Bupati Ikfina Sebut Bunda PAUD Adalah Tokoh Sentral Perwujudan PAUD-HI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Agenda Road Show Pembinaan Bunda Paud Desa yang diprakarsai Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto terus berlangsung. Melalui agenda tersebut, Bupati Ikfina mendorong terwujudnya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di wilayah kerjanya. 

Hari ini, Bupati Ikfina melaksanakan pembinaan kepada Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Jatirejo dan Gondang. Dalam pembinaan Bunda PAUD, Senin (21/11) pagi ini, Bupati Ikfina menyampaikan, terwujudnya PAUD-HI tentunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak. "Kebutuhan ini dipenuhinya harus secara bersamaan, sistematis dan terintegrasi," ungkapnya. 

Bupati Ikfina menjelaskan, Bunda PAUD merupakan sebuah predikat yang diberikan kepada istri kepala pemerintahan dan kepala pemerintahan perempuan. Sehingga di setiap jenjang hanya ada satu orang Bunda PAUD. 

"Bunda PAUD adalah predikat yang diberikan kepada istri kepala daerah, kepala pemerintahan hingga kepala desa. Di setiap jenjang itu hanya ada satu Bunda PAUD," ujarnya. 

Negara pun membebankan tugas kepada Bunda PAUD, yakni untuk mengupayakan layanan anak usia dini berkualitas di wilayahnya masing-masing. Ikfina yang merupakan Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto pun menjelaskan tiga tugas tersebut. 

"Bagaimana mengupayakan layanan anak usia dini berkualitas? Pertama adalah aman, Bunda PAUD harus memastikan bahwa layanan pendidikan anak usia dini ini aman untuk anak-anak belajar. Kedua adalah nyaman, apakah kondisi layanan pendidikan anak usia dini ini nyaman untuk anak-anak belajar? Ini tugas Bunda PAUD untuk memastikan. Ketiga adalah menjamin fasilitas perkembangan secara utuh terutama yang berhubungan dengan proses belajar mengajar ini," terangnya. 

Ikfina menyebut, Bunda PAUD merupakan figur sentral dalam mewujudkan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI). "Bunda PAUD adalah figur tokoh sentral yang mendorong upaya perwujudan PAUD yang berkualitas," tandasnya. 

Ikfina juga menjelaskan, kebutuhan esensial anak, yakni kebutuhan kesehatan, gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral emosional dan pengasuhan. "Kebutuhan ini lah yang harus dipenuhi secara bersamaan, sistematis dan terintegrasi," tuturnya. 

Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak tersebut, Ikfina menyebut, telah dilakukan. Namun apakah hal tersebut sudah dilakukan secara simultan, sistematis dan terintegrasi? Ikfina pun selanjutnya memaparkan sejumlah data. 

"Mari kita lihat, apa semua anak-anak usia lima tahun itu datang ke posyandu? Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, yang datang ke Posyandu tidak sampai 60 persen, karena anak usia di atas dua tahun imunisasi sudah lulus, itu yang pertama, dan yang selanjutnya, ada yang sudah masuk sekolah. Otomatis tidak sampai 60 persen yang mendapat pelayanan kesehatan, gizi dan perawatan," jelasnya.

Untuk memastikan anak-anak usia dini mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dalam menunjang tumbuh kembang anak, Bupati Ikfina mengatakan, bakal membentuk Posyandu di satuan PAUD. 

"Pemkab Mojokerto akan memaksa satuan PAUD untuk mendirikan Posyandu di sekolah masing-masing, yang nantinya khusus untuk melayani murid-muridnya sendiri. Kita akan latih para pendidik PAUD dan memenuhi sarpras nanti, kami juga akan beri alat pemeriksaan visus untuk melakukan pemeriksaan penglihatan anak," terangnya. 

Bupati Ikfina ingin, Posyandu di masing-masing satuan PAUD juga terintegrasi dengan Posyandu pada umumnya. "Hasil pemeriksaannya nanti tetap koordinasi dengan bidan desa untuk langkah lebih lanjut. Harapan kita semua, akan terlayani terkait pelayanan kesehatan kepada anak-anak," harapnya. 

Selain itu, Ikfina menambahkan, guru-guru PAUD nantinya juga harus melakukan parenting dimana parenting tersebut sama seperti yang dilakukan oleh kader BKB (Bina Keluarga Balita). "Guru-guru ini nanti juga akan melakukan parenting, parenting ini sama seperti BKB.

Nanti bisa lewat grup WhatsApp, sehingga BKB di luar nanti fokus anak-anak yang datang di Posyandu, yang tidak sekolah di PAUD nanti menjadi tanggung jawab Posyandu dan kader BKB," jelasnya. 

Bupati Ikfina menegaskan, bagaimana hal-hal yang diajarkan ke anak-anak usia dini ini pengasuhannya yang dilakukan di rumah dan di sekolah sama. Tak hanya itu, Bupati Ikfina juga meminta agar terkait fungsi perlindungan juga diajarkan kepada anak-anak usia dini. 

"Yang perlu kita tanamkan ke anak-anak adalah terkait masalah perlindungan. Perlindungan terhadap kekerasan seksual. Baik di rumah atau sekolah, anak harus dididik untuk perlindungan diri sendiri. Mengajarkan anak-anak membentuk pertahanan diri, bagian-bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh orang lain," ujarnya.

Mengapa begitu penting memperhatikan PAUD-HI? Bupati Ikfina menjelaskan, proses pertumbuhan dan perkembangan sel saraf otak memiliki masa waktu tertentu. Dimana saat masa pertumbuhan dan perkembangan tersebut terlewat, maka sudah tidak bisa diulang. 

"Proses pembentukan sel saraf otak sudah dimulai dari usia satu bulan kehamilan. Ini berkembang terus. Proses pertumbuhan dan perkembangan fungsi sel otak ada jadwalnya. Kalau sudah jadwalnya selesai ya selesai, tidak bisa ditunda," tandasnya. 

Bupati dengan latar belakang dokter ini pun mencontohkan, fungsi sel otak untuk pendengaran dan penglihatan sudah mulai berkembang pada usia satu hingga tiga bulan sebelum bayi dilahirkan. 

"Saya pernah bilang, stimulasi dalam kehamilan itu penting. Karena otaknya yang berfungsi untuk pendengaran dan penglihatan ini sudah berkembang. Usia kandungan delapan bulan, menjadi perkembangan sel otak yang sangat luar biasa, maka dari itu stimulasi saat kehamilan sangat penting," bebernya. 

Ketika bayi lahir, lanjutnya, puncak pertumbuhan dan perkembangan di usia tiga bulan pertama setelah lahir. "Setelah usia tiga bulan, pertumbuhannya akan turun dan akan selesai saat anak usia enam tahun. Karena ini yang tidak bisa dilewatkan, maka tolong dimanfaatkan dengan betul. 

Perkembangan paling kompleks, lanjut Ikfina, akan terjadi pada anak usia satu hingga enam tahun. "Satu tahun, dua tahun ini juga puncak-puncaknya. Fungsi otak yang paling kompleks, itu puncaknya di usia satu sampai lima tahun, itu saat dimana anak-anak di masa pendidikan PAUD," tambahnya. 

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini pun kembali menekankan, ketika PAUD-HI ini tidak bisa terlaksana dengan maksimal, maka masa-masa penting membentuk karakter anak anak terlewatkan. 

"Inilah ketika PAUD-HI tidak dilakukan, maka akan terlewat pendidikannya. Itulah yang membuat kita rugi, anak-anak yang kurang gizi ke depan tidak akan bisa maksimal. Kalau pertumbuhan dan perkembangan anak ini mencapai maksimal, disekolahkan kemana dan dimana pun, pasti akan cerdas," imbuhnya. 

Dengan terwujudnya PAUD-HI di Kabupaten Mojokerto, Bupati Ikfina berharap, anak-anak Kabupaten Mojokerto akan sesuai dengan tujuan PAUD-HI, yakni sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia. Dwi

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…