Wali Kota Surabaya Tak Segan Tutup Playtopia Jika Terbukti Lakukan Diskriminasi Pengunjung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tidak akan segan menutup tempat bermain anak Playtopia di Ciputra World Surabaya jika terbukti melakukan diskriminasi etnis terhadap pengunjungnya.

Ancaman ini merupakan buntut insiden cucu Mensos Tri Rismaharini yang diduga mendapat perlakuan diskriminasi hingga diusir dari Playtopia gegara melepas masker saat bermain.

Apabila terbukti terjadi diskriminasi pada insiden tersebut, Eri menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam. Dia akan meminta tempat bermain itu ditutup.

"Kalau memang benar ada diskriminasi, ya, tutup aja. Nggak boleh Surabaya ada diskriminasi," kata Eri saat ditanya wartawan di Balai Pemuda, Sabtu (3/9/2022).

Namun  sebelum tindakan itu dilakukan, Eri meminta semua pihak untuk melihat peristiwa pengusiran tersebut dari berbagai sisi. Menurut Eri, pengusiran itu bisa saja terjadi karena memang ada pelanggaran SOP terkait protokol kesehatan dan pemakaian masker. Sejauh ini, ia sudah menerima kronologi yang versinya Fuad.

"Kemarin kan disampaikan bahwa memang aturannya pakai masker, dan tidak pakai masker. Disuruh keluar dan sudah selesai, Mas Fuad mau keluar," tutur Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini .

Namun, masalah terjadi ketika Keluarga Risma melihat banyak anak lain yang bebas bermain tanpa menggunakan masker. Menurutnya hal itu juga perlu dipertanyakan ke pengelola Playtopia.

"Tapi ketika keluar kok masih ada yang enggak pakai masker di dalam, lah ini yang perlu dipertanyakan," ujarya.

Eri berharap tak ada unsur diskriminasidi peristiwa itu. Ia yakin yang terjadi adalah miskomunikasi semata.

"Mungkin karena miskomunikasi atau apa, ini yang saya minta cari,” ucap Eri.

Eri juga meminta tempat bermain lain di Surabaya tidak melakukan diskriminasi, terutama pada anak-anak. Ia pun berharap semua pihak untuk jujur mengungkap kejadian yang sebenarnya dan meminta maaf jika memang salah agar permasalahan bisa cepat terselesaikan.

"Iki Suroboyo wes terkenal [Iji Surabaya sudah terkenal] budaya blak-blakan ae. Kalau ada salah minta maaf, kalau ada khilafnya atau salah paham ya selesaikan, gitu aja lah," ujar Eri.

Diketahui, kejadian ini bermula saat anak Risma, Fuad Benardi dan istrinya Erra Masita Maharani mengajak dua buah hatinya bermain di Playtopia, Ciputra World Surabaya, Rabu (31/8/2022).

Anak kedua mereka yang masih berusia dua tahun disebut diusir oleh seroang petugas Playtopia karena dianggap tidak mematuhi SOP tentang penggunaan masker ketika baru 20 menit bermain.

 Namun, Fuad melihat banyak anak-anak lain yang dibiarkan petugas dan masih leluasa bermain meski tak memakai masker. Fuad pun melayangkan protes dan mengatakan apa yang dilakukan petugas di playground itu adalah bentuk rasisme dan diskriminasi etnis terhadap anaknya.

"Apa karena kami orang Jawa bisa diusir semena-mena? Tolong Playtopia jangan jadi tempat bermain [yang] rasis," pungkas Fuad.

Menanggapi hal ini, General Manager Playtopia, Tohidin beserta pihak manajemen bertemu langsung dengan orangtua cucu dari Mensos Risma yakni Fuad Benardi, Jumat (2/9/2022). Manajemen Playtopia meminta maaf atas pelayanan yang tidak mengenakkan.

"Hari ini, 2 September 2022, kami telah melakukan pertemuan dengan pihak keluarga. Upaya kami untuk berkomunikasi dan meluruskan kesalahpahaman diterima dengan baik. Atas nama manajemen Playtopia, kami turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Manajemen Playtopia, Jumat (2/9/2022).

"Ini pelajaran untuk Playtopedia karena baru dua minggu. Kami tahu bagaimana kecewanya orangtua, apalagi untuk anak yang ingin happy fun, tapi ortu malah kecewa atas pelayanan kami, kami minta maaf," pungkasnya.

Ia mengakui, pegawainya yang telah mengusir cucu Mensos Risma itu kurang sopan dan lepas kontrol pada saat bertugas.

"SOP tetap berjalan, sesuai apa yang diharapkan pemerintah, yakni wajib menggunakan masker, kenyamanan, keselamatan untuk customer yang lain tetap sama. Pegawai tetap kami pertimbangkan," bebernya. sb

Berita Terbaru

Ketua DPRD: Hari Jadi ke-458 Momentum Perkuat Sinergi Membangun Kabupaten Madiun

Ketua DPRD: Hari Jadi ke-458 Momentum Perkuat Sinergi Membangun Kabupaten Madiun

Sabtu, 18 Jul 2026 20:11 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 20:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Semangat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun dalam rangka memperingati …

Kasasi Ditolak MA, Eks Kasek SMK PGRI Ponorogo Resmi Jalani Vonis 12 Tahun, Aset Segera Dilelang

Kasasi Ditolak MA, Eks Kasek SMK PGRI Ponorogo Resmi Jalani Vonis 12 Tahun, Aset Segera Dilelang

Sabtu, 18 Jul 2026 18:18 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 18:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Upaya hukum kasasi yang diajukan oleh terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK PGRI 2 Ponorogo,…

Hakim Cecar Inspektur III Soal Audit CSR TPA Winongo, Singgung BBM PUPR untuk Alat Berat Swasta

Hakim Cecar Inspektur III Soal Audit CSR TPA Winongo, Singgung BBM PUPR untuk Alat Berat Swasta

Sabtu, 18 Jul 2026 17:04 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 17:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Inspektorat Kota Madiun menyebut hasil audit pekerjaan proyek Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT Hemas Buana Indonesia (…

Saksi Ungkap Maidi Perintahkan Kepsek SD-SMP dan OPD Beli Pohon Sambung Tuwuh

Saksi Ungkap Maidi Perintahkan Kepsek SD-SMP dan OPD Beli Pohon Sambung Tuwuh

Sabtu, 18 Jul 2026 17:02 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 17:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Saksi Lismawati mengungkap Wali Kota Madiun nonaktif Maidi memerintahkan kepala sekolah SD, SMP, dan sejumlah OPD membeli m…

Bupati Hari Wuryanto Serahkan 55 Mobil Siaga Desa, Wujudkan Layanan Cepat untuk Masyarakat  ‎

Bupati Hari Wuryanto Serahkan 55 Mobil Siaga Desa, Wujudkan Layanan Cepat untuk Masyarakat ‎

Sabtu, 18 Jul 2026 17:00 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 17:00 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Hadirkan pelayanan yang cepat dan mudah dijangkau hingga ke tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Madiun serahkan 55 unit mobil siaga k…

Satreskoba Polres Blitar Tangkap 3 Pengedar Sabu, Salah Satunya Oknum Anggota Polisi

Satreskoba Polres Blitar Tangkap 3 Pengedar Sabu, Salah Satunya Oknum Anggota Polisi

Sabtu, 18 Jul 2026 14:23 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskoba Polres Blitar Kota terus mengobrak-abrik sarang peredaran narkoba maupun obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres B…