Bocah TK di Mojokerto Diperkosa 3 Teman Seumurannya 5 Kali

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Aksi pemerkosaan bocah 6 tahun yang dilakukan ketiga temannya yang nyaris seumuran di Mojokerto menjadi perhatian publik. Terlebih terungkap fakta jika aksi tersebut tak hanya sekali melainkan sudah 5 kali.

Hal tersebut diungkapkan Krisdyansari, penasihat hukum korban.  "Hasil dari penyidikan kemarin, pelaku sudah lima kali melakukan hal itu (persetubuhan) terhadap korban. Kalau dari pengakuan korban, ini sudah terjadi saat di TK A atau tahun lalu," kata Krisdiyansari, Jumat (20/1/2023).

Terungkapnya kasus asusila ini pertama kali diketahui ibu korban yang merasa aneh dengan perubahan sikap putrinya.

Saat itu, korban pulang ke rumah dengan seragam sekolah kotor, pada Sabtu (7/1/2023). Keesokannya, korban mengeluh sakit saat buang air kecil.

Korban ternyata mengalami tindakan asusila yang diduga dilakukan tiga teman  yang masih tetangga. Korban diajak di rumah dalam kondisi kosong.  "Sesampainya di lokasi, korban dipaksa untuk tidur dan dipelorot celananya, kemudian disetubuhi bergantian oleh ketiga pelaku," terangnya.

Ia menyebut kasus tindakan asusila ini sempat dimediasi dari keluarga korban dan keluarga pelaku oleh Kepala Desa setempat.

Namun karena tidak ada solusi sehingga keluarga korban melapor kejadian yang menimpa anaknya itu ke Polsek Dlanggu namun diarahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto.

Kasus kekerasan seksual ini telah dilaporkan oleh orang tua korban dengan Nomor Laporan LP/B12/1/2023/SPKT Polres Mojokerto.

Polisi sudah memeriksa korban dan orang tuanya serta dua saksi terkait laporan pemeriksaan, pada Rabu (18/1/2023) kemarin.  "Sudah pemeriksaannya korban dan orang tuanya, penyidik juga sudah mengirimkan panggilan pemeriksaan terhadap bersangkutan," ungkapnya.

Pasca kejadian itu korban mengalami trauma mengalami perubahan sikap hingga tidak mau bersekolah. "Kondisinya tidak mau sekolah lagi dan mudah marah," terangnya.

Krisdyansari menyebut orang tua korban menuntut biaya sebesar Rp 200 juta untuk pengobatan, pindah rumah, dan pindah sekolah jauh dari tempat tinggal para terduga pelaku. Jika permintaan itu dipenuhi, orang tua korban bakal sepakat berdamai. Kasus dugaan perkosaan anak perempuan berusia 6 tahun ini berlanjut ke proses hukum karena orang tua ketiga terduga pelaku tak sanggup memenuhi permintaan tersebut.

"Tanggal 16 Januari kemarin, dari pihak keluarga pelaku bilang mau pindah jangan sekarang, karena biata pindah juga besar dengan beri uang urunan tiga juta tapi ditolak karena dinilai tidak manusiawi. Untuk itu (pindah sekolah dan tempat tinggal) masih mengumpulkan dana lagi sambil mencari-cari tempat. Makanya, misalnya pihak korban tidak dikasih uang sekarang, setidaknya pelaku dipindahkan dulu dari lingkungan situ supaya korban tenang, karena keluar rumah saja tidak mau," tandasnya.

“Kalau dilihat dari undang-undang perlindungan anak tidak bisa dipidana. Tapi itu juga tidak dibenarkan, apa anak kebal hukum itu tidak. Mungkin itu perlu tinjau perundang-undangan, memang benar anak umur segitu yang bertanggung jawab orangtua. Kalau didamaikan, menurut saya tidak akan ada keadilan untuk korban pemerkosaan karena mental yang kena," imbuhnya.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto bakal memberikan trauma healing atau pemulihan trauma bagi siswi TK korban pemerkosaan 3 anak di Kecamatan Dlanggu. Hal ini disampaikan Kabid Perlindungan Anak DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Ani Widiastuti.

Tidak hanya itu, asesmen juga akan diberikan kepada tiga terduga pelaku. Ani Widiastuti menjelaskan asemen kedua dilakukan karena korban masih menunjukkan gejala trauma psikis. Salah satunya siswi TK besar itu tidak mau sekolah. Hanya saja, ia enggan menyampaikan hasil asemen terhadap korban.

"Hasilnya tidak bisa dipublikasikan karena itu konsumsi penyidikan. Nanti kalau memang timbul masalah lagi, kami perlu asesmen lagi. Supaya trauma anak sembuh betul, bisa kembali ke masyarakat," jelasnya.

Menurut Ani, pihaknya telah meminta orang tua korban untuk memantau perkembangan psikis anak perempuan usia 6 tahun tersebut. Jika masih ada gejala trauma pada diri korban, ia meminta orang tuanya segera melapor ke P2TP2A Kabupaten Mojokerto. "Asesmen lanjutan menunggu perkembangannya (korban). Kalau dia masih ada gejala-gejala trauma, orang tuanya komunikasi dengan kami untuk asesmen lagi biar sembuh secara total secara psikis," terangnya.

Tidak hanya itu, kata Ani, P2TP2A Kabupaten Mojokerto juga berkomitmen memberikan pendampingan psikologi dan hukum terhadap 3 anak laki-laki yang diduga memerkosa korban. Hanya saja, asesmen terhadap terduga pelaku menunggu petunjuk dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mojokerto.

"Tugas kami melindungi anak, baik yang melakukan maupun korbannya. Kami juga menyediakan bantuan hukum gratis. Terhadap pelaku nanti akan kami lakukan (asesmen). Kami menunggu kepolisian karena nanti atas permintaan kepolisian," tandas perempuan yang juga menjabat Sekretaris P2TP2A Kabupaten Mojokerto. dwy/ham/rmc

Berita Terbaru

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…