. Sebanyak tiga tersangka telah ditahan, sedangkan satu lainnya yang berinisial PW masih diburu (DPO).

Kasus bermula saat puluhan korban melaporkan dugaan penipuan investasi robot trading Viral Blast Global milik PT Trans Global Karya ke Polda Metro Jaya pada Februari 2022. Sebanyak empat direksi perusahaan menjadi terlapor, yakni Rizky Puguh, Ricky Meidya, Putra Wibowo, dan Zainal Hudha. jk, er, 07

Berita Terbaru

Pertalite akan Dibatasi, Siapa Dirugikan?

Pertalite akan Dibatasi, Siapa Dirugikan?

Jumat, 14 Agu 2026 01:41 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 01:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Penggunaan BBM Pertalite, tak lama lagi mau dibatasi. Pembatasan itu berkaitan dengan penyaluran BBM RON 90 Pertamina yang belum sepenuhnya…

Disodok Said Iqbal, Wakil Ketua DPR Berdalih

Disodok Said Iqbal, Wakil Ketua DPR Berdalih

Jumat, 14 Agu 2026 01:38 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 01:38 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pimpinan DPR bertemu dengan perwakilan serikat buruh untuk membahas RUU Ketenagakerjaan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia…

Diterpa Kasus Keracunan Ketua SPPG Karanganyar

Diterpa Kasus Keracunan Ketua SPPG Karanganyar

Jumat, 14 Agu 2026 01:35 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 01:35 WIB

SURABAYAPAGI.com - Saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, melakukan pembenahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk…

Direktur Niaga PT Garuda, Diberhentikan, Usai Saham GIAA

Direktur Niaga PT Garuda, Diberhentikan, Usai Saham GIAA

Kamis, 13 Agu 2026 23:20 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 23:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memberhentikan sementara Reza Aulia Hakim dari jabatan Direktur Niaga Perseroan mulai 14 Agustus 2…

Menteri UMKM Dikejar Target Salurkan Kredit Rp 2.000 triliun 

Menteri UMKM Dikejar Target Salurkan Kredit Rp 2.000 triliun 

Kamis, 13 Agu 2026 23:18 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tugas tambahan atau pekerjaan rumah (PR) bagi Menteri Usaha Mikro, K…

Galaxy Z Fold 8, Pecahkan Rekor Preorder

Galaxy Z Fold 8, Pecahkan Rekor Preorder

Kamis, 13 Agu 2026 23:16 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com – Galaxy Z Fold 8 series mencatat rekor preorder tertinggi untuk lini ponsel layar lipat Samsung di Asia Tenggara dan Oseania. Di Indonesia, p…