Kejaksaan Didesak Usut Dugaan Pungli Atribut Kades di Dinas PMD Gresik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor Kejaksaan Negeri Gresik di Jl Raya Permata Bunder Asri Gresik. SP/Grs
Kantor Kejaksaan Negeri Gresik di Jl Raya Permata Bunder Asri Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kasus dugaan pungutan liar pembelian atribut kepala desa sebesar Rp900 ribu oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) terus bergulir dan menjadi perhatian publik Gresik.

Oleh karena itu, Direktur Bawean Corruption Watch (BCW) Dari Nazar meminta pihak kejaksaan segera turun secara profesional untuk menangani pungutan ilegal ini. 

Hal ini disuarakan Direktur Bawean Corruption Watch, Dari Nazar. Pasalnya laporan pungutan tanpa kwitansi itu berasal dari temuannya. 

Menurut Nazar, tidak ada alasan pembenaran bagi pelaku dengan dalih kesepakatan dan penyeragaman atribut. Alasan itu mengada-ada. Sebab setiap tahun pelantikan kades tidak pernah gagal walaupun Dinas PMD tidak menyeragamkan atribut. 

"Kejaksaan Negeri Gresik diharapkan melakukan penggalian data informasi atas dugaan di Dinas PMD agar semua menjadi titik terang. Sebab pada prinsipnya kejahatan tidak melihat nilai besarnya uang tetapi bentuk kejahatan yang dilakukan," kata Nazar dengan geram, Rabu (18/05/2022). 

Apalagi kesepakatan itu dilakukan di bawah tangan. Antara kepala desa yang sepakat dan Dinas PMD. Kemudian tanpa dilengkapi kwitansi. Biaya Rp 900 ribu per kepala desa itu bukanlah nominal kecil. 

Dengan rincian barang yang dibeli pangkat PDU kades sebesar Rp 150 ribu ; tanda jabatan PDU sebesar Rp 150 ribu ; korpri Rp 35 ribu ; nametag Rp 25 ribu ; cetak foto dan pigora 16 R penyerahan SK Rp 250 ribu ; cetak foto dan pigora penyematan emblem Rp 250 ribu ; compact disk dan lain-lain (cetak stiker nama serta tempatnya) Rp 40 ribu. Total Rp 900 ribu per kepala desa. 

Jika ditotal anggaran tidak resmi itu terkumpul sebesar Rp 42,3 juta. 

"Tindakan oknum PMD ini "kecerobohan" berfikir dengan cara nabrak asas-asas hukum yang tertuang dalam UU Nomor 28/1999 tentang Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN dan juga tindakan diluar asas kepatutan dan kepatuhan selaku aparatur negara," tandasnya. grs

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …