Mas Bechi, Pelaku Pencabulan Santriwati, Diduga Belum Beristri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi.
Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi.

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Meski usia Tersangka pencabulan santriwati sudah 42 tahun, warga sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Jombang, tak pernah melihat memperkenalkan wanita sebagai istrinya.

 

Kata Sulahmi, Warti, Jamiati dan Ismi, sampai ditangkap Polda Jatim, Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi, tak pernah terlihat berjalan dengan seorang wanita. Apalagi memperkenalkan ke publik, dia sudah beristri. "Apa punya istri disembunyikan atau memang belum beristri. Padahal, Mas Bechi cukup ganteng untuk ukuran warga Jombang," kata Ismi, warga Ploso Jombang.

 

Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur (Jatim) tampak lengang dua hari setelah penangkapan terhadap Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi tersangka pencabulan.

 

Sejauh ini, yang sudah di periksa penyidik sebagai saksi, ada dua korban. Salah seorang korban mengungkap bahwa dirinya pernah dihajar kemudian diperkosa oleh tersangka.

 

Salah satu korban yang berani mengungkap pengalamannya  adalah korban kedua. Santriwati yang bisa disebut sebagai 'Korban 2', mengaku menjalin hubungan asmara dengan Mas Bechi. Hubungan mereka berjalan selama hampir lima tahun. Dia mengaku dicabuli oleh Mas Bechi pada tahun 2012 saat masih berusia 15 tahun. Kini sudah buyar.

 

Area sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur sejak Sabtu siang sampai tadi jelang magrib, tampak lengang.

 

Pantauan di lokasi, ada beberapa petugas polisi berpatroli di sekitar ponpes tersebut. Seorang petugas kepolisian mengatakan ditugaskan atasannya untuk menjaga suasana di lingkungan ponpes agar tetap kondusif.

 

Ada dua mobil polisi diparkir di dekat pintu masuk ponpes. Selain itu, sejumlah polisi mengamati situasi sekitar ponpes dan mengambil gambar menggunakan kamera handphone (HP).

 

Sementara itu, aktivitas di lokasi juga tampak berlangsung normal. Siang hari, ada satu mobil pikap membawa sejumlah hewan kurban masuk ke dalam ponpes.

 

Sebagian besar santri, info yang diperoleh dari seorang pengasuh pondok sudah mulai pulang dijemput keluarganya. sebagian masih berada di sana. Ada orang tua atau wali murid mengambil anaknya dan pindah pondok lain, masih di Jombang.

Salah satu wali santri bernama Sugeng  berharap ponpes bisa tetap beroperasi. "Keberatan dari ponok ini (pembekuan izin operasi) soalnya generasinya nanti bagaimana," ujar Sugeng di lokasi, Sabtu tadi sore (9/7/2022).

 

Dia menuturkan hari ini tidak ada aktivitas belajar mengajar di lingkungan ponpes. " Hari ini libur," tuturnya. (jb/rmc)

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…