Awas! Gejolak Sosial Pasti Meningkat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Darmadi Durianto.
Darmadi Durianto.

i

SURABAYA PAGI, Jakarta- Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga gas LPG subsidi dan Pertalite, terus menjadi sorotan. Termasuk dari kalangan wakil rakyat di Senayan. Pangkalnya, opsi menaikkan kedua item tersebut sangat tidak relevan dengan model ekonomi bangsa ini.
“Jelas bertolak belakang dengan konsep ekonomi kita yang berbasis Pancasila. Pemerintah harus menghindari bakteri-bakteri jahat kapitalisme,” kata Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Darmadi Durianto, kepada wartawan, Sabtu (16/4/2022).
Darmadi menerangkan, mengacu pada ketetapan MPR RI No.16/1998, jelas di situ tersirat dan tersurat bahwa basis ekonomi bangsa ini menitikberatkan pada kemakmuran bersama, bukan kemakmuran segelintir elite.
Terlebih, dalam TAP MPR RI No 16 tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi, khususnya di Pasal 1 jelas mengamanatkan bahwa tujuan politik ekonomi adalah untuk kemakmuran rakyat sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945.

Tambah Deretan Beban Rakyat
“Jadi design ekonomi kita harus berkiblat ke konstitusi bukan ke model ekonomi kapitalistik,” tegasnya.
Menurutnya, jika pemerintah memaksakan menaikan harga Pertalite dan LPG 3 kg di tengah kondisi daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, hanya akan menambah deretan beban rakyat.
Bendahara Megawati Institute itu mengaku khawatir jika isu kenaikan tersebut benar-benar terjadi. “Rakyat makin terhimpit. Daya beli melemah, pengangguran bisa meningkat, gejolak sosial pasti meningkat,” ujarnya.
Semestinya, kata dia, Pemerintah cari alternatif lain selain menaikkan BBM. “Subsidi memang perintah konstitusi jadi tidak ada alasan bahwa itu memberatkan keuangan negara. Kenapa ada subsidi? Karena konsep ekonomi gotong royong lah jadi spirit di situ. Rakyat yang masuk golongan kurang mampu memang sudah seharusnya jadi tanggung jawab negara. Itulah konsep berkeadilan. Yang lemah harus dilindungi,” tegasnya.
Sekali lagi, kata dia, mengurangi subsidi yang merupakan hak konstitusional rakyat bisa mendegradasi wibawa pemerintah itu sendiri.
“Negara mestinya mengurangi praktik ekonomi kapitalis bukan mengurangi subsidi untuk rakyat. Saat ini pertalite dan gas adalah barang kebutuhan pokok rakyat,” tukasnya. jk

Berita Terbaru

Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Jumat, 16 Okt 2026 08:05 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JAKARTA : Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi kategori…

Kurangnya Sarana dan Prasarana Pendidikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Lakukan Pemetaan Sekolah

Kurangnya Sarana dan Prasarana Pendidikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Lakukan Pemetaan Sekolah

Jumat, 16 Okt 2026 08:00 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:00 WIB

Surabaya Pagi.com-Surabaya -  Kurang fasilitas kebutuhan sarana dan prasarana Pendidikan menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai. Ia …

IHSG Hari Ini Anjlok 1,3% ke 5.863

IHSG Hari Ini Anjlok 1,3% ke 5.863

Jumat, 16 Okt 2026 07:59 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan saham Kamis, (15/10/2026). Namun, tekanan IHSG hari ini berkurang jelang…

Pemerintah Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12,5 Persen Pada 2029

Pemerintah Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12,5 Persen Pada 2029

Jumat, 16 Okt 2026 07:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pemerintah menargetkan biaya logistik nasional turun menjadi 12,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2029 dari 14,29 persen…

Vinfast Resmikan Dealer ke 41

Vinfast Resmikan Dealer ke 41

Jumat, 16 Okt 2026 07:54 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - VinFast terus memperkuat kehadirannya di seluruh Indonesia melalui peresmian VinFast Lombok, yang menjadi diler ke-41 VinFast secara…

WCCE 2026 Perkuat Posisi Ekonomi Kreatif RI di Mata Dunia

WCCE 2026 Perkuat Posisi Ekonomi Kreatif RI di Mata Dunia

Jumat, 16 Okt 2026 07:52 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:52 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf ) memanfaatkan momentum konferensi internasional World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026…