Gelapkan Belasan Mobil Mewah, Warga Mojosari Ditangkap Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Polresta Mojokerto berhasil menangkap pelaku penggelapan mobil rental dan perorangan. Pelakunya adalah Agus Dwianto (37) warga Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Ia diringkus anggota Satreskrim Polresta Mojokerto saat berada di rumah temannya di Perumahan Watasa, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, dari pengungkapan itu sebanyak 12 mobil berhasil diamankan dari berbagai wilayah.

"Abdul Rohim (korban) yang tinggalnya di Kediri itu, dia mendapatkan telepon untuk menjual mobil Pajero nya. Nah, setelah Pajero dilepas, posisi hanya dikasih mobil ini oleh si pembeli langsung dijual kepada orang dengan posisi BPKB dan kendaraan sudah diambil dari korban. Hasil penjualan BPKB dan kendaraan itu langsung diberikan mobil yang lain lagi, dengan status kredit mobil dan mobil kreditan ini dijual lagi ke orang," kata Rofiq saat konferensi pers, Selasa (5/7/2022).

Rofiq menambahkan, dari 12 mobil yang diamankan, delapan unit merupakan mobil rental dan empat lainnya disita langsung dari tersangka Agus Dwianto.

"Kami masih mengembangkan apakah ada mobil-mobil milik orang lain lagi, semoga tidak ada lagi korban-korban lain yang nantinya akan kesusahan," ucap mantan Kapolres Pasuruan ini.

Alumni Akpol 2001 ini menjelaskan, pihaknya juga mengembangkan apakah ada peran orang dalam di perusahaan finance.

"Kita kembangkan lagi, karena ada jasa dari perusahaan finance juga yang indikasinya mengucurkan dana yang harus juga nanti kita lihat secara substansi pidana, apakah harus ikut bertanggung jawab," ucapnya.

Sementara, pengakuan tersangka Agus Dwianto, ia nekat melakukan penggelapan mobil ini berdalih terjerat utang sebesar Rp 200 juta.

"Banyak utang di luar sekitar 200 juta," ia memungkasi. Satreskrim Polresta Mojokerto langsung mengembalikan dua mobil kepada pemiliknya. Dwi

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…