Media Asing Anggap Jokowi Kuat Atasi Kemarahan Rakyat Soal Kenaikan BBM

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 09 Sep 2022 20:38 WIB

Media Asing Anggap Jokowi Kuat Atasi Kemarahan Rakyat Soal Kenaikan BBM

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Media asing kembali menyoroti perkara kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Media Inggris, Reuters, melaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada dalam posisi yang kuat untuk mengatasi tekanan dan kemarahan atas kenaikan harga BBM.

Walaupun keputusannya menuai protes di seluruh Indonesia, koalisi Jokowi yang menguasai hampir 82 persen kursi di parlemen, disebut Reuters akan mampu mengatasi keributan dan bahkan menjadikannya sebagai King Maker untuk pemilihan 2024.

Baca Juga: Hubungan Jokowi - Prabowo, akan Retak

"Modal politiknya cukup kuat untuk menyerap guncangan jangka pendek," kata Sirojudin Abbas, direktur eksekutif lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting kepada Reuters, Kamis.

"Protes akan mereda dengan mudah karena tim Jokowi telah mengelola kondisi dengan cukup baik," tambahnya.

Selain itu, Kennedy Muslim, seorang analis dari lembaga survei Indikator Politik menilai masuknya rival politik Prabowo Subianto ke dalam kabinetnya telah menghilangkan sumber oposisi yang potensial bagi Jokowi.

 

Bocoran dari Menhub

Baca Juga: Rabu Pon Bagi Jokowi dan Orang Muslim

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membocorkan persiapan Presiden Joko Widodo sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Jokowi sampai menggelar rapat lebih dari 10 kali dengan sejumlah menterinya.

“Saya sangat berterima kasih dengan Bapak Presiden dan semua menteri kita membahas itu tidak satu kali, lebih dari 10 kali kita ratas dan sosialisasinya itu soft sekali,” ucap Budi Karya Sumadi.

Sehingga, kata Budi, dari pembahasan yang dilakukan Presiden Jokowi dan menteri terkait secara teliti dampaknya dari kenaikkan harga BBM masih terkendali di sektor transportasi.

Baca Juga: Sidang Perdana Sengketa Pemilu, Rabu Pon

“Relatif sektor transportasi itu tidak terjadi suatu guncangan,” ujar Budi, kepada Jurnalis Kompas TV Cindy Permadi, Jumat (9/9/2022).

“Bahwa 1-2 hari ada masalah ya, tapi kita akan jalani ini, Pak Presiden juga minta agar Pemda juga melakukan suatu upaya-upaya yang memberikan subsidi-subsidi di daerah.”

Sebab, sambung Budi, dampak dari kenaikkan harga BBM tidak mungkin hanya dikerjakan oleh satu kementerian saja. n kps/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU