SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Untuk menekan kasus kekerasan dan kenakalan terhadap anak di Kota Mojokerto, Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang mendatangkan nara sumber dari Dinas Sosial, Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kota Mojokerto dan di hadiri oleh pengawas sekolah dari Disdikbud Kota Mojokerto serta Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Mojokerto ini diikuti puluhan siswa, di Ruang Multimedia SMPN 1, Jumat (25/11) pagi.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kota Mojokerto, Dewi Ratnawati Gaguk Tri Prasetyo mengatakan kasus kekerasan terhadap anak khususnya para peserta didik di lingkungan sekolah menjadi salah satu perhatian serius Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari.
"Karena berdasarkan data, diketahui bahwa angka kekerasan dan kenakalan remaja meningkat. Termasuk di Kota Mojokerto yang kita cintai ini," jelasnya
DWP yang merupakan organisasi istri ASN, ikut berpartisipasi mendukung program Walikota Mojokerto dalam pencegahan kekerasan dan kenakalan terhadap remaja. Salah satunya dengan melaksanakan roadshow sosialisasi pencegahan kekerasan dan kenakalan remaja di SMP di Kota Mojokerto.
"Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak sedini mungkin tentang pencegahan kekerasan dan kenakalan pada anak, mengajarkan anak budaya non kekerasan, melakukan pendekatan dan membangun komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan anak," ungkapnya.
Masih kata Dewi berdasarkan undang-undang perlindungan anak ada lima bentuk kekerasan fisik, kedua kekerasan psikis atau emosional serta kekerasan seksual.
"Selain itu juga kekerasan dalam bentuk penelantaran serta eksploitasi," tegasnya Dewi menambahkan ada tiga ranah pencegahan kekerasan terhadap anak yaitu rumah, sekolah dan lingkungan.
"Hal ini membutuhkan peran aktif dan tanggung jawab semua pihak khususnya untuk bisa mencegah dan menanggulangi baik kekerasan pada anak, penyebaran narkoba serta bullying di sekolah," tuturnya.
Untuk itu, Dewi berharap pihak sekolah diharapkan bisa memaksimalkan perannya. Bisa menjadi sekolah yang ramah anak, sekolah yang nyaman, bebas dari kekerasan terhadap anak, bullying, bebas pornografi dan narkoba.
"Anak adalah generasi penerus keluarga dan penentu masa depan bangsa, kepada ank-anakku, saya berpesan agar bisa menerapkan nilai kedisiplinan, melakukan kegiatan yang positif, membentuk mental dan jasmani yang kuat. Jaga diri baik-baik dan jauhi dari lingkungan pergaulan yang buruk agar tidak menjadi korban kekerasan," ujarnya.
Ia juga mengimbau, jika memang terjadi kekerasan pada anak, jangan takut atau malu untuk melaporkan kepada orang tua, guru atau pihak yang berwajib. Dwi
Editor : Redaksi