Gawat, Penduduk Miskin Terbanyak ada di Jawa Timur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peta Provinsi Jawa Timur. SP/Riko Abdiono.
Peta Provinsi Jawa Timur. SP/Riko Abdiono.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tentang profil kemiskinan di Indonesia pada 16 Januari 2023. Dari data tersebut, secara mengejutkan Provinsi Jawa Timur menempati urutan pertama dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data dari BPS, secara berturut-turut jumlah penduduk miskin terbanyak per provinsi di tempati oleh provinsi yang ada di pulau Jawa. Urutan pertama adalah Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk miskin 4.236.510 orang. Jika penduduk Jawa Timur tahun 2022 berjumlah 41.150.000 jiwa, berarti prosentasi penduduk miskinnya sekitar 10,49%. 

Provinsi nomer dua dengan penduduk miskin terbesar adalah Jawa Barat 4.053.620 jiwa atau 7,98�ri jumlah penduduk. Urutan ketiga yakni Jawa Tengah dengan jumlah 3.858.230 jiwa atau 10,98%. Disusul Sumatera Utara 1.262.190 jiwa atau 8,33%, Sumatera Selatan 1.054.990 jiwa atau 11,95�n Provinsi Lampung 995.590 jiwa atau 11,44%. 

Dr. Nurma Midayati Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS mengatakan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan nasional selama periode Maret 2022 - September 2022 antara lain adalah  kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tanggal 3 September 2022 untuk jenis bahan bakar Pertalite, Solar, dan Pertamax (nonsubsidi). Kemudian Inflasi pada bulan September 2022 sebesar 1,17 persen (m-to-m) dan 5,95 persen (y-on-y). Lalu pertumbuhan ekonomi melambat pada triwulan 3-2022 yakni sebesar 1,81 persen.

“Total penduduk miskin di Indonesia sampai September 2022 sebanyak 26,36 juta jiwa atau 9,57�ri total penduduk,” sebut BPS, Senin (16/1/2023).

Sementara itu, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Yakni, komoditi beras. Bahan pokok ini masih memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 18,98 persen di perkotaan dan 22,96 persen di perdesaan. Disusul rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan (11,10 persen di perkotaan dan 10,48 persen di perdesaan). Komoditas lainnya adalah daging ayam ras (4,43 persen di perkotaan dan 3,03 persen di perdesaan), telur ayam ras (4,10 persen di perkotaan dan 3,47 persen di perdesaan), mie instan (2,44 persen di perkotaan dan 2,22 persen di perdesaan), gula pasir (1,82 persen di perkotaan dan 2,51 persen di perdesaan), dan seterusnya. 

Anggota Komisi E DPRD Jatim Zeiniye mengaku kaget dengan data terbaru dari BPS tersebut. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan langkah cepat. Terlebih tahun 2023 ini merupakan tahun terakhir duet Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa - Wakil Gubernur Emil Dardak dapat mewujudkan visi misi seperti tertuang dalam RPJMD. 

“Sekarang ini tahun terakhir Khofifah-Emil merealisasikan janji politiknya, maka harus fokus pada program pengentasan kemiskinan ini,” sebut Zeiniye.

Data BPS yang menyebut jumlah penduduk miskin nasional terbesar ada di Provinsi Jawa Timur merupakan cambuk bagi Pemerintah Daerah beserta DPRD.  Dalam waktu dekat ini harus ada kerja keras dan kerja nyata seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Bagaimana programnya OPD di Pemprov Jatim itu memiliki dampak terhadap pengentasan kemiskinan, Termasuk meningkatkan sinergitas dengan kabupaten/kota dan DPRD Jatim,” pinta politisi PPP ini serius.

Zeiniye mencontohkan, program yang bisa dilakukan adalah mengevaluasi lagi indikator kemiskinan. Misalnya rumah tidak layak huni, dicek lagi berapa jumlahnya. Dari data rumah tidak layak huni itu, mana yang sanggup ditangani oleh pemerintah kota/kabupaten dan berapa yang bisa ditangani pemerintah provinsi.

“Tahun ini harus segera terlaksana,” cetusnya.

Ia juga meminta Pemprov Jatim segera mempelajari data BPS itu, khususnya komoditi apa saja yang menjadi penyebab utama penambahan penduduk miskin di Jatim. Misalnya yang menjadi penyebabnya adalah makanan atau beras, maka perlu dilakukan penanganan cepat agar harga beras tidak naik. Urusan beras ini, hulu hilir harus ditangani bersama-sama. Dari sisi pertanian kenyataanya petani selama ini kesulitan mendapatkan pupuk.

“Nah masalah-masalah inilah yang harus segera ditangani secara cepat. Segera mencari solusi,” pungkas politisi perempuan kelahiran Situbondo ini. 

Senada, Hasan Irsyad Anggota Komisi E dari Fraksi Golkar mengatakan pemprov Jatim tidak bisa menganggap remeh data BPS tersebut. Pemprov Jatim harus lebih serius lagi dalam bekerja  pengentasan kemiskinan.

“Perlu dicek ulang program ke masyarakat itu tepat sasaran atau belum. Seperti program bantuan untuk Koperasi, UMKM, bantuan modal, bantuan sosial harus di tingkatkan lagi,” sebut Hasan Irsyad. rko

Urutan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia:

  • Jawa Timur  4.236.510  10,49%
  • Jawa Barat  4.053.620  7,98%
  • Jawa Tengah 3.858.230 10,98%
  • Sumatera Utara 1.262.190  8,33%
  • Sumatera Selatan 1.054.990 11,95%
  • Lampung   995.59011,44%

Sumber : berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Tanggal 16 Januari 2023.

Dr. Nurma Midayati Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS.

Berita Terbaru

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bertatap muka dengan awak media di Blitar Raya pagi tadi di ruang Lo…

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Terdakwa Maidi tidak membantah keterangan saksi Siti Ulfasyah terkait pemberian ATM serta transfer uang Rp3 juta hingga Rp10 juta p…

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus bergulir. Kali Korban b…

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan logo resmi Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 yang mengusung tema “Kidung Aruna K…