Resmikan Masjid Kampus UMG, Haedar Nashir: Muhammadiyah Tak Akan Jadi Benalu Negara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir saat menandatangani prasasti peresmian Masjid Al-Khoory UMG 'KH Faqih Oesman'. SP/Grs
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir saat menandatangani prasasti peresmian Masjid Al-Khoory UMG 'KH Faqih Oesman'. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi meresmikan Masjid al-Khoory Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) 'KH Faqih Oesman', Senin (11/7).

Peresmian masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Haedar Nashir. Ikut menyaksikan Ketua PWM Jatim Dr Saad Ibrahim MA, Rektor UMG Dr Eko Budi Leksono ST MT, anggota DPR RI Prof Dr Zainuddin Maliki MSi dan Ketua PDM Gresik M In'am.

Sebelum meninggalkan masjid, Prof Haedar menuliskan sebuah pesan yang berbunyi "Masjid Al-Khoory Faqih Oesman diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi khairu ummah dan pusat kemajuan umat.” 

Kepada sejumlah awak media usai peresmian masjid, Prof Haedar menyampaikan bahwa masjid kampus memiliki fungsi penting untuk membina akhlak mulia para insan kampus. 

“Selain itu juga sebagai tempat pusat ibadah masyarakat Gresik, khususnya untuk umat Islam. Sekaligus menjadi pusat Islam berkemajuan,” ujarnya. 

Menurutnya, masjid itu bisa dijadikan pusat berbagai aktivitas. “Bukan hanya untuk shalat berjamaah tapi juga kajian-kajian keislaman, pembinaan mahasiswa, dan pusat aktivitas masyarakat muslim membangun kekuatan sebagai umat terbaik,” katanya.

Selain itu, kata Prof Haedar, masjid itu juga menjadi masjid yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam berkemajuan, cinta damai, persatuan, serta memajukan jalinan ukhuwah dengan lintas masyarakat. 

“Tentu bagian dari salah satu contoh masjid-masjid di Indonesia sebagaimana diperintahkan Allah, menjadi pusat membangun ketakwaan,” imbuhnya. 

Maka menurutnya keliru kalau masih ada persepsi, karena satu dua kasus, masjid jadi anggapan dan stigma radikal. “Itu jauh dari realitas dan harus kita jadikan catatan jangan sampai ada generalisasi yang membuat orang tidak nyaman dan tidak punya persepsi positif,” jelas Haedar. 

Bahkan, dia menegaskan, masjid punya sejarah panjang membantu Indonesia. 

Prof Haedar menyampaikan, keberadaan mereka di kampus UMG itu wujud usaha meningkatkan kualitas dan peran kampus Muhammadiyah pada umumnya. “Kita, Muhammadiyah, termasuk Aisyiyah, punya 171 perguruan tinggi,” ungkapnya. 

Bahkan, dia baru saja meresmikan Universitas Muhammadiyah Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ini bukti nyata dari kehadiran Muhammadiyah yang memberi untuk bangsa, membangun negeri, memajukan semesta,” tegas Prof Haedar. 

Dia lantas menekankan, “Insyaallah Muhammadiyah tidak akan jadi beban negara. Tidak ingin merepotkan negara, apalagi jadi benalu negara!” 

Prof Haedar yakin, “Insya Allah kita jadi kekuatan masyarakat unggul, menggambarkan masyarakat madaniah. Mandiri tapi berkolaborasi dengan siapa pun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.” 

Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Dr Eko Budi Leksono ST MT menyampaikan, dirinya berbangga pihaknya bisa berkolaborasi dengan teman-teman dosen, TNI, dan seluruh masyarakat untuk menyukseskan peresmian masjid yang kini berdaya tampung hingga seribu jamaah itu.  

Padahal, lanjutnya, dulu pada awal berdirinya pada tahun 1996, masjid yang hanya bernama KH Faqih Oesman itu berkapasitas sekitar 250 jamaah saja. “(Renovasi sekarang) tinggal finishing, ini sudah 92 persen,” terangnya. 

Adapun pembangunan masjid dua lantai itu menghabiskan anggaran sekitar Rp7 miliar. “Dengan konsep swakelola, itu sudah sangat murah!” tegasnya. 

Eko (sapaannya) juga mengungkap perasaannya usai Prof Haedar berkenan hadir meresmikan. “Tentunya ini sangat membanggakan saya sebagai rektor! Jarang-jarang AUM (amal usaha Muhammadiyah) dikunjungi oleh Ketum PP Muhammadiyah,” imbuhnya. 

Dia lantas menerangkan, peresmian masjid itu dilanjutkan dengan pembinaan al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada karyawan UMG. “Harapannya, teman-teman mengerti bagaimana amal usaha Muhammadiyah (AUM) harus dikelola dengan baik sesuai tuntunan Muhammadiyah,” ujarnya. grs

Berita Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Perkuat Komitmen ESG Melalui GI ANDAL dan Aksi Penghijauan

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Perkuat Komitmen ESG Melalui GI ANDAL dan Aksi Penghijauan

Selasa, 09 Jun 2026 19:18 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 19:18 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur (UIT JBM) melaksanakan kegiatan Gardu…

Petisi Tolak MBG Tembus 31 Ribu Tanda Tangan, BEM Unair Desak Evaluasi Serius Pemerintah

Petisi Tolak MBG Tembus 31 Ribu Tanda Tangan, BEM Unair Desak Evaluasi Serius Pemerintah

Selasa, 09 Jun 2026 19:15 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 19:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Petisi yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) untuk menghentikan sementara program Makan Bergizi G…

Sidang Tambang Ilegal, Jaksa Sebut Nama PT Merak Jaya Beton

Sidang Tambang Ilegal, Jaksa Sebut Nama PT Merak Jaya Beton

Selasa, 09 Jun 2026 17:17 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Mojokerto – PT Merak Jaya Beton disebut dalam dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam sidang di Pengadilan Negeri Mojokerto. Pabrik beton ini d…

Siswa SMKN 1 Sidoarjo Gelar Karya Siswa Buka Service Motor Berkeliling

Siswa SMKN 1 Sidoarjo Gelar Karya Siswa Buka Service Motor Berkeliling

Selasa, 09 Jun 2026 17:13 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Luar biasa program gelar karya siswa profesional sejak masa pendidikan. Siswa SMKN 1 Sidoarjo melakukan layanan perbaikan…

Tahap II Rampung, Kades Jenangan Ponorogo Siap Disidang, Kuasa Hukum Kecewa Tak Ada TSK Baru

Tahap II Rampung, Kades Jenangan Ponorogo Siap Disidang, Kuasa Hukum Kecewa Tak Ada TSK Baru

Selasa, 09 Jun 2026 17:12 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:12 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Proses hukum kasus dugaan korupsi penambangan ilegal di lahan aset desa (tanah kas desa/TKD) Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, K…

Terganjal Lahan, 55 Titik Calon KDKMP di Ponorogo Hingga Kini Belum Terbangun 

Terganjal Lahan, 55 Titik Calon KDKMP di Ponorogo Hingga Kini Belum Terbangun 

Selasa, 09 Jun 2026 17:10 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Program pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masih berjalan lambat. Proyek…