SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto terus meningkatkan pelayanan pada Angkutan Gratis Sekolah.
Di samping menyediakan 19 armada yang siap melakukan antar-jemput sekolah, kini juga dilengkapi dengan fitur layanan smart transport melalui Sistem Informasi Manajemen Angkutan Sekolah Gratis Kota Mojokerto atau Simanis Kerto.
Kepala Dishub Kota Mojokerto Endri Agus Subianto menjelaskan, Simanis Kerto merupakan layanan berbentuk aplikasi berbasis android yang dapat digunakan pelajar untuk mempermudah mengetahui keberadan armada.
Di samping itu juga berfungsi untuk monitoring Angkutan Sekolah Gratis sesuai dengan rute secara realtime.
’’Dengan aplikasi Simanis Kerto, siswa bisa mengetahui jadwal keberangkatan maupun jadwal kedatangan armada angkutan sekolah gratis sehingga bisa berangkat dan pulang sekolah tepat waktu,’’ tuturnya.
Endri mengatakan, aplikasi Simanis Kerto dapat diunduh melalui Google Play Store. Di samping bagi kalangan pelajar, Simanis Kerto juga bermanfaat untuk pengawasan dan kontrol kendaraan ketika melaksanakan pelayanan Angkutan Sekolah Gratis.
’’Misalnya saat jadwal penjemputan tapi bus sekolah ternyata tidak jalan, itu posisi bisa terdeteksi. Sehingga juga bisa jadi pengawasan bagi kami untuk mendisiplinkan para pengemudi,’’ terangnya.
Di sisi lain, di dalam Simanis Kerto juga menyediakan fitur saran dan pengaduan. Sehingga, imbuh Endri, penumpang bisa memberikan masukan maupun kritik baik yang ditujukan kepada operator maupun pengemudi.
Saat ini, Dishub Kota Mojokerto menyediakan 19 kendaraan untuk melayani Angkutan Sekolah Gratis. Masing-masing terdiri dari 3 armada bus, 3 MPV Luxio, 1 MPV Suzuki APV dan 12 mobil penumpang umum angkutan lyn A dan B.
Angkutan Sekolah Gratis telah menjangkau 18 kelurahan yang terdiri dari 9 rute trayek pelayanan di Kota Mojokerto. Meliputi Trayek 01 Kelurahan Wates, Trayek 02 Kelurahan Kedundung, Trayek 03 Kelurahan Kranggan, Trayek 04 Kelurahan Pulorejo, Trayek 05 Kelurahan Surodinawan, Trayek 06 Kelurahan Blooto, Trayek 07 Kelurahan Gununggedangan, Trayek 98 Randegan, dan Trayek 09 Bancang.
’’Semua armada angkutan sekolah dapat dinikmati secara gratis untuk siswa SD dan SMP negeri maupun swasta di Kota Mojokerto,’’ paparnya.
Namun, tingginya animo peserta didik membuat angkutan sekolah kerap mengalami overkapasitas. Sehingga, perlu dilakukan penambahan armada agar tetap mampu memenuhi pelayanan sesuai dengan daya tampung.
Saat ini, Dishub Kota Mojokerto tengah mengusulkan usulan tambahan dua armada bus sekolah ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ’’Karena antusiasme siswa untuk menumpang angkutan sekolah sangat tinggi, maka perlu adanya penambahan armada agar kapasitas penumpang tidak meluber,’’ tandas dia. Dwi
Editor : Redaksi