Pengurus IDI Mangkir Panggilan Komisi IX DPR-RI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
dr Terawan
dr Terawan

i

DPR-RI Tegaskan Dr. Terawan telah berbuat untuk rakyat Indonesia

 

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Selasa siang kemarin (29/3) mangkir hadiri undangan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR RI .

“Dari sini kan kita lihat seperti apa itikad IDI, kita undang baik-baik, sebenernya kita ingin menguatkan seperti apa kedepannya, tapi sangat disayangkan. Padahal kalo kita lihat sekelas menteri pun kalau diundang DPR akan datang," tegas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh melalui akun Twitter @ninikwafiroh, Selasa (29/3).

 “Komisi IX DPR RI mengagendakan untuk RDPU dengan IDI, Selasa 29 Maret 2022, pukul 13.00 WIB. Sayangnya, IDI tidak hadir memenuhi undangan RDPU dari Komisi IX dengan alasan masih menyelesaikan dokumen Muktamar,” cuit Nanik.

 

 

 

Petinggi kita Disembuhkan

Nihayatul Wafiroh menyayangkan sikap IDI tersebut. Sebab, menurutnya, selama ini dokter Terawan telah berbuat untuk rakyat Indonesia. Banyak tokoh penting di negeri ini yang sembuh dari penyakitnya usai mendapat penanganan dari dokter Terawan.

“Beberapa minggu lalu, Pakde saya, Pakde Hisyam terindikasi ada penyumbatan di saluran otak beliau, sehingga diputuskan untuk dilakukan DSA (Digital Substraction Angiography) atau terapi cuci otak, dan di Indonesia sepanjang saya tahu hanya dokter Terawan yang melakukan,” cuit Nihayatul Wafiroh.

“Dan praktek ini yg sejak lama jadi polemic dg IDI, namun petinggi negeri ini banyak sekali yang sembuh dengan melakukan tindakan ini. Saya tidak akan berkomentar mengenai polemic dengan IDI, namun saya akan menceritakan bagaimana Pak Terawan memberikan pelayanan kepada pakde saya,” cuitnya.

“Selama pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan oleh Pak Terawan, saya kebetulan tidak bisa mendampingi pakde, namun saya yang membuatkan janji, melakukan negosiasi waktu dan juga mengupdate infomasi-informasi lainnya dari pak Terawan,” cuitnya.

“Saya yakin pak Terawan orang baik, dan melakukan yang terbaik yang dia mampu untuk rakyat Indonesia,” cuitnya.

 

 

 

Jarno Ae Mbak

Politikus dari PKB Ninik mengaku sering berkomunikasi dengan dokter Terawan, mulai dari persoalan vaksin nusantara hingga pemecatan dari IDI.

“Saat polemik vaksun ramai di media, saya sempat tanya beliau bagaimana pendapat beliau “Halah mbak, jarno, aku tak meneng wae, tak mlaku seng tak yakini bener, dan tak yakini bermanfaat untuk orang banyak,” cuitnya.

“(Biarkan saja mbak, saya diam saja, saya berjalan sesuai apa yang saya yakini benar, dan saya yakini bisa bermanfaat untuk orang banyak).” Dan jawaban yg sama juga beliau berikan saat saya tanya soal kasus pemecatan IDI,” cuitnya.

 

 

 

Menkes Amati Dinamika

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara terkait polemik munculnya rekomendasi dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang memecat secara permanen mantan Menkes Terawan Agus Purtanto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menkes mengaku sudah mengamati dinamika yang terjadi.

Karena itu, Budi Gunadi menegaskan bahwa pihaknya akan mulai membantu proses mediasi antara IDI dan Terawan.

"Kami mengamati dinamika seputar perdebatan atau pertentangan antara IDI dengan dokter Terawan," kata Budi dikutip dari kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI pada Selasa (29/3/2022).

"Kementerian Kesehatan akan memulai dan membatu proses mediasi antara IDI dan anggota-anggotanya agar komunikasinya baik. Sehingga situasi yang terbangun akan kondusif," imbuhnya

 

 

 

Kental Aroma Politiknya

Ketua Bidang Humas, Publikasi, dan Hubungan Antar Lembaga DPP SKPPHI Fandra Arisandi, SH, SHEL saat dimintai keterangan oleh awak media pada Senin (28-03-2022) dikawasan Jakarta Selatan mengatakan SKPPHI turut bersimpati dan prihatin atas pemecatan dr. Terawan tersebut.

Studi Kebijakan Publik Penegakan Hukum Indonesia (SKPPHI) berpandangan bahwa pemecatan ini kurang tepat dan terasa kental aroma politiknya di tubuh IDI. Pemecatan seperti ini juga dinilai berbahaya bagi dunia kedokteran Indonesia, karena akan timbul kekuatiran organisasi IDI digunakan sebagai alat politik.

“Kami turut bersimpati dan prihatin atas keputusan IDI yang melakukan telah pemecatan dr. Terawan dari anggota Ikatan dokter Indonesia (IDI). Pemecatan ini sangat berbahaya bagi dunia kedokteran Indonesia dan dikhawatirkan akan menyusul lagi pemecatan-pemecatan berikut dengan berbagai alasan,” ungkap Fandra yang juga seorang praktisi hukum.

Lantas, apa penyebab Terawan sampai dipecat?

Berdasarkan surat dengan kop Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat Ikatan Dokter Indonesia yang ditujukan kepada Ketua Umum PB IDI tertanggal 8 Februari 2022, salah satu alasan Terawan dipecat karena melakukan promosi Vaksin Nusantara sebelum penelitiannya selesai.

 

 

 

Baru di Indonesia

Secara terpisah Ketua Umum DPP SKPPHI Ryanto Sirait, SH, MH menambahkan,  baru di Indonesia ini ada seorang dokter profesional yang dipecat. Tidak tanggung- tanggung, yang dipecat itu adalah seorang dokter berpangkat Letnan Jenderal dan pernah memimpin RSPAD bertahun-tahun lamanya

Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra mengaku heran dengan pemecatan dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dia mensinyalir mantan Menteri Kesehatan RI sengaja digusur lantaran dia sudah mulai merambah ke bidang kesehatan lainnya. Terawan selama ini dikenal sebagai dokter radiologi, namun belakangan dirinya juga menangani banyak masalah kesehatan lainnya.

"Masalah ini justru tampak ada perbedaaan pandangan personal komunikasi dengan organisasi atau ada dugaan 'rebutan lahan' karena Dokter Terawan yang dianggap sebagai dokter radiologi justru masuk ke bidang dokter spesialis lainnya," kata Azmi Syahputra kepada wartawan Selasa (29/3/2022).

Adapun pemecatan Terawan dilakukan karena berbagai alasan, salah satunya soal pembuatan vaksin merah putih yang digagasnya. Azmi Syahputra merasa ganjil dengan alasan pemecatan itu, kata dia, seharusnya Terawan didukung karena temuan-temuan terbarunya bukan sebaliknya justru ditendang dari keanggotan IDI.

"Metode yang ditemukan dr Terawan semestinya bisa menjadi aset intelektual bangsa karenanya hal ini perlu ditangani dan peran pemerintah dengan langkah cepat dan bijak," tuturnya.

Lebih lanjut, Azmi menyebut jika Dokter Terawan memang dianggap dokter yang memiliki multi kemampuan di bidangnya, seharusnya didorong untuk studi lanjut. Kalau perlu difasilitasi laboratoriumnya atau dibuat tim terpadu untuk melakukan penelitian di bidang yang ia temukan.

"Tentunya diberikan jaminan berupa royalti atas hak kekayaan intelektual temuannya tersebut. Ini adalah solusi terbaik yang adil dan bijak untuk ditempuh, bukan langsung dilakukan pemecatan," katanya.n erc, jk, 07

Berita Terbaru

Lewat Penguasaan Bahasa Asing, Pemkab Lumajang Dorong SDM Mampu Hadapi Persaingan Global

Lewat Penguasaan Bahasa Asing, Pemkab Lumajang Dorong SDM Mampu Hadapi Persaingan Global

Senin, 27 Apr 2026 12:52 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat fenomena dimana penguasaan bahasa asing kian menjanjikan dalam berbagai aspek, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…

Diduga Pelaku Curi Banner Spanduk Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Diduga Pelaku Curi Banner Spanduk Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Senin, 27 Apr 2026 12:49 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - 4 pelaku di duga melakukan pencurian Bener (Spanduk ) di amankan Sat.Reskrim Polres Blitar Kota, setelah menerima laporan Haryono 56…

Ratusan Siswa Ikuti Giat PT KAI Daop 7 Madiun, Tanamkan Budaya Transportasi Aman dan Nyaman

Ratusan Siswa Ikuti Giat PT KAI Daop 7 Madiun, Tanamkan Budaya Transportasi Aman dan Nyaman

Senin, 27 Apr 2026 12:46 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Stasiun Madiun dan beberapa stasiun di wilayah kerja Daop 7 Madiun, mendadak riuh dengan keceriaan ratusan siswa yang antusias…

Dukung Target LTT Jatim, Pemkab Banyuwangi Gelar Percepat Tanam Padi 672 Hektare

Dukung Target LTT Jatim, Pemkab Banyuwangi Gelar Percepat Tanam Padi 672 Hektare

Senin, 27 Apr 2026 12:36 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Sebagai upaya mendukung target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur (Jatim) sekaligus antisipasi potensi musim kemarau berdasarkan…

Pemkab Ngawi Kirim RDF ke Pabrik, Targetkan Pangkas 75 Persen Volume Limbah Sampah

Pemkab Ngawi Kirim RDF ke Pabrik, Targetkan Pangkas 75 Persen Volume Limbah Sampah

Senin, 27 Apr 2026 12:28 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sebagai upaya mengurangi volume sampah dan limbah, Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan pengiriman RDF (Refuse Derived Fuel) untuk…

Berdaya Tampung 1.877 Jemaah, Masjid An Nahdla Jadi Ikon ‘Religious Tourism’ di Bojonegoro

Berdaya Tampung 1.877 Jemaah, Masjid An Nahdla Jadi Ikon ‘Religious Tourism’ di Bojonegoro

Senin, 27 Apr 2026 11:58 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Keberadaan Masjid An Nahdla kini menjadi ‘Religious Tourism’ atau wisata religi yang menarik banyak kunjungan wisatawan lantaran …