Google.org Donasikan US$1,24 Juta untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Google.org
Google.org

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hari ini, Google.org, lembaga filantropi milik Google, mengumumkan pemberian hibah sebesar US$724.490 kepada Edu Farmers International Foundation untuk mendukung penelitian dan peningkatan awareness tentang cara meningkatkan hasil produksi di sektor pertanian, serta mengajarkan bisnis dan soft-skill kepada calon-calon pemimpin di bidang pertanian.

Google.org juga menyediakan hibah sebesar US$500.000 untuk World Food Program USA untuk mendukung upaya United Nations World Food Programme (WFP) di Indonesia. WFP mengurangi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di Indonesia dengan memberikan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat agar dapat merespons peristiwa cuaca ekstrem dan kendala terkait iklim dengan lebih baik.

Selain itu, di acara “Solve…for Sustainability” yang diadakan pada hari Selasa, Google juga menguraikan upaya-upaya yang sedang mereka lakukan untuk mencapai nol emisi karbon di seluruh operasi dan rantai nilai (value chain) hingga tahun 2030. Dalam acara ini Google menyampaikan info terbaru mengenai berbagai produk dan solusi yang dapat digunakan bisnis, kota, jurnalis, dan individu untuk beradaptasi dengan kondisi planet yang terus berubah.

“Kami bangga bisa menyalurkan bantuan melalui Google.org, yang merupakan organisasi filantropi Google, kepada Edufarmers dan WFP dalam usaha mereka meningkatkan ketahanan pangan selama masa genting ini, saat supply chain pangan terganggu oleh perubahan iklim, konflik, dan krisis akibat meningkatnya biaya hidup yang terjadi secara global,” kata Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia. “Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat ketahanan ekosistem pertanian di Indonesia dan kami tidak sabar ingin melihat peran teknologi dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.”

Di Indonesia, WFP bekerja sama erat dengan Pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang rentan dalam mengantisipasi kendala terkait cuaca yang memengaruhi kehidupan dan mata pencarian mereka. Menggunakan metodologi inovatif dan set data baru untuk meningkatkan kemampuan prediksi, WFP bersama Pemerintah mengerjakan PRISM (Platform for Real-Time Impact Situation Monitoring). PRISM menggunakan pencitraan satelit dan sensor lainnya untuk memberi informasi iklim dengan cepat kepada pemerintah dan sektor kemanusiaan untuk ditindaklanjuti.

PRISM telah digunakan secara khusus untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap ketahanan pangan, yang nantinya akan disebarluaskan ke penjuru negeri dan wilayah yang lebih luas bersama metodologi yang lebih canggih, berkat pendanaan dari Google.org.

Melalui dukungan Google.org, WFP juga memperluas penerapan CLEAR+ (Consolidated Livelihood Exercise for Analyzing Resilience), yakni sebuah sarana untuk menganalisis dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap ketahanan pangan masyarakat rentan dan merekomendasikan solusi advokasi kepada para pembuat kebijakan.

“Bantuan dana dari Google.org yang luar biasa ini dapat mendukung WFP untuk terus menyediakan bantuan teknis bagi Pemerintah Indonesia dalam manajemen risiko bencana dan iklim yang menjadi perihal penting. Secara keseluruhan, dialog kebijakan WFP dengan Pemerintah Indonesia akan menjadi lebih baik melalui pemanfaatan bukti dan inovasi teknologi untuk meningkatkan kemampuan prediksi dan adaptasi bencana dan peristiwa terkait iklim,” kata Christa Räder, Country Representative, United Nations World Food Programme, Indonesia. ”Seiring dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 17 - Kemitraan untuk Mencapai Tujuan - bantuan ini menjadi bukti meningkatnya peran WFP dalam membangun kemitraan dengan sektor publik dan swasta demi mencapai Agenda 2030, terutama TPB 2, Tanpa Kelaparan.”

Keuntungan yang signifikan juga bisa diraih melalui penguatan sistem pangan. Caranya adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan berbagi praktik terbaik antarpetani. Di Indonesia, Edufarmers akan menggunakan dana dari Google.org untuk bekerja sama dengan petani dalam mengadopsi praktik dan teknologi inovatif untuk memaksimalkan hasil produksi, melalui koordinasi yang erat dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Pertanian.

“Suatu kebanggaan bagi Edufarmers untuk menerima hibah dari Google.org. Melalui hibah ini, Edufarmers akan berusaha meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia melalui R&D untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pengembangan modul dan video pelatihan tentang keterampilan teknis pertanian dan soft-skill, pelatihan dan program pengembangan untuk petani dan pemuda, serta konferensi agri-innovation untuk mendukung regenerasi petani ke pemuda dan mengakselerasi penggunaan teknologi agrikultur,” kata Amri Ilmma, Chief Operating Officer, Edufarmers.

Setelah pengumuman hari ini, jumlah bantuan dana dari Google.org di Indonesia menjadi US$16 juta terhitung sejak tahun 2015. Hibah sebelumnya berfokus pada berbagai bidang penting seperti literasi digital dan keamanan online.and

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…