Dokter: Pasien Kanker Tak Perlu Hindari Nasi dan Protein

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter spesialis gizi klinik dr. Claresta Diella, M.Gizi, Sp.GK, mengingatkan bahwa pasien kanker tak perlu menyingkirkan nasi dan protein karena keduanya sangat diperlukan oleh tubuh terutama selama proses pengobatan.

"Pasien kanker tetap butuh karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayur-sayuran, dan lemak juga diperlukan, tapi lemak yang baik," kata Diella.

Menurut dia, sebagian pejuang kanker tidak mau makan nasi karena menghindari gula atau karbohidrat karena dianggap akan membuat sel kanker menjadi semakin berkembang.

"Beberapa pasien saya begitu karena takut dengar gosip kalau gula ini makanannya kanker, jadi kalau makan karbohidrat, sel kanker semakin besar. Yang ada, karena enggak makan nasi selama proses pengobatan, jadinya berat badannya semakin turun. Dengan berat badan yang turun, ini akan mempersulit pengobatan," ungkap Diella.

Diella yang merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) itu menjelaskan, turunnya berat badan otomatis akan membuat tubuh pasien menjadi lemas. Pasien juga akan mengalami efek samping yang lebih banyak dari proses pengobatan mulai dari kemoterapi maupun radiasi.

"Karbohidrat kan kalau dipecah jadi glukosa dan sebagai sumber makanan dia (sel kanker). Sel kanker ini pinter, kalau karbohidrat enggak ada, dia akan ambil dari protein, dari lemak, lama-lama yang terjadi adalah menggerogoti tubuh kita. Tubuh makin kurus, otot makin hilang, imunitas makin rendah, itu yang terjadi," jelas Diella.

"Jadi karbohidrat tetap harus dikonsumsi tapi batasi yang sederhana seperti buah-buahan yang dijus. Lebih baik makan nasi daripada penderita kanker nge-skip nasi lalu makannya buah-buahan karena itu gula sederhana yang lebih cepat dipakai oleh sel kanker," lanjutnya.

Selain karbohidrat, Diella mengatakan, pasien kanker juga kerap menghindari konsumsi protein. Contohnya, pasien kanker payudara tidak mau mengonsumsi protein nabati seperti kacang kedelai karena khawatir akan meningkatkan kadar estrogen dan pasien kanker usus tidak mau makan protein hewani seperti daging merah. 

Padahal, kata dia, konsumsi protein nabati dalam jumlah yang cukup oleh pasien kanker payudara tidak akan memperburuk kanker. Begitu juga dengan konsumsi daging merah.

"Protein ini tetap dibutuhkan. Tapi memang karena daging merah ini lebih tinggi lemak, biasanya kita batasi sepekan dua kali. Sisanya bisa tingkatkan dari daging putih seperti daging ikan, daging ayam, telur juga," ujar Diella.hlt/kkr

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…