Investasi SBT Diduga Berkedok Ulama di Kediri Rugikan Korban Hingga Puluhan Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah investor investasi SBT mendatangi pengasuh Pondok Pesantren Bani Ridwan di Kabupaten Kediri.
Sejumlah investor investasi SBT mendatangi pengasuh Pondok Pesantren Bani Ridwan di Kabupaten Kediri.

i

SURABAYAPAGI, Kediri - Puluhan investor Investasi Sugih Berkah Trade (SBT) di Kediri menggeruduk Pondok Pesantren Bani Ridwan di Desa Wenongsari, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Minggu (19/11/2022). Kedatangan mereka ingin menuntut pengembalian modal investasi yang sudah diberikan sebelumnya.

Koordinator investor Isfauzi mengatakan, mewakili para investor pihaknya ingin modal investasi yang sudah diberikan pada kordinator untuk segera dicairkan. Pasalnya, sejak Februari lalu ia bersama investor lain sudah tidak lagi menerima profit seperti yang dijanjikan.

“Ada 140 investor yang dikordinatori Bapak Ihya Ulumudin. Kami cuma ingin meminta kembali dana modal investasi yang sudah diberikan dulu. Untuk besarannya masing-masing investor ini beragam,” ujarnya.

Isfauzi menjelaskan, investasi SBT sebelumnya menggandeng para kordinator. Salah satunya, Ihya Ulumudin yang merupakan tokoh ulama Pondok Pesantren Bani Ridwan di Kabupaten Kediri.

Lanjutnya, Gus Ulum panggilan akrab Ihya Ulumudin, kemudian mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di Investasi SBT. Tidak ada batasan minimal dalam besaran modal yang diberikan. Berapapun modal tersebut, para investor dijanjikan akan mendapat profit sebesar 10 persen dalam setiap bulannya.

“Investasi ini setahu saya baru berjalan tahun 2021 lalu. Saya sendiri ikut baru Agustus tahun lalu, awalnya lancar mendapatkan profit 10 persen. Tetapi sejak Februari kemarin hingga sekarang profit itu tidak lagi cair. Oleh karenanya kami ingin meminta modal itu kembali,” jelasnya.

Dirinya bersama puluhan investor lainnya, Minggu (19/11/2022) malam mendatangi Gus Ulum pengasuh Pondok Pesantren Bani Ridwan yang juga menjadi kordinator Investasi SBT. Sejumlah investor ini mengaku tak ingin kasus berlanjut lebih jauh hingga proses hukum. Mereka berharap uang modal yang sudah diberikan tersebut masih bisa cair.

“Di Kediri ada ratusan investor yang di bawah masing-masing kordinator. Untuk kordinator Gus Ulum ada 140 investor dengan total dana hingga Rp 22 Miliar. Untuk saat ini kita masih belum ingin melapor ke kepolisian, namun untuk kedepan kita juga belum tahu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kordinator Investasi SBT, Gus Ulum mengakui perihal adanya tuntutan para investor. Namun, pihaknya enggan menjelaskan detail alur penyebab profit investasi tersebut macet.

“Saat ini kami masih berusaha memaksimalkan potensi-potensi yang ada untuk pengembalian. Meskipun semua ini yang membawa Juha Irawadi (Komisaris Investasi SBT). Sementara ini yang bisa saya jelaskan terkait pertemuan tadi,” pungkasnya. can

 
 

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…