Majukan Industri Konstruksi, Gravel Dorong Inovasi Manajemen Konstruksi Digital

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Di tengah gencarnya pembangunan di Indonesia, sektor konstruksi harus lebih giat mengadaptasi transformasi digital.
Di tengah gencarnya pembangunan di Indonesia, sektor konstruksi harus lebih giat mengadaptasi transformasi digital.

i

SURABAYA PAGI, Jakarta- Di tengah gencarnya pembangunan di Indonesia, sektor konstruksi harus lebih giat mengadaptasi transformasi digital, terutama dengan kondisi percepatan pembangunan di tanah air terus berlangsung 5 tahun belakangan ini.

Transformasi digital sebenarnya sudah masuk dalam daftar prioritas para pelaku sektor konstruksi, terutama yang berskala besar, namun masih belum optimal implementasinya.

Meski menawarkan efisiensi dan produktivitas yang lebih besar, masih ada alasannya yang menghalangi perusahaan konstruksi untuk bergeser ke digital, yaitu kompleksitas ekosistemnya, antara pemilik, kontraktor, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya.

Alasan lain yang tak kalah kuatnya adalah tantangan dalam mengubah budaya atau kebiasaan kerja di sektor ini. Secara historis, perekrutan pekerja konstruksi atau tukang bangunan berlangsung berdasarkan sistem kekeluargaan atau pertemanan. Ketika ada proyek bangunan, tukang akan bekerja dalam satu paguyuban atau rombongan tapi ketika proyek sepi serombongan itu pula menganggur.

Siklusnya terus seperti ini hingga sekarang. Informasi pekerjaan konstruksi pun masih dikelola dan dikomunikasikan secara verbal, dari mulut ke mulut. Selain itu, manajemen pekerja proyek juga masih belum terorganisir dan banyak miskomunikasi antara pemilik proyek konstruksi yang berada di kantor dengan tukang yang berada di lapangan.

Akibatnya terjadi penundaan penyelesaian proyek hingga terbuangnya waktu dan biaya. Inovasi manajemen konstruksi lewat aplikasi pencari tukang Tantangan-tantangan ini sebenarnya dapat terselesaikan apabila para pemangku kepentingan di sektor konstruksi mulai bergeser dari metode tradisional ke solusi manajemen konstruksi digital.

Saat ini solusi digital dalam konstruksi masih banyak fokus bergerak di perencanaan pembangunan atau rantai pasok. Belum banyak yang menawarkan solusi dalam aspek pengelolaan SDM, khususnya manajemen jasa tukang bangunan atau pekerja konstruksi, padahal dalam ekosistem sektor konstruksi tukang pegang peranan penting. Di ceruk inilah Gravel hadir dengan mengedepankan inovasi digital manajemen konstruksi yang fokus menyediakan tukang ahli dan berpengalaman dari aplikasi.

Kehadiran Gravel untuk sektor konstruksi tak hanya sebagai penyedia tukang saja.

“Yang kami tawarkan lebih dari itu. Gravel menawarkan solusi digital yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan tukang di sebuah proyek konstruksi. Solusi ini dapat menghemat waktu, biaya dan tugas kerja kontraktor, jadi kontraktor lebih fokus dengan proyek. Urusan pencarian, pengelolaan, pembayaran dan administrasi tukang, Gravel yang menangani”, Chief Product Officer Gravel, Fredy Yanto menjelaskan.

Dari aspek perekrutan tukang, kontraktor dapat memilih tukang berdasarkan informasi keahlian dan pengalaman tukang cukup dari aplikasi. Ketika proyek berjalan, kontraktor dapat melacak absensi tukang, kapan absen masuk dan absen keluar, hingga detail lokasi titik koordinatnya. Gravel juga mengelola dan mendistribusikan pembayaran upah tukang secara terjadwal dengan sistem pembayaran hari ini kerja, besok gajian. Setiap tukang yang menjadi mitra Gravel juga secara otomatis sudah terproteksi oleh asuransi kecelakaan kerja dan kematian yang disediakan oleh Gravel. Jadi secara keseluruhan, Gravel mendukung pengelolaan tukang secara end to end sehingga proyek lebih terpantau, penjadwalannya lebih akurat, dan perencanaan anggarannya pun lebih terukur.

“Solusi-solusi digital Gravel ini hadir untuk mendukung kinerja produktivitas dan efisiensi pelaku usaha konstruksi agar semakin optimal, profitabilitasnya meningkat dan berkelanjutan. Diharapkan Gravel juga dapat memberikan kontribusi nyata kepada sektor konstruksi dan mendorong kemajuan transformasi digital di Indonesia.” CEO Gravel, Georgi Putra, menyampaikan harapannya.

Membangun Indonesia Lewat Pengembangan Sumber Daya Tukang Sebagai bagian dari kontribusi nyata yang mendukung kinerja produktivitas, Gravel juga secara rutin mengadakan Gravel Terampil yang merupakan pelatihan gratis bagi para pekerja konstruksi.

“Untuk membangun Indonesia dengan membangun manusianya, kita perlu membangun ekosistem yang baik dulu antara manufaktur, tukang dan Gravel sendiri. Gravel Terampil adalah ekosistem dimana kami dan partner bersama-sama untuk mengedukasi dan membangun skill tukang,” jelas William Panjaitan, Head of Commercial Gravel.

Dalam pelaksanaannya, Gravel menggandeng para partner manufaktur terpercaya untuk bersama-sama meningkatkan kualitas tukang di Indonesia. Meskipun baru dilaksanakan di dua kota, Jakarta dan Surabaya, antusiasme partisipan Gravel Terampil dinilai tinggi, baik dari sisi partner maupun tukang.

“Bagi tukang, Gravel Terampil sangat membantu mereka, tidak hanya tentang skill tapi juga wawasan perusahaan manufaktur yang bekerjasama dengan kita. Jadi, ke depannya, kita ingin menjangkau lebih banyak tukang dengan mengadakan Gravel Terampil di seluruh Indonesia,” tambah William.

Tentang Gravel

PT Gravel Teknologi Indonesia, atau lebih dikenal sebagai Gravel, berdiri pada 2019 dan merupakan perusahaan yang membangun aplikasi di bidang konstruksi. Fokus Gravel saat ini adalah menghubungkan para pencari dan penyedia kerja, dengan memberikan jaminan pertanggung jawaban dari kedua belah pihak.

Hingga saat ini, Gravel telah memiliki lebih dari 1,7 juta pekerja konstruksi yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya berhenti menyediakan sumber daya manusia, Gravel juga ingin mewujudkan lebih banyak proyek yang selesai tepat waktu, sesuai budget dan berkualitas tinggi, melalui adanya financing tools dan penyediaan barang baku bangunan.by

Tag :

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…