Studi: Dengar Kicauan Burung Bawa Manfaat Kesehatan Mental

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 31 Okt 2022 20:43 WIB

Studi: Dengar Kicauan Burung Bawa Manfaat Kesehatan Mental

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sebagian orang mungkin pernah merasa lebih tenang setelah berinteraksi atau bahkan sekadar mendengar kicauan burung. Rasa tenang yang muncul itu sebenarnya bukan kebetulan belaka.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari King's College London mengungkapkan bahwa burung adalah hewan yang bisa membawa manfaat bagi kesehatan mental. Hanya dengan mendengarkan kicauan burung, melihat burung, atau menjumpai burung bisa membantu memperbaiki suasana hati pada orang yang depresi dan juga populasi umum.

Baca Juga: Prudential Indonesia dan Prudential Syariah Luncurkan PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah

Studi ini melibatkan sekitar 1.300 partisipan di Inggris, Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan China. Selama studi berlangsung, para partisipan diminta menggunakan sebuah aplikasi ponsel pintar bernama Urban Mind.

Setiap hari, para partisipan ditugaskan untuk mencatat perasaan mereka di hari itu di aplikasi. Para partisipan juga diminta untuk memberikan keterangan bila mereka melihat pohon, melihat burung, atau mendengar kicauan burung.

Hasil studi menunjukkan bahwa skor kesehatan mental para partisipan umumnya mengalami peningkatan ketika mereka melihat atau mendengar kicauan burung. Peningkatan skor ini juga terjadi pada partisipan yang terdiagnosis dengan depresi.

Baca Juga: Kurangi Risiko Anak, Pemdes Sawocangkring Gelar Musdes Rembug Stunting

Berkaitan dengan temuan terbaru ini, peneliti dari King's College London, Prof Andrea Mechelli, menilai pentingnya memiliki populasi burung yang sehat di tengah masyarakat. Situasi ini mungkin akan semakin bermanfaat di lingkungan perkotaan.

Untuk bisa memiliki populasi burung yang sehat, Prof Mechelli menilai perlu adanya lingkungan yang mendukung. Contohnya adalah lingkungan yang dikelilingi dengan tanaman atau pepohonan.

"Kita perlu merawat seluruh ekosistem di dalam kota-kota kita," jelas Prof Mechelli, seperti dikutip dari WebMD, Ahad (30/10/2022).

Baca Juga: Kurangi Risiko Balita, Pemdes Sumberejo Gelar Musdes Rembuk Stunting

Penulis Royal Society for the Protection of Birds' Guide to Birdsong, Adrian Thomas, menilai temuan dalam studi terbaru ini merupakan hal yang masuk akal. Thomas mengatakan ada banyak orang yang memang merasakan ketenangan dan kesenangan setelah mendengarkan kicauan burung.

"Kita perlu mengatasi krisis alam dan memastikan bahwa alam tidak menjadi sunyi (dari kicauan burung)," ujar Thomas.hlt/kcu

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU