Latih Ribuan Kader, Walikota Bidik Predikat Kota Sehat Tahun 2023

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Mojokerto Ning Ita saat memberi semangat kepada ribuan kader kesehatan Kota Mojokerto
Walikota Mojokerto Ning Ita saat memberi semangat kepada ribuan kader kesehatan Kota Mojokerto

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bertekad meraih kembali predikat Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 nanti. Tak tanggung-tanggung, petinggi Pemkot ini memasang target tertinggi Klasifikasi Wistara dalam penghargaan tersebut.

Hal itu disampaikan Ning Ita sapaan akrab Walikota saat membuka Pelatihan Kader Motivasi Kesehatan Kota Mojokerto yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat di MPP Gajah Mada, Selasa (29/11) pagi.

"Tahun 2019 lalu, kita pernah mendapatkan penghargaan Kota Sehat Swasti Saba dengan klasifikasi Wiwerda dari Kementerian Kesehatan RI dan Kemendagri. Kita berharap tahun 2023 nanti, Kota Mojokerto bisa meraih kembali tingkat tertinggi yakni Wistara," ungkapnya.

Ia berharap para kader bisa terus proaktif dalam mengawal program-program kesehatan di Kota Mojokerto. Karena penghargaan ini bisa diraih jika seluruh stakeholder kompak mewujudkan kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya.

"Tahun 2023 ini penilaiannya agak sulit, terdapat 9 tatanan dan 22 indikator yang menjadi kriteria penilaiannya. Dari hasil evaluasi, ada beberapa tatanan yang skornya masih rendah yakni pariwisata. Nah ini yang coba kita perbaiki," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Ning Ita, selain melakukan peningkatan kapasitas para kader melalui pelatihan, Pemkot Mojokerto juga akan membekali orientasi lapangan ke Kabupaten Banyuwangi.

"Banyuwangi meraih predikat Kabupaten Sehat tujuh kali berturut-turut, sehingga sangat pas jika kita melakukan studi tiru kesana. Apalagi skor kita juga lemah di tatanan pariwisata, dan Banyuwangi terbukti berhasil mengelola potensi wisatanya," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto, dr. Trias Sri Prastini mengatakan pelatihan ini diikuti oleh 1.625 orang kader kesehatan.

"Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan para kader agar handal dalam menggerakkan masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ungkapnya.

Masih kata Trias, terdapat 171 posyandu balita, 96 posyandu lansia dan 9 posyandu remaja yang dilayani oleh para kader sehat. Mereka juga berjasa mengawal berbagai program pemerintah seperti pendampingan ibu hamil, balita, lansia dan pendampingan balita stunting.

"Alhamdulillah menurut data SSGI tahun 2022 ini Kota Mojokerto memiliki angka prevalensi stunting sebesar 4,08 persen," pungkasnya. Dwi

Tag :

Berita Terbaru

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 30 penyedia makan minum melakukan penandatanganan kontrak payung harga konsolidasi bersama Pemerintah Kota …

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan…

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak…

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim…

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

"Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku pelanggaran privasi terhadap grup K-Pop paling populer sedunia itu kini dihukum penjara. Pelaku pelanggaran privasi grup…