Anak Terancam Terserang Hepatitis, Dokter Anjurkan Jaga Kebersihan dan Tetap Gunakan Masker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Merebaknya penyakit hepatitis tidak diketahui penyebabnya kini telah menjadi buah bibir dan perhatian khusus oleh masyarakat.

Hepatitis akut misterius ini merupakan jenis virus terbaru yang sering dikaitkan dengan Covid-19 kendati belum diketahui pasti.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Namun cenderung menyerang usia di bawah 16 tahun yang kekebalan pada rentang usia tersebut belum begitu kuat.Gejala hepatitis akut di antaranya demam, mual, muntah, diare bahkan kulitnya kuning.

Dokter Spesialis Anak, Dr Dominicus mengatakan, World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa hepatitis misterius merupakan kejadian luar biasa.

"Saya kira kita sebagai bagian masyarakat juga perlu waspada," kata dr Dominicus saat talkshow bertajuk Waspada Hepatitis pada Anak persembahan Granostic by Kortex di Atrium Oval Ciputra World Surabaya, Senin (23/5/2022).

Ia berpesan kepada orang tua, apabila mendapati anak mengalami gangguan pencernaan seperti mual dan muntah (apalagi kalau sudah berwarna kuning) dan sakit selama 2-3 hari tak kunjung sembuh agar segera merujuk pada tenaga kesehatan.

Tanda-tanda hepatitis pada umumnya yakni demam, mual, menguning dan masih banyak lagi, bila dirasa ada gejala tersebut sebaiknya dapat segera melakukan konsultasi pada dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Hepatitis biasa disebabkan oleh infeksi virus hepatitis ke dalam tubuh manusia, hepatitis biasa yaitu tipe A, B, C, D dan E mudah dideteksi dengan tes yang sudah ada sekarang ini. Akan tetapi untuk hepatitis tidak diketahui ini tidak dapat memberikan hasil apapun.

Setelah menjalani berbagai pemeriksaan para penderita hepatitis akut tidak menunjukkan hasil positif pada rangkaian tes yang dilakukan, maka bisa segera dirujuk di rumah sakit. 8. "Saya kira sudah waktunya untuk konsultasi dengan tenaga kesehatan terdekatnya," imbau dia.

Karena memang hingga derik ini belum diketahui sumber penyebaran penyakit. Apakah menular lewat udara atau sebagainya.

"Karena memang penyebabnya kita tidak tahu," tandas dr Dominicus. 11. Lalu, bagaimana menanggapi dugaan jika vaksinansi Covid-19 merupakan penyebab penyakit ini.

"Karena yang sakit kebanyakan di bawah lima tahun dan tidak ada vaksin Covid-19 untuk di bawah lima tahun terutama di negara maju mereka nggak pakai, tentu asumsi bahwa ini berhubungan dengan vaksin dengan sendirinya sudah terpatahkan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Anak dr Areta Idarto menyarankan agar orang tua tetap menekankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak.

"Terutama lebih ditekankan lagi sejak pandemi Covid-19 harus tetap kita teruskan dan tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan tersebut," kata dr Areta.

PHBS tersebut antara lain mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun terutama sebelum makan dan setelah menggunakan fasilitas umum seperti toilet, hindari menggunakan fasilitas umum ketika sedang sakit, hindari berbagi makanan atau alat makan bersama, serta menjaga sistem imun dengan memberikan asupan nutrisi yang lengkap bagi anak-anak.

Sedangkan menanggapi kebijakan lepas masker di tempat terbuka yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah, Dokter Areta justru menyarankan agar orang tua tetap melindungi putra-putrinya dengan tetap memakaikan masker.

"Justru karena ada merebaknya penyakit yang baru dan belum kita ketahui penyebabnya, menurut saya kita harus tetap patuh menggunakan masker. Karena menghindarkan diri, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi tetaplah disiplin dengan protokol kesehatan," kata dia.

"Anak-anak kita melihat kita orang dewasa. Mereka mencontoh dan meneladani kita, jadi sebaiknya kita memberikan contoh yang terbaik," imbuh dr Areta.

Dokter May Fanny Tanzilia.Sppk selaku General Manager Granostic by Kortex menjelaskan, Granostic by Kortex ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan memberikan talkshow bertajuk Waspada Hepatitis pada Anak sebagai langkah antisipasi awal agar masyarakat mengerti tentang gejala Hepatitis tersebut.

"Kami ingin memberikan pelayanan cek kesehatan kepada masyarakat Surabaya yang sekaligus bertujuan dalam mengedukasi masyarakat mengenai maraknya beredarnya penyakit hepatitis yang saat ini ada dimasyarakat agar dapat mengantisipasi hal tersebut, terutama pencegahan pada anak-anak yang rentan terserang hepatitis akut," ucap dia.

Sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Hepatitis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, menggunakan perlengkapan makan pribadi jika makan di luar, melakukan cek kesehatan rutin secara rutin dan konsultasi pada dokter bila ada gejala-gejala hepatitis.

"Saat ini hepatitis akut dapat menyerang anak-anak dan menimbulkan kematian oleh sebabnya kami ingin memberikan. edukasi ke masyarakat agar mengetahui ciri-ciri dari gejala hepatitis tersebut karena sulitnya deteksi hepatitis akut akan membuat penanganannya lebih kompleks," imbuh dr May.

Jika penderita mengalami gejala-gejala tersebut segera periksa ke dokter sehingga membuat kondisinya tidak semakin parah, apalagi anak-anak, Maka sebagai langkah antisipasi dalam penanganan Hepatitis ini Granostic menawarkan paket screening awal hepatitis misterius untuk pemeriksaan SGOT, SGPT, bilirubin total dan urine lengkap serta konsultasi dengan dokter. By

Tag :

Berita Terbaru

Gus Fawait Tanggapi Santai Soal Dukungan Maju Pilgub Jatim, Fokus Kerja untuk Jember

Gus Fawait Tanggapi Santai Soal Dukungan Maju Pilgub Jatim, Fokus Kerja untuk Jember

Selasa, 15 Sep 2026 22:05 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 22:05 WIB

Jember, Nawacita - Bupati Jember, Gus Fawait, memilih merespons santai perihal dukungan naik ke level provinsi oleh sejumlah kepala Desa di Madura saat event…

NFH Expo 2026 Masuk Surabaya, Industri F&B dan Hospitality Jatim Dibidik

NFH Expo 2026 Masuk Surabaya, Industri F&B dan Hospitality Jatim Dibidik

Selasa, 15 Sep 2026 21:28 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 21:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Industri food and beverage (F&B) dan hospitality di Jawa Timur menjadi sasaran perluasan Nusantara Food & Hotel (NFH) Expo 2026. Untuk …

PWU Butuh Rp100 - 300 Miliar, Ketua DPRD Jatim Buka Peluang Penyertaan Modal

PWU Butuh Rp100 - 300 Miliar, Ketua DPRD Jatim Buka Peluang Penyertaan Modal

Selasa, 15 Sep 2026 20:26 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM – PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur mengungkap besarnya kebutuhan anggaran untuk membenahi tata kelola sekaligus mengoptimalkan aset-aset l…

Eksepsi Raditya Kritik Tajam JPU Tidak Cermat

Eksepsi Raditya Kritik Tajam JPU Tidak Cermat

Selasa, 15 Sep 2026 20:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 20:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM,Surabaya. Terdakwa Raditya Mohammer Khadaffi mengajukan eksepsi atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya dalam…

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pasar konstruksi dan industri bahan bangunan di Jawa Timur kembali menjadi perhatian melalui penyelenggaraan IndoBuildTech Expo S…

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam…