Raka, Bocah 10 Tahun Mampu Membudidayakan Tanaman Mint untuk Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Muhammad Raka Nafi' Fathonah, Siswa Kelas 5 SDN Rungkut Menanggal I Kota Surabaya, getol membudidayakan Tanaman Mint menjadi lebih bermanfaat untuk masyarakat dengan diolah menjadi minuman.

Raka yang merupakan Calon Pangeran Lingkungan Hidup dengan nomer peserta 183, dalam ajang Finalis Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2022. Anak pertama dari dua bersaudara tersebut bersaing ketat dengan 62 peserta final se Surabaya.

" Tanaman Mint ini merupakan tanaman langka asli eropa, biasanya digunakan sebagai spaghetti dan bisa di buat obat-obatan juga," kata Raka, saat di temui di Nurul Hayat, Sabtu (3/9/3022).

Raka yang juga sebagai Hafiz Al Quran 12 Juz mengungkapkan, tanaman daun mint mudah tumbuh dan memiliki banyak manfaat. "Tanaman Mint termasuk kategori Tanaman Obat Keluarga. Untuk proses penanaman cukup lewat stek batang. Sampai tumbuh akar 1 minggu, setelah itu dipindah ke tanah," Ungkapnya.

Raka juga menjelaskan, berawal ia menyukai mata pelajaran sains yang kemudian menjadi wadah untuk membudidayakan tanaman mint untuk dipraktekan, lewat ilmu itu dirinya menghafalkan berbagi jenis tanaman dan nama latin dari tanaman tersebut.

" Daunnya yang lebar dan memiliki aroma yang kuat, ciri ciri daun siap untuk dipetik," jelasnya.

Dari tanaman itu Raka mengolahnya menjadi beberapa produk. Mulai dari Detox Mint Drink, Dry Mint Tea, dan Agar Agar Mint. Raka mengaku tidak kesulitan dalam membuat karya tersebut. Produk pertama yang dijadikan yaitu Agar Agar Mint dan Detox Mint Drink, Kemudian yang terbaru Dry Mint Tea dari Daun Mint yang dikeringkan.

"Produk yang sudah di produksi dan laku terjual mencapai 500 botol Detox Mint Drink, 300 cup Agar Agar Mint, dan 100 cup Dry Mint Tea. Bahkan di SMPN 19 menjadi best seller," terangnya, dengan rasa bangga.

Raka juga menyebut, tiga inovasi olahan Daun Mint itu pernah diborong oleh Dirut PDAM, Arief Wisnu Cahyono,dan Wakil DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. Meski begitu dirinya terus mensosialisasikan produknya ke sejumlah dinas. "Saya harap produk saya bisa diterima oleh seluruh masyarakat, agar mengajak bersama sama mengurangi dampak pemanasan global," tutup Raka.by

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…