Program Bedah Rumah di Lamongan, Diduga Rugikan Negara Rp 4 T

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi mahasiswa di depan Kejari Lamongan, Jumat (20/5/2022).
Aksi mahasiswa di depan Kejari Lamongan, Jumat (20/5/2022).

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Puluhan mahasiswa dan masyarakat di Lamongan, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lamongan (AMMPEL), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Jumat (20/5/2022).

Pengunjuk rasa datang dengan membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan tuntutan yang mendesak Kejari Lamongan agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi di Lamongan, terkait dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2021 atau biasa disebut bedah rumah, yang merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Koordinator aksi, M. Rozi Putra, mengatakan, seperti halnya di Desa Sunggeneng, Kecamatan Sekaran, Lamongan, yang dalam pelaksanaannya masing-masing penerima manfaat tidak menerima kwitansi pembelanjaan bahan material dan nilainya dianggap tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan kementerian PUPR. Bahkan mahasiswa menganalisa ada kerugian anggaran dari total sekitar Rp 4 triliun.

"Hari ini di desa Sungegeneng masyarakat tidak diberi kwitansi pembelian material dan matrial itu tidak sesuai dengan jumlah seperti aturan yang diberikan kementerian PUPR," kata M. Rozi Putra, usai menggelar aksi, Jum'at (20/05/2022).

"Analisa sementara mahasiswa, bukan kerugian negara, tapi ada kerugian anggaran 4 triliun yang digelontorkan oleh menteri PUPR untuk program BSPS itu hampir 30 persen. Makanya kami mendesak kepada kejari agar lebih respon lebih cepat menyelesaikan kasus itu. Mahasiswa butuh penjelasan," lanjutnya.

Mahasiswa juga mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih banyak, apabila tuntutan tersebut tidak segera ditunaikan.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Lamongan, Condro Maharanto, menjelaskan jika terkait hal ini pihaknya sudah menerima 2 laporan pada bulan April lalu, dan dalam prosesnya masih upaya pengumpulan data dan pengumpulan keterangan.

"Kami menerima 2 laporan tanggal 26 April dari Lokus Pemuda Maritim dan warga Sungegeneng. Dalam hal ini kami telaah yang mana prosesnya secara administrasi disposisi dari pimpinan (Kajari) dan didelegasikan di bidang penyidik," terang Condro Maharanto, saat menggelar press konferensi, usai menemui pengunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Lamongan.

Tentu, masih menurut Condro, dalam lidik perkara ini ada beberapa tahapan, yang mana setiap laporan kami telaah dan ada sprin surat tugas terkait hal puldata dan pulbaket. Sementara dalam perkara ini kami masih melakukan upaya Puldata dan Pulbaket itu. Namun progressnya minggu dapan di hari selasa, kami akan klarifikasi pihak-pihak terkait. Proses ini sudah berjalan, namun tentunya kami tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan kawan-kawan semua, " lanjutnya.

Condro menambahkan, pihaknya akan tetap komitmen untuk mengusut perkara ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. "Kami juga mohon dukungan, apabila dari teman-teman mahasiswa dan masyarakat mempunyai data, kami siap terima, dan kami siap dalam hal proses penegakan hukum di Kabupaten Lamongan,"pungkasnya.

Meski demikian, pihak Kejari masih enggan menyebutkan siapa nama-nama yang terlibat dalam dugaan korupsi tersebut. jir

Berita Terbaru

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi seorang Warga Negara Jepang (WNJ) berinisial MI setelah yang bersangkutan diketahui mengalami…

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…