SURABAYA PAGI COM, Mojokerto - Mencetak atlet-atlet berprestasi perlu pembinaan sejak usia dini. Apalagi di cabang olahraga balap sepeda, semuanya tidak instan butuh proses panjang untuk membentuk atlet yang jago teknik dan bermental juara.
Hal inilah yang mendasari Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Mojokerto melaksanakan kejuaraan Balap Sepeda Pushbike anak-anak Piala Walikota Mojokerto Tahun 2022.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan pihaknya begitu mengapresiasi atas antusiasme banyak peserta dari luar daerah yang datang ke Kota Mojokerto mengikuti Pushbike anak-anak di Basement parkir MPP Gajah Mada (Mall Pelayanan Publik), pada Minggu (27/11/2022).
"Para orang tua dari atlet luar biasa jauh-jauh datang dari berbagai daerah untuk mengikuti agenda Pushbike 2022 yang diselenggarakan di Kota Mojokerto," jelasnya.
Ning Ita mengungkapkan kegiatan Pushbike ini membuatnya terkesima lantaran melihat antusiasme 200 peserta dari berbagai daerah tersebut.
"Antusiasme luar biasa 200 peserta dari berbagai daerah dan betul sekali membuat saya sangat terkesima ternyata olahraga seperti ini diikuti anak-anak tahun 2020 artinya usianya belum genap 3 tahun ini sebagai seorang ibu ini luar biasa," ungkapnya.
Menurut dia, berdasarkan penelitian dan literasi Pushbike ini adalah salah satu jenis olahraga yang dapat menstimulus keseimbangan anak-anak.
Dalam Pushbike anak-anak ini menyeimbangkan otot-otot kaki dan tubuhnya. Anak-anak yang terlatih sejak dini maka dapat perkembangan psikologis dan motorik lebih baik.
"Maka anak-anak dilatih olahraga sejak dini kedepannya dapat menjadi atlet-atlet yang luar biasa," ucap Ning Ita.
Ia berharap Cabor-cabor lain bisa mengikuti kegiatan seperti ini dan Pushbike kedepan semakin diminati seluruh masyarakat di Indonesia.
Adanya event Pushbike ini berdampak luar biasanya bagi Kota Mojokerto menuju kota pariwisata sehingga dikunjungi banyak orang.
"Terimakasih ISSI yang sudah menjaring potensi (Atlet-atlet) sepeda ini saya ingin Cabor-cabor lainnya punya satu event seperti ini minimal tingkat Provinsi kalau bisa tingkat Nasional," bebernya.
Ketua ISSI Kota Mojokerto, Agung Moeljono Soebagijo menjelaskan kejuaraan Pushbike Race ini bertujuan guna mengembangkan kemampuan anak sejak dini sekaligus dapat menjaring talenta berbakat di cabang olahraga balap sepeda.
"Pushbike anak ini kan untuk pembinaan usia dini dalam cabang olahraga balap sepeda," terangnya. Adapun kategori yang Pushbike Kejuaraan Piala Walikota Mojokerto yakni:
1. Pushbike Boys&girls 2020
2. Pushbike Boys 2019
3. Pushbike Girls 2019
4. Pushbike Boys 2018
5. Pushbike Girls 2018
6. Pushbike Boys 2017
7. Pushbike Girls 2017
8. Pushbike Boys 2016
9. Pushbike Girls 2016
10. Pushbike Boys 2015
11. Pushbike Open Girls
12. Pushbike FFA Max 2012
Pushbike yang digelar perdana di Kota Mojokerto ini diikuti sebanyak 200 peserta termasuk 24 peserta dari Kota Mojokerto dan seluruh Jawa Timur.
Peserta dari luar daerah di antaranya Malang, Surabaya, Kediri, Yogyakarta, Jawa Tengah hingga Balikpapan Rata-rata peserta Pushbike adalah anak sekolah PAUD hingga kelas IV SD kelahiran tahun 2012 sampai 2020.
"Jadi ini kita memulai karena ISSI baru terbentuk Oktober kemarin event awal kita melaksanakan balap sepeda Pushbike dimulai dari usia dini," ucap Agung.
Ia mengatakan Output Pushbike ini dapat mencetak atlet-atlet berbakat untuk dikembangkan di kejuaraan balap sepeda diajang Porprov (Pekan Olahraga Provinsi).
"Setelah itu kita konsentrasikan untuk Porprov karena cabang balap sepeda merupakan usia pembinaannya itu paling muda sendiri daripada Cabor lainnya. Jadi kita persiapan nanti (Atlet-atlet) kelas V sudah masuk Porprov," ujarnya.
Agung yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) ini mengungkapkan, kegiatan Pushbike merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Daerah untuk memunculkan bibit atlet berprestasi di Cabang balap sepeda.
"Ya kita bersiapan untuk Porprov 2023 dam Pushbike ini pertama kalinya di Kota Mojokerto," cetusnya.
Masih kata Agung, sesuai arahan dari Walikota Mojokerto penyelenggaraan event-event seperti ini dapat mengarah pada potensi pariwisata.
Sehingga kedepannya Event Pushbike akan menjadi agenda tahunan untuk mendukung pariwisata berbasis budaya di Kota Mojokerto.
"Nantinya kita bekerjasama lintas sektoral dinas pariwisata dan swasta untuk menunjang event-event ini bisa jadi agenda tahunan," pungkasnya.
Salah satu orang tua atlet Pushbike, Oki Dian Sulistyo asal Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang mengaku mendukung penuh minat dan bakat putrinya untuk mengikuti Pushbike di Kota Mojokerto.
Berkat kerja keras dan latihan konsisten terbukti berbuah manis, putrinya Zahra Mutu Manikam (4) asal XBC Pushbike Malang berhasil menyebet juara II kategori Girls 2018.
"Latihan intensif minimal tiga kali dalam sepekan, latihan di XBC Pushbike Malang kalau tidak sempat datang ya latihan sendiri di rumah," kata Oki.
Dia mengatakan putrinya mulai mengandrungi dunia Pushbike saat masih usia 2 tahun 11 bulan hingga sekarang usia hampir 5 tahun.
Sebagai orang tua, pihaknya mendukung jika kedepannya Zahra akan melanjutkan ke jenjang Cabor sepeda BMX meskipun tergolong olahraga cukup ekstrem.
"Semuanya tergantung anaknya kalau mau dilanjutkan ke BMX ya silahkan kalau minta ke olahraga lain semisal karate, taekwondo ya tidak apa-apa kalau anaknya mau," tandasnya. Dwi
Editor : Redaksi