SURABAYAPAGI, Surabaya - Saya Prihatin atas situasi politik menjelang Pemilu 2024, Program Pasca Sarjana Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) merekomendasikan agar semua kalangan melakukan komunikasi politik secara beradab. Elit politik diharapkan memberikan keteladanan sedangkan masyarakat harus menjaga etika ketika berkomunikasi.
‘Pada saat ini etika dalam melakukan komunikasi politik sangat esensial. Politik seharusnya tidak hanya mengejar dan mempertahankan kekuasaan, tapi juga menjaga keadaban dan keutuhan kebangsaan. Politik itu tidak sesuatu hal yang buruk. Politik itu ada masalah mendasarnya yang harus dijaga, yakni mendasarkan pada nilai moral, norma, dan agama. Hal itulah yang perlu dipahamkan ke publik.
Menurut saya, adanya ketiadaan etika dan moral itu pada praktik saat ini tampak nyata misalnya dengan ekpresi komunikasi di media sosial. Berbagai sosok elit hingga masyarakat biasa sebagian terjebak dalam ketidakadaban, bahkan sudah memunculkan perpecahan. Suasana semakin terasa karena tahun politik ternyata muncul lebih awal jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2024, namun sudah ada semenjak 2022.
‘Cerca-mencerca dalam komunikasi mengenai politik di media sosial kini pun sudah mulai terjadi. Berbagai slogan dan diksi berhamburan di ruang publik. Terkesan politik menjadi menghalalkan segala cara dan sekedar penyalur kepentingan untuk merengkuh dan mempertahankan kekuasaan. Inilah yang mulai sekarang harus dicegah. Sehingga Pemilu 2024 bisa diharapkan sebagai titik untuk melakukan take of bagi kemajuan dan keadaban bangsa,.
(Lewat keterangannya ketika memberikan pengantar diskuksi bertajuk Menyoal Etika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu Serentak 2024 Era Digital, di Jakarta, Jumat (06 Januari 2023).
Editor : Mariana Setiawati